GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Review Buku Lebih Senyap Dari Bisikan, Ketika Menjadi Ibu Berarti Menanggung Dunia Sendirian

“Di akhirat nanti, kalau aku ketemu Tuhan, akan kutanyakan kenapa Dia bikin tubuh perempuan seperti makanan kaleng. Kubayangkan di bawah pusar atau pantatku ada tulisan: Best Before: Mei 2026.”
Jumat, 5 Juni 2026 - 20:45 WIB
Lebih Senyap Dari Bisikan Karya Andina Dwifatma
Sumber :
  • Goodreads.com

Jakarta, tvOnenews.com - “Di akhirat nanti, kalau aku ketemu Tuhan, akan kutanyakan kenapa Dia bikin tubuh perempuan seperti makanan kaleng. Kubayangkan di bawah pusar atau pantatku ada tulisan: Best Before: Mei 2026.”

Kalimat yang tertera di sampul belakang novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma ini langsung menarik perhatian saya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lucu, sinis, tetapi juga menyimpan kegetiran yang nyata. Sebuah kegelisahan yang mungkin pernah dan masih dirasakan banyak perempuan ketika usia mereka mulai dihubungkan dengan pernikahan, kehamilan, dan kemampuan memiliki anak.

Dari kalimat itu saja, mungkin pembaca sudah bisa menebak bahwa novel ini akan berbicara tentang perempuan. Bukan perempuan yang sempurna, melainkan perempuan yang lelah menghadapi berbagai tuntutan yang datang dari lingkungan sekitarnya.

Sinopsis
Novel ini bercerita tentang Amara dan suaminya, Baron. Setelah bertahun-tahun menanti kehadiran anak, mereka akhirnya memiliki seorang putri bernama Yuki.

Namun sang penulis, Andina Dwifatma, tidak menjadikan kelahiran anak sebagai akhir yang bahagia seperti banyak cerita lainnya. 

Justru setelah Yuki lahir, berbagai persoalan baru mulai muncul. Amara harus menghadapi perubahan besar dalam hidupnya sebagai seorang ibu, sementara hubungan dengan Baron juga ikut berubah seiring waktu.

Di tengah tuntutan mengurus anak, menjaga rumah tangga, dan menjalani kehidupan sehari-hari, Amara mulai mempertanyakan banyak hal tentang dirinya sendiri, tentang pernikahannya, dan tentang peran perempuan dalam keluarga.

Menjadi Ibu Ternyata Tidak Menghapus Masalah
Salah satu hal yang saya sukai dari novel ini adalah keberaniannya menggambarkan pengalaman menjadi ibu secara jujur.

Dalam banyak cerita, perempuan yang akhirnya memiliki anak digambarkan seolah telah mendapatkan kebahagiaan yang lengkap. 

Lebih Senyap dari Bisikan menunjukkan kenyataan yang lebih rumit. Memiliki anak tidak serta-merta membuat semua masalah selesai.

Amara tetap merasa lelah. Ia tetap merasa bingung. Kadang ia bahkan merindukan dirinya yang dulu.

Menurut saya, bagian ini menjadi kekuatan utama novel. Andina tidak berusaha membuat Amara terlihat sempurna. Ia membiarkan tokohnya menjadi manusia biasa yang bisa marah, kecewa, dan merasa kewalahan. Karena itulah Amara terasa dekat dan mudah dipahami.

Mengapa Pengasuhan Selalu Jatuh ke Perempuan?
Hal yang paling menarik perhatian saya justru bukan cerita tentang program hamil atau kehidupan rumah tangga Amara. 

Bagaimana novel ini memperlihatkan beban pengasuhan yang lebih banyak dipikul perempuan menjadi hal yang palingmembekas.

Salah satu kutipan yang paling saya ingat berbunyi:

“Mengapa Baron bisa tenang meninggalkan Yuki bersamaku? Apa karena aku seorang ibu dan dengan sendirinya aku tahu apa yang harus kulakukan dengan anakku? Seandainya situasi di balik, aku ingin tahu apakah aku sanggup meninggalkan Yuki dengan Baron sementara aku berkelana sekadar membuat perasaanku lebih baik.” (Halaman 120)

Bagi saya, pertanyaan ini cukup merangkum kritik terbesar novel ini.

