Polda Kalsel Bongkar 128,7 Kg Narkoba Jenis Sabu, Jejak Jaringan Fredy Pratama Kembali Menghantui Indonesia
- Antara Latif Thohir/Satrio Giri Marwanto/Arsy Fitriady
“Untungnya kita bisa menggagalkan barang ini hingga tak sempat beredar,” kata Kapolda.
Penyidik masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap siapa pengendali utama jaringan tersebut. Polisi juga membuka kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat.
“Kami menduga ini adalah jaringan peredaran narkoba internasional,” ujar Yudha.
Jika terbukti terhubung dengan jaringan besar, kasus ini akan menambah daftar panjang operasi pemberantasan sindikat narkoba lintas negara yang selama ini menjadi perhatian aparat keamanan Indonesia.
Mengapa Kalimantan Masih Menjadi Target Bandar Narkoba?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa wilayah Kalimantan terus menjadi sasaran sindikat narkoba.
Jawabannya tidak sederhana. Kalimantan memiliki jalur laut yang luas dan berdekatan dengan sejumlah rute perdagangan internasional.
Selain itu, aktivitas ekonomi di sektor pertambangan dan perkebunan menciptakan mobilitas penduduk yang tinggi sehingga sering dimanfaatkan jaringan kriminal untuk memasarkan narkotika.
Dalam kasus ini, nilai ekonomi barang bukti yang berhasil disita diperkirakan mencapai lebih dari Rp231 miliar. Jika berhasil beredar di masyarakat, dampaknya bisa sangat besar.
Kapolda Kalsel menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini bukan hanya soal jumlah barang bukti yang diamankan.
“Hari ini kita mengungkap 128,7 kilogram narkotika, namun yang lebih penting adalah kita menyelamatkan ratusan anak bangsa dan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan masih menjadi target peredaran narkoba,” tegasnya.
Para tersangka kini dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman penjara seumur hidup hingga pidana mati apabila terbukti bersalah.
Polda Kalsel memastikan pengembangan kasus akan terus dilakukan untuk membongkar jaringan yang lebih besar di balik penyelundupan tersebut.
Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam memerangi narkoba dengan memberikan informasi kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan.
“Narkotika ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Jangan beri ruang sekecil apa pun terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kalimantan Selatan,” tegasnya.
Kasus penyitaan 128,7 kilogram sabu ini menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba masih nyata. Di balik setiap kilogram sabu yang berhasil diamankan, terdapat upaya besar untuk melindