Super Flu Merebak di Jatim, Warga diminta Waspada tapi Jangan Panik!
- Istimewa
tvOnenews.com - Munculnya fenomena penyakit yang dikenal dengan sebutan super flu atau Influenza A subclade K di wilayah Jawa Timur menjadi perhatian serius anggota legislatif Kota Surabaya. Pasalnya, Jawa Timur disebut-sebut menjadi salah satu kontributor kasus tertinggi di Indonesia bersama Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), dr. Zuhrotul Mar'ah, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa harus terjebak dalam kepanikan yang berlebihan.
“Tetap waspada tapi tidak perlu panik menyikapi merebaknya super flu di Jatim. Ini adalah penyakit influenza, tepatnya Influenza A subclade K. Memang tingkat penularannya lebih cepat dibandingkan influenza biasa, namun tidak mematikan seperti Covid-19,” ungkap dr. Zuhro dalam keterangannya.
Politisi yang juga seorang praktisi medis ini menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai langkah antisipatif. Upaya tersebut meliputi penguatan surveilans kesehatan serta pemantauan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
Menurut dr. Zuhro, Dinas Kesehatan juga telah menyebarkan edukasi secara masif melalui grup-grup WhatsApp warga dan komunitas kampung untuk memastikan informasi pencegahan sampai ke tingkat akar rumput.
“Dinkes sudah melakukan upaya pencegahan dan menyampaikan imbauan melalui grup WA kampung-kampung. Tapi ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus proaktif melakukan skrining mandiri dan segera ke puskesmas jika ada gejala,” tegasnya.
Dokter Zuhro memaparkan bahwa gejala super flu relatif identik dengan influenza pada umumnya, yakni demam, batuk, dan pilek. Namun, ia memberikan peringatan khusus bagi kelompok yang paling rentan terpapar, yakni lansia, anak-anak, serta warga yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Kondisi tubuh yang kelelahan, terutama setelah bepergian, disebut menjadi faktor utama yang mempermudah transmisi virus ini ke dalam tubuh.
Ditemui saat berdialog dengan tim TVONE, dr. Zuhro memberikan sejumlah saran krusial bagi warga Surabaya dalam menghadapi ancaman super flu. Salah satu poin utama yang ia tekankan adalah menjaga kesehatan mental.
“Ketenangan itu hampir 50 persen dari pengobatan. Kalau kita stres, justru imunitas bisa turun dan memperburuk kondisi kesehatan,” tuturnya.
Selain menjaga ketenangan, dr. Zuhro mengimbau warga untuk Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara disiplin. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak sayur dan buah, serta mengurangi gorengan. Mencukupi asupan cairan agar terhindar dari dehidrasi. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah atau saat mulai merasakan gejala flu. Serta beristirahat secara teratur untuk menjaga daya tahan tubuh.
"Menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Dimulai dari diri sendiri, untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita," pungkas dr. Zuhrotul Mar'ah.(chm)
Load more