Sering kali masyarakat menganggap perempuan secara otomatis lebih mampu mengurus anak dibanding laki-laki. Seolah-olah kemampuan mengasuh adalah bakat alami yang langsung dimiliki seorang ibu begitu anaknya lahir.

Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Menjadi orang tua adalah sesuatu yang dipelajari. Namun karena perempuan dianggap sebagai penanggung jawab utama pengasuhan, mereka akhirnya memikul lebih banyak pekerjaan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.

Amara harus memikirkan banyak hal sekaligus seperti kebutuhan anak, kondisi rumah, pekerjaan, dan perasaan semua orang di sekitarnya. 

Beban seperti ini sering disebut mental load, yaitu pekerjaan mengatur dan memikirkan berbagai hal yang sering kali tidak disadari orang lain.

Novel ini juga menarik karena tidak menggambarkan Baron sebagai suami yang jahat. Baron mengalami kegagalan finansial setelah kehilangan banyak uang dan aset akibat gagal dalam trading. 

Peristiwa tersebut membuatnya kehilangan arah dan semangat hidup. Ia terlihat seperti seseorang yang sedang berusaha bertahan dari kekecewaan besar.

Namun di sinilah saya melihat ketimpangan yang ingin ditunjukkan Andina. Ketika Baron terpuruk, ia memiliki ruang untuk berhenti sejenak dan memikirkan dirinya sendiri. Dia bisa pergi berjam-jam entah ke mana dan melakukan apa.

Sementara Amara tidak memiliki pilihan itu. Ia tetap harus menjalankan perannya sebagai ibu dan menjaga agar kehidupan keluarga tetap berjalan.

Novel ini seolah mengajukan pertanyaan sederhana, yaitu mengapa perempuan sering kali tetap dituntut kuat ketika orang lain di sekitarnya sedang runtuh?

Bagi saya, Lebih Senyap dari Bisikan bukan hanya novel tentang seorang perempuan yang menjadi ibu. Novel ini adalah cerita tentang berbagai beban yang sering dianggap wajar untuk dipikul perempuan.

Andina Dwifatma menulis dengan bahasa yang ringan dan mudah diikuti, tetapi berhasil menyelipkan banyak pertanyaan penting tentang pernikahan, pengasuhan, dan ekspektasi terhadap perempuan.

Satu hal yembuat novel ini terasa istimewa adalah kenyataan bahwa kritik-kritik tersebut tidak disampaikan melalui ceramah panjang. Semuanya hadir lewat pengalaman sehari-hari Amara yang terasa sangat dekat dengan kehidupan nyata.

Data Buku

Judul: Lebih Senyap dari Bisikan
Penulis: Andina Dwifatma
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2021
Jumlah Halaman: 164 halaman

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Satgas PKH Diminta Tuntaskan Konflik Kebun Kelapa Sawit di Riau

Satgas PKH Diminta Tuntaskan Konflik Kebun Kelapa Sawit di Riau

Persoalan kebun kelapa sawit masyarakat yang berada di dalam kawasan hutan di Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau turut menjadi sorotan Jarnas Prabowo-Gibran.
Kabar Gembira, Sherly Tjoanda Raih Penghargaan dari Kemendagri dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Kabar Gembira, Sherly Tjoanda Raih Penghargaan dari Kemendagri dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Diketahui Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda meraih banyak penghargaan. Mulai 2 untuk Pemprov Maluku Utara. Lalu Penghargaan untuk Kabupaten Halmahera Tengah
Rusia Perlu Modernisasi Pesawat dan Infrastruktur Bandara

Rusia Perlu Modernisasi Pesawat dan Infrastruktur Bandara

Rusia perlu untuk melakukan modernisasi dan memperluas armada pesawat, serta infrastruktur bandara dalam negeri. Hal ini dikatakan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Diabaikan Belanda dan Belgia, Bek Grade A Inggris Ini Berpeluang Besar Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia

