Di Atas Kuda Putih, Dedi Mulyadi Bawa Mahkota Binokasih Keliling Cianjur dan Disambut Ribuan Warga
- instagram Dedimulyadi71
Saat ini, mahkota tersebut tersimpan di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang. Terbuat dari emas murni seberat sekitar 8 kilogram, Mahkota Binokasih memiliki filosofi mendalam tentang kasih sayang, kepemimpinan, dan harmoni kehidupan masyarakat Sunda.
Menurut catatan sejarah, mahkota ini dibuat di Kerajaan Galuh oleh Prabu Bunisora Suradipati sebelum akhirnya diwariskan ke Kerajaan Sumedang Larang. Bentuknya yang bertingkat melambangkan konsep Tritangtu Sunda: silih asah, silih asih, dan silih asuh.
Tak hanya bernilai sejarah, kirab Mahkota Binokasih juga menjadi cara Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghidupkan kembali identitas budaya Sunda di tengah modernisasi.
Kegiatan bertajuk “Nyuhun Buhun, Nata Nagara” ini merupakan bagian dari peringatan Hari Tatar Sunda yang puncaknya akan digelar di Bandung pada 18 Mei mendatang.
Di tengah derasnya arus modernisasi, kirab budaya seperti ini menjadi pengingat bahwa Jawa Barat bukan hanya kaya alam, tetapi juga memiliki warisan peradaban besar yang masih hidup hingga hari ini. (udn)
Load more