Sambut Perayaan Natal, Drama Musikal Moses Rising of a Deliverer Digelar Meriah
- Ist
Jakarta, tvOnenews.com - Drama musikal bertajuk Moses Rising of a Deliverer digelar untuk menyambut Perayaan Natal (Christmas Celebration) 2025.
Teater musikal 'Moses Rising of a Deliverer' ini melibatkan 180 siswa dari usia 2 tahun hingga kelas 6 SD dari Sekolah Terang Mulia, Jakarta Timur, di North Jakarta Intercultural School (NJIS), Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Acara yang diselenggarakan pada Sabtu (13/12/2025), dihadiri sekitar 550 tamu yang merupakan orang tua dan keluarga murid.
Drama musikal ini menceritakan tentang kisah Musa, dari mulai kelahiran hingga terpilih sebagai pemimpin rohani, termasuk konfrontasinya dengan Firaun.
Pementasan ini digelar dengan rangkaian ibadah dan berdoa bersama dalam rangka menyambut hari raya Natal 2025.
Cerita Musa dipilih sekaligus untuk menyampaikan nilai-nilai positif dan pesan moral kepada setiap peserta didik serta seluruh penonton.
Kasubdit Pendidikan Dasar Direktorat Pendidikan Kristen, Antonius Lopis turut hadir dalam acara. Kepala Sekolah Terang Mulia Jakarta Timur, Dr. Syanti D. Mulia menjelaskan, pementasan ini menjadi agenda tahunan sekolah dan telah digelar enam tahun berturut-turut sebagai bagian dari perayaan Natal.
Syanti menyebut teater musikal ini dirancang sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai Natal melalui proses kebersamaan siswa, guru, dan orang tua.
“Sangat bangga, sangat senang. Apalagi sangat diberkati juga. Senang dengan komunitas di sekolah ini, dengan orang tua murid dan guru-guru dan anak-anak yang luar biasa, ya,” ujar Syanti.
Meski digelar dalam rangka perayaan Natal, persiapan pementasan dilakukan dalam waktu panjang. Syanti mengatakan proses dimulai sejak enam hingga sembilan bulan sebelumnya, mulai dari casting, pembuatan lagu, hingga rekaman suara yang seluruhnya menggunakan suara anak-anak sendiri.
“Kalau misalnya kita dari mulai casting, mulai kita bikin lagu, bikin itu semuanya, kurang lebih sekitar 6 sampai 9 bulan,” jelasnya.
Latihan gabungan dilakukan selama dua minggu penuh setiap hari setelah ulangan semester. Sementara tiga bulan sebelumnya difokuskan pada latihan per kelas dan per lagu.
Teater musikal Moses Rising of a Deliverer mengangkat kisah Musa sebagai pembebas bangsa. Menurut Syanti, cerita tersebut dipilih karena sejalan dengan makna Natal, yakni pengharapan, keberanian, dan panggilan untuk membawa dampak bagi sesama.
“Di musikal ini, kita berharap anak-anak belajar bahwa dari cerita Musa, kita tahu Tuhan itu bekerja dalam situasi yang mungkin waktu itu tidak baik-baik,” ucapnya.
Selain tampil di atas panggung, proses latihan menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa, seperti kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab.
“Selama proses, proses pembelajaran itu pembentukan karakter,” ujar Dr. Syanti.
Terkait tantangan utama pementasan, Syanti membeberkan, yakni menyatukan seluruh siswa dari berbagai jenjang usia yang sebelumnya berlatih terpisah ke dalam satu pertunjukan utuh, termasuk pengaturan keluar-masuk panggung dan pergantian kostum.
“Tantangan terbesar adalah sebenarnya ya untuk anak-anak kan tadinya sepotong-sepotong ya. Tapi ini show dijadiin jadi satu,” jelasnya.
Pementasan Natal ini juga melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di setiap kelas, dengan target latihan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.
“Jadi memang di setiap kelas kita ada dua atau tiga anak special needs,” katanya.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, para alumni Sekolah Terang Mulia turut terlibat sebagai penyambut tamu.
Alumni tersebut merupakan siswa-siswi yang sebelumnya pernah tampil dalam pementasan teater di panggung yang sama dan kini kembali terlibat dalam perayaan Natal sekolah.
Syanti menegaskan dukungan orang tua, guru, dan alumni menjadi bagian penting dalam kelancaran perayaan Natal tersebut.
“Kalau orang tua, sangat, sangat mendukung, ya, luar biasa,” tutupnya. (rpi)
Load more