Backrooms Pecahkan Rekor A24, Fenomena Liminal Space dan Horor Generasi Z
- A24
Jakarta, tvOnenews.com – Dunia perfilman horor kembali kedatangan proyek yang lahir dari budaya internet.
Film Backrooms, yang diadaptasi dari serial video viral di YouTube, menjadi sorotan karena digarap oleh sutradara muda berbakat Kane Parsons, yang memulai kariernya dengan membuat film pendek di kanal YouTube miliknya saat masih berusia remaja.
Nama Kane Parsons pertama kali mencuri perhatian publik pada 2022 melalui video The Backrooms (Found Footage).
Dengan memanfaatkan perangkat sederhana dan kemampuan animasi mandiri, ia berhasil menghadirkan pengalaman horor yang berbeda dari kebanyakan film konvensional.
Video tersebut viral dan ditonton ratusan juta kali, membuka jalan bagi adaptasi layar lebar yang kini diproduksi oleh A24.
Film Backrooms sendiri mengisahkan Clark (Chiwetel Ejiofor), seorang pemilik toko furnitur yang tengah menghadapi masa sulit dalam hidupnya. Ia berjuang melawan kecanduan alkohol sekaligus menghadapi keretakan rumah tangga yang berujung perceraian.
Suatu hari, saat memeriksa gangguan listrik di ruang bawah tanah tokonya, Clark menemukan sebuah celah bercahaya misterius di dinding. Tanpa sengaja, ia masuk ke dimensi aneh yang dikenal sebagai The Backrooms.
Di dalamnya, Clark mendapati dirinya terjebak dalam labirin tak berujung yang dipenuhi ruangan-ruangan kosong berwarna kuning kusam dengan suara dengungan lampu neon yang terus terdengar tanpa henti.
Awalnya, tak ada yang mempercayai cerita Clark. Bahkan terapisnya, Dr. Mary Kline (Renate Reinsve), menganggap pengalaman tersebut hanya halusinasi.
Untuk membuktikan bahwa tempat itu benar-benar ada, Clark mengajak asistennya, Kat, dan kekasih Kat, Bobby, memasuki Backrooms sambil membawa peralatan dokumentasi.
Namun perjalanan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika berbagai entitas mengerikan mulai bermunculan.
Fenomena Backroom Kane Parsons
Berbeda dengan film horor yang mengandalkan kemunculan monster, hantu atau jump scare, Backrooms membangun ketakutan melalui suasana yang disebut sebagai liminal space.
Konsep ini merujuk pada tempat-tempat yang terasa familiar namun kosong yang memunculkan perasaan tidak nyaman, seperti lorong kantor tanpa penghuni, pusat perbelanjaan yang sepi, atau ruangan yang tampak tidak memiliki jalan keluar.
Load more