Diabaikan Belanda dan Belgia, Bek Grade A Inggris Ini Berpeluang Besar Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia

John Herdman bisa sumringah! Pascal Struijk kembali tak dipanggil Belanda dan Belgia, membuka peluang bek Premier League itu untuk membela Timnas Indonesia.
Link Nonton Drama Korea The Scandal Full Episode 1-8 Sub Indo: Adegan Ji Chang Wook dan Nana Jadi Sorotan

Link Nonton Drama Korea The Scandal Full Episode 1-8 Sub Indo: Adegan Ji Chang Wook dan Nana Jadi Sorotan

Link nonton drama Korea The Scandal full episode 1-8 subtitle Indonesia, yang diperankan Son Ye Jin, Ji Chang Wook, hingga Nana.
Road to HKBP 165 Padel Series Medan Meriah, Effendi Simbolon: Ajang Silaturahmi dan Sportivitas

Road to HKBP 165 Padel Series Medan Meriah, Effendi Simbolon: Ajang Silaturahmi dan Sportivitas

Road to HKBP 165 Padel Series di Kota Medan berlangsung meriah. Semangat sportivitas lintas kalangan menggema di Hala Ground Academy, Jalan Dwikora No.26-20,

Trending

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia mendapat panggilan mengejutkan ke Jerman U-21, membuka babak baru dalam perebutan jasanya di level internasional.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung 20 September 2026: Ada yang Ketiban Rezeki Tak Terduga

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung 20 September 2026: Ada yang Ketiban Rezeki Tak Terduga

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling beruntung pada 20 September 2026: Ada yang ketiban rezeki tak terduga. Zodiakmu termasuk?
Kondisi Terbaru Pasutri yang Sering Siram Air Kotor saat Warga Mau ke Masjid untuk Shalat, Berujung Digeruduk Warga

Kondisi Terbaru Pasutri yang Sering Siram Air Kotor saat Warga Mau ke Masjid untuk Shalat, Berujung Digeruduk Warga

Pasangan suami istri (pasutri) yang menyiram air kotor ke warga yang menuju masjid untuk shalat Jumat di Kutabaru, Pasar Kemis, Tangerang digeruduk oleh warga.
Lamine Yamal Blak-blakan soal Rasisme: Terjadi Setiap Hari Tanpa Disadari

Lamine Yamal Blak-blakan soal Rasisme: Terjadi Setiap Hari Tanpa Disadari

Bintang Barcelona, Lamine Yamal, mengungkap pengalaman pahitnya menghadapi rasisme yang disebut telah terjadi ribuan kali. Ia menyoroti komentar dan tatapan.
Artis Julia Prastini Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba! Jule Diciduk di Apartemen Jaksel

Artis Julia Prastini Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba! Jule Diciduk di Apartemen Jaksel

Artis Julia Prastini ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta terkait kasus narkoba. Penangkapan Jule diduga berkaitan dengan kasus narkoba etomidate.
Asian Games 2026: Indonesia Berhasil Amankan Tiket Babak Semifinal pada Dua Cabor Ini Sebelum Opening Ceremony

Asian Games 2026: Indonesia Berhasil Amankan Tiket Babak Semifinal pada Dua Cabor Ini Sebelum Opening Ceremony

Indonesia mengamankan dua tiket semifinal Asian Games 2026 Aichi-Nagoya melalui cabang olahraga teqball dan soft tennis beregu putra.
Mbah Hosen Wafat Usai Saksikan Madura United Menang, Laga Kontra PSIM Jadi yang Terakhir

Mbah Hosen Wafat Usai Saksikan Madura United Menang, Laga Kontra PSIM Jadi yang Terakhir

Mbah Hosen, suporter ikonik Madura United, wafat setelah sempat hadir di stadion menyaksikan laga kontra PSIM yang menjadi pertandingan terakhirnya.
Selengkapnya

Viral