Lamine Yamal Blak-blakan soal Rasisme: Terjadi Setiap Hari Tanpa Disadari
- Instagram @sheila_ebana
tvOnenews.com - Bintang Barcelona dan tim nasional Spanyol, Lamine Yamal, mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya sepanjang karier. Pemain muda tersebut mengaku telah menghadapi tindakan dan komentar bernada rasis hingga ribuan kali.
Media Inggris BBC melaporkan bahwa Yamal merasa tindakan rasis masih kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sebagian orang bahkan tidak menyadari bahwa perkataan maupun perilaku mereka dapat dianggap menghina.
“Menurut pemain sayap Barcelona, Lamine Yamal, ia mengalami rasisme setiap hari karena orang bertindak tanpa menyadari bahwa ucapan atau tindakan mereka menghina,” tulis BBC.
- REUTERS/Albert Gea
Yamal Jadi Sasaran Rasisme di Spanyol
Persoalan rasisme yang dialami Yamal juga mendapat perhatian dari Observatorium Spanyol tentang Rasisme dan Xenofobia. Pada awal tahun ini, lembaga tersebut menyatakan bahwa Lamine Yamal dan Vinicius Junior menjadi dua pemain yang paling sering menjadi sasaran rasisme secara daring di Spanyol sepanjang kuartal keempat 2025.
“Yamal dan Vinicius adalah target rasisme online yang paling sering di Spanyol selama kuartal keempat tahun 2025,” demikian pernyataan Observatorium Spanyol tentang Rasisme dan Xenofobia.
BBC juga mengungkapkan bahwa Yamal merupakan salah satu pemain Barcelona yang menjadi sasaran tindakan rasis ketika menghadapi Real Madrid dalam laga El Clásico di Stadion Santiago Bernabéu pada Oktober 2024.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Spanyol Movistar pada Juli lalu, Yamal kemudian berbicara lebih terbuka mengenai pengalaman tersebut.
Mengaku Mengalami Rasisme Ribuan Kali
Yamal mengatakan bahwa tindakan rasis dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk ucapan, perilaku, komentar, hingga tatapan yang menurutnya kerap dilakukan tanpa disadari oleh pelakunya.
“Saya telah mengalami [rasisme] ribuan kali. Orang-orang terlibat dalam ucapan dan perilaku rasis secara tidak langsung. Namun, mereka seringkali tidak menyadarinya sendiri. Ada begitu banyak komentar dan tatapan rasis, namun mereka bahkan tidak menyadarinya,” ujar Yamal.
Meski demikian, Yamal menegaskan bahwa dirinya tidak selalu menganggap setiap perkataan sebagai bentuk penghinaan. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak tersinggung ketika seseorang menyebutnya berkulit hitam.
“Baik dan buruk, dan apakah mereka mengatakan hal-hal itu untuk menghina saya, adalah masalah yang terpisah. Saya sama sekali tidak merasa tersinggung jika seseorang menyebut saya Hitam. Lagipula, saya Hitam, dan saya bukan warna lain,” lanjutnya.
Load more