Ekonom Paparkan Masalah di Papua dan Solusi Terbaiknya
- Istimewa
Model ekonomi ini juga dinilai dapat mendukung berbagai program prioritas pemerintah Indonesia, seperti penguatan koperasi desa (Kopdes) serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan dukungan rantai pasok pangan dari daerah.
“Pendekatan pembangunan yang berbasis pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda dan petani lokal, akan menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Papua,” jelas Billy.
Selain membahas isu Papua, Billy juga menyoroti fenomena yang lebih luas terkait partisipasi generasi muda dalam politik di Indonesia. Ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa banyak anak muda saat ini cenderung menjauh dari dunia politik karena tingginya biaya politik, baik dalam pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah.
Menurutnya, biaya politik yang sangat tinggi menciptakan persepsi bahwa ruang politik hanya dapat diakses oleh mereka yang memiliki modal finansial besar atau jaringan politik yang kuat.
“Kondisi ini membuat banyak anak muda akhirnya memilih untuk berkontribusi melalui jalur lain seperti kewirausahaan, inovasi teknologi, maupun gerakan sosial, dibandingkan masuk ke dalam politik formal,” ujarnya.
Billy menilai bahwa ke depan, sistem politik Indonesia perlu menjadi lebih inklusif agar generasi muda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan publik.
Pertemuan antara para pemuda Indonesia dan pimpinan PBB ini menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai tantangan pembangunan serta mendorong pendekatan yang lebih inklusif dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua.
Load more