Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot
- Istimewa
Selain itu, persoalan nomenklatur juga menjadi perhatian serius sebelum masuk ke pembahasan pasal per pasal. Ia menyebut hal tersebut akan dirapikan terlebih dahulu dan disesuaikan dengan visi misi kepala daerah.
Secara konsep, Azhar menjelaskan Kampung Cerdas memiliki pendekatan berbeda dibanding program kampung lainnya. Kampung Cerdas menekankan pendekatan bottom up atau berbasis inisiatif masyarakat.
“Nah, kalau Kampung Cerdas itu bottom up. Jadi bukan pemerintah yang mengintervensi agar sebuah kampung menjadi Kampung Cerdas,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa program seperti Smart City maupun Kampung Pancasila cenderung bersifat top down, yakni berbasis intervensi pemerintah.
Terkait target penyelesaian, Azhar menyebut saat ini Pansus menargetkan waktu satu bulan untuk merampungkan tahap konsolidasi sebelum masuk pembahasan lebih lanjut.
“Satu bulan ini untuk mengkonsolidasi itu, untuk bagaimana nomenklatur dan isi. Nanti kita bahas, kita kejar sampai selesai, kemudian dikembalikan lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika tahap konsolidasi selesai, maka pembahasan akan dilanjutkan ke tahap pasal per pasal dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti Karang Taruna dan tokoh kampung.
Ke depan, Raperda ini diharapkan mampu menjadi payung hukum yang kuat untuk pengembangan potensi kampung di Surabaya, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk melalui skema CSR.
"Inilah Perda ini gunanya ke depan. Dengan itu, pemerintah, pihak luar, maupun pihak ketiga seperti CSR bisa langsung hadir dan bekerja sama dengan kampung,” pungkasnya.(chm)
Load more