News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Islam Harus Beri Solusi Krisis Lingkungan, Tebuireng Gelar "MUTUN"

Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) 2025 kembali digelar di  Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Minggu, 14 Desember 2025 - 10:10 WIB
Kegiatan Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) 2025 oleh Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng, Jombang
Sumber :
  • ANTARA

Jombang, tvOnenews.com-Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) 2025 kembali digelar di  Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Konferensi ini akan merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengatasi kerusakan lingkungan.

Banyak hadits yang mengajarkan prinsip konservasi, kesederhanaan, pengelolaan sumber daya, hingga etika interaksi dengan alam. Menurut Ketua Panitia MUTUN 2025 Ahmad 'Ubaydi Hasbillah konferensi ini merupakan upaya nyata untuk menjembatani kajian Turats (warisan keilmuan Islam klasik) dengan isu-isu kontemporer global. Misalnya dalam kajian disebutkan tentang 'Eko-Sunnah. Konsep tersebut diangkat dalam MUTUN 2025 yang merujuk pada nilai-nilai ekologis yang terdapat dalam Sunnah Nabi.

“Dunia Islam tidak boleh hanya menjadi objek terdampak dari krisis ekologi, tetapi harus menjadi subjek pemberi solusi. Melalui MUTUN, kami ingin menunjukkan bahwa Hadis Nabi sesungguhnya telah memuat nilai-nilai fundamental terkait etika lingkungan, konservasi alam, dan keberlanjutan," katanya dalam keterangan yang diterima di Jombang, Minggu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Nabi mencontohkan cara hidup yang seimbang dengan alam. Beliau melarang mencemari sungai, melarang menebang pohon tanpa kebutuhan yang benar, serta mendorong umatnya menanam pohon meski dalam situasi akhir zaman. Ini nilai yang sangat relevan menjawab krisis hari ini,” kata dia.

Ia menambahkan, muktamar ini menjadi momentum penting bagi para ulama dan akademisi untuk merumuskan formulasi Hadis yang aplikatif.

Kegiatan Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) 2025 ini digelar Sabtu-Minggu, 13-14 Desember 2025, melibatkan para ulama, akademisi, peneliti hadits, serta mahasiswa dan santri dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ulama dan akademisi dari berbagai negara memaparkan penelitian terkait hadis lingkungan, metodologi turats, ekonomi hijau berbasis syariah, dan implementasi Eko-Sunnah dalam agenda SDGs.

“Kami berharap MUTUN tidak hanya menghasilkan kajian, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti, menjadikan Hadis sebagai instrumen kontribusi nyata umat Islam terhadap agenda global SDGs, khususnya dalam aspek lingkungan,” kata dia.

Sementara itu, dari hasil pembahasan ada sejumlah rekomendasi yang diberikan terkait dengan hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan isu lingkungan.

Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang K.H. Achmad Roziqi mengatakan rekomendasi pertama, pemerintah hendaknya melakukan penegakan hukum secara tegas,

"Jadi, aturan itu maslahatnya (kebaikan) tapi juga ada mafsadat (kerugian atau bahaya) jika terlalu berlebih. Kami rekomendasikan penegakan hukum secara tegas," kata dia.

Untuk rekomendasi kedua, ia menambahkan, pemerintah seharusnya lebih terbuka dengan membuka kajian dengan aktivis lingkungan.

Muktamar juga memberikan rekomendasi ketiga, yakni pemerintah juga diharapkan memperketat pengawasan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) secara intensif.

"Keempat, mengharuskan menggunakan teknologi ramah lingkungan, kelima rekomendasi hilirisasi SDA memastikan rehabilitasi pascahilirisasi. Dan itu harus benar-benar dilakukan," kata dia.

Pihaknya berharap rekomendasi ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan pemerintah yang lebih responsif terhadap tantangan lingkungan, sekaligus memberikan ruang bagi pelaksanaan hilirisasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz mengatakan tentang kerusakan moral manusia yang bisa menyasar ke sumber daya alam.

