Info Mudik Lebaran 2026: Ribuan Pemudik Berangkat Gratis, Ini Jadwal dan Kota Tujuannya
- Istockphoto
tvOnenews.com - Menjelang Idul Fitri 2026, berbagai informasi terkait mudik gratis mulai menjadi perhatian masyarakat.
Tradisi pulang kampung ini selalu identik dengan lonjakan mobilitas besar-besaran, sehingga diperlukan persiapan matang, terutama dari sisi transportasi dan biaya perjalanan.
Dalam konteks ini, program mudik gratis menjadi solusi yang semakin relevan bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa terbebani ongkos tinggi.
Selain meringankan biaya, program mudik gratis juga memberikan manfaat lain seperti peningkatan keselamatan perjalanan dan pengurangan kepadatan lalu lintas.
Dengan fasilitas transportasi yang telah disediakan secara terorganisir, pemudik dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan aman.
Hal ini sekaligus mendukung kelancaran arus mudik nasional yang setiap tahun menjadi tantangan besar di Indonesia.
Melansir dari Antara, Program Mudik Bersama 2026 yang diinisiasi oleh IDSurvey bersama entitasnya seperti PT Biro Klasifikasi Indonesia, PT Sucofindo, dan PT Surveyor Indonesia kembali digelar sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 1.400 peserta diberangkatkan ke berbagai kota tujuan di Indonesia.
Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari masyarakat umum, warga di sekitar wilayah operasional perusahaan, hingga para pekerja lini depan seperti petugas keamanan, resepsionis, hingga pengemudi.
Untuk menunjang perjalanan, tersedia 22 armada bus serta layanan kereta api. Moda bus melayani rute menuju sepuluh kota, yaitu Semarang, Yogyakarta (via selatan dan Pantura), Wonogiri, Solo/Surakarta, Surabaya, Malang, Lampung, Palembang, dan Padang.
Sementara itu, kereta api difokuskan untuk rute menuju Surabaya.
Keberangkatan dilakukan secara bertahap, dimulai pada 16 Maret 2026 dari Stasiun Pasar Senen untuk kereta api, serta 17 Maret 2026 dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan lokasi lainnya untuk armada bus.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif lebih luas, yakni Program Mudik Bersama BUMN yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Pada tahun 2026, program ini menargetkan lebih dari 100.000 pemudik di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan berbagai moda transportasi seperti bus, kereta api, dan kapal laut.
Salah satu pembaruan penting dalam penyelenggaraan tahun ini adalah penggunaan sistem integrasi data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Sistem ini dikembangkan bersama Kementerian Perhubungan untuk mencegah pendaftaran ganda sekaligus meningkatkan akurasi data peserta.
Dengan pendekatan tersebut, program diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, sekaligus tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan pemudik.
Selain itu, pengelolaan sumber daya juga menjadi lebih efisien dan terukur.
Manfaat Nyata bagi Masyarakat dan Arus Mudik Nasional
Program ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam membantu masyarakat.
“Program Mudik Bersama ini merupakan wujud nyata dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membantu para pemudik agar dapat kembali ke kampung halaman dengan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan terjangkau. Kami berharap inisiatif ini dapat mempermudah masyarakat dalam merayakan Idul Fitri bersama keluarga,” ujar CEO IDSurvey, Arisudono Soerono.
Tak hanya itu saja, program ini juga menjadi alternatif solusi perjalanan yang lebih efisien dan nyaman.
“Program Mudik Bersama ini hadir sebagai solusi perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan efisien, sehingga masyarakat dapat berkumpul kembali dengan keluarga di hari kemenangan dengan lebih mudah dan nyaman,” ungkap Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia, R. Benny Susanto.
- Ist
Manfaat lain dari program ini, terutama dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
“Program Mudik Bersama ini memberikan alternatif transportasi yang lebih tertata bagi para pemudik untuk kembali ke kampung halaman. Selain menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman, penyediaan moda transportasi bersama ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya,” jelas Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna.
Dukungan serupa juga disampaikan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fajar Wibhiyadi, yang menekankan pentingnya layanan pendukung selama masa mudik.
“Kami ingin memastikan masa mudik masyarakat Indonesia berjalan lebih lancar melalui dukungan kami di sektor transportasi, khususnya perkeretaapian dan bus dalam kota, serta layanan pemastian halal dan telekomunikasi untuk mendukung sektor kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Secara keseluruhan, program ini tidak hanya membantu masyarakat dalam perjalanan mudik, tetapi juga berkontribusi pada kelancaran arus transportasi nasional, peningkatan keselamatan, serta penguatan aspek sosial dan ekonomi menjelang Idul Fitri 2026. (udn)
Load more