Hilirisasi Tembaga dan Emas Dorong Penguatan Industri Nasional
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Penguatan program hilirisasi tembaga dan emas di Indonesia terus berlanjut melalui pendekatan yang menyatukan proses dari sektor hulu hingga hilir.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam agar memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.
- Istimewa
Salah satu pengembangan dilakukan oleh MIND ID di kawasan industri yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, tepatnya di Java Integrated Industrial and Port Estate.
Kawasan ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok industri nasional melalui sistem yang saling terhubung.
Program ini merupakan kelanjutan dari agenda hilirisasi yang telah berjalan sebelumnya pada awal 2026.
Pemerintah sendiri menempatkan hilirisasi sebagai salah satu pilar utama dalam meningkatkan daya saing industri, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka peluang kerja.
Dalam praktiknya, pengolahan tembaga tidak hanya menghasilkan produk utama, tetapi juga produk turunan seperti lumpur anoda yang mengandung emas dan perak.
Material ini kemudian dimurnikan lebih lanjut di dalam negeri hingga menghasilkan logam mulia dengan tingkat kemurnian tinggi. Selain itu, produk turunan lain seperti batang dan kawat tembaga juga dikembangkan untuk mendukung sektor manufaktur.
Menurut Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, langkah ini mencerminkan arah pembangunan nasional yang menitikberatkan pada kemandirian industri.
Ia menegaskan bahwa hilirisasi bukan sekadar ekspor bahan mentah, melainkan upaya menciptakan nilai tambah melalui proses pengolahan di dalam negeri.
Keberhasilan program ini juga didukung oleh kesiapan infrastruktur. Akses jalan utama seperti Jalan Raya Daendels–Manyar yang terhubung langsung dengan kawasan industri dan pelabuhan memainkan peran penting dalam memperlancar distribusi.
Selain itu, jalur logistik internal yang menghubungkan area produksi dengan pelabuhan laut dalam turut meningkatkan efisiensi pergerakan barang.
Integrasi antara infrastruktur jalan nasional dan sistem logistik kawasan menciptakan distribusi yang lebih efektif, sekaligus membantu menekan biaya operasional industri.
Load more