"Orang kalau moral rusak, kemudian mengeksplorasi berlebihan dari situ kemudian terjadi kerusakan-kerusakan. Jadi awalnya dari kerusakan moral dulu. Kalau orang tidak serakah, mungkin untuk mengambil sumber daya alamnya itu tidak seperti sekarang ini, apa saja diambil. Itu lah yang menjadikan kerusakan. Rusak bumi ini," kata Gus Kikin, sapaan akrabnya.(ant)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil dan Biodata Gede Aiswarya Kartika, 2nd Runner-Up Mister International 2026 yang Bawa Nama Indonesia dan Bali

Profil dan Biodata Gede Aiswarya Kartika, 2nd Runner-Up Mister International 2026 yang Bawa Nama Indonesia dan Bali

Profil dan Biodata Gede Aiswarya Kartika, 2nd Runner-Up Mister International 2026 bawa nama Indonesia dan kenalkan budaya Bali.
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Capai 1.300 Meter

Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Capai 1.300 Meter

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Minggu (27/9/2026) pagi. 
Daftar Susunan Pemain Timnas Voli Indonesia Vs Thailand di Asian Games 2026 Siang Ini

Daftar Susunan Pemain Timnas Voli Indonesia Vs Thailand di Asian Games 2026 Siang Ini

Daftar susunan pemain Timnas Voli Indonesia vs Thailand di laga perdana babak penyisihan grup Asian Games 2026. Kedua kubu sama-sama membawa pemain terbaiknya.
Timnas Indonesia Vs Malaysia Bagaikan Duel Brasil Lawan Argentina, Bergson da Silva: Bakal Sulit dan Penuh Arti

Timnas Indonesia Vs Malaysia Bagaikan Duel Brasil Lawan Argentina, Bergson da Silva: Bakal Sulit dan Penuh Arti

Striker naturalisasi Timnas Malaysia, Bergson da Silva, menyamakan panasnya rivalitas dengan Timnas Indonesia seperti duel Brasil kontra Argentina.
Megawati Hangestri 'Flashback' Dulu Jadi Lawan Jeong Ji-yun, Kini Rekan Setim di Hillstate

Megawati Hangestri 'Flashback' Dulu Jadi Lawan Jeong Ji-yun, Kini Rekan Setim di Hillstate

Lewat YouTube-nya, Megawati Hangestri mendadak flashback monen saat melawan Jeong Ji-yun di V-League 2024/2025. Kini keduanya jadi rekan setim di Hillstate.
Di Hadapan Publik Korea, Megawati Hangestri Akui Sempat Tak Suka Main Voli

Di Hadapan Publik Korea, Megawati Hangestri Akui Sempat Tak Suka Main Voli

Megawati Hangestri mengaku dulu tak suka voli dan lebih memilih sepak bola. Kini, olahraga itu justru membawanya ke Proliga, Timnas hingga Liga Voli Korea.

Trending

Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Tim Indonesia Melesat usai Tambah Emas, Kini Pepet Malaysia

Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Tim Indonesia Melesat usai Tambah Emas, Kini Pepet Malaysia

Klasemen medali Asian Games 2026 per Minggu (27/9/2026) pagi WIB. Tim Indonesia kini mendekati posisi Malaysia usai berhasil tambah satu emas.
Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Kecepatan informasi membawa konsekuensi tersendiri bagi lembaga publik. Ketika informasi resmi belum tersedia, ruang komunikasi dapat dengan cepat dipenuhi
Mengenal Lee Min-young, 'Bocil' Kesayangan Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate

Mengenal Lee Min-young, 'Bocil' Kesayangan Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri punya ‘bocil’ baru di Hyundai Hillstate. Kenalan dengan Lee Min-young, pemain muda yang selalu terlihat dekat dengan Megatron.
Megawati Hangestri Ungkap Kronologi Bisa Comeback di Liga Voli Korea: Bermula dari Pelatih Hyundai Hillstate Ngotot ke Indonesia

Megawati Hangestri Ungkap Kronologi Bisa Comeback di Liga Voli Korea: Bermula dari Pelatih Hyundai Hillstate Ngotot ke Indonesia

Megawati Hangestri menceritakan bagaimana proses dirinya akhirnya bisa kembali bermain di Liga Voli Korea. Ia mengaku bahwa perjalanannya kembali dimulai berkat kepercayaan yang diberikan Kang Sung-hyung selaku pelatih Hyundai Hillstate.
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Kemewahan fasilitas Lapas IIA Cibinong kini menjadi sorotan publik setelah Ombudsman melakukan pemeriksaan. Klaster mewah disebut merupakan rumah dinas jabatan
Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak yang Kariernya Paling Cemerlang pada 28 September 2026: Virgo Jadi Andalan Baru

Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak yang Kariernya Paling Cemerlang pada 28 September 2026: Virgo Jadi Andalan Baru

Senin, 28 September 2026, menjadi awal pekan yang membawa peluang baru bagi sejumlah zodiak dalam urusan karier. Siapa saja yang bakal bersinar di tempat kerja?
Survei Ines: Kinerja Pemerintahan Prabowo Memuaskan

Survei Ines: Kinerja Pemerintahan Prabowo Memuaskan

Survei yang dilakukan pada 14–20 September 2026) membaca Pendapat Masyarakat Indonesia Tentang kinerja jelang 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selengkapnya

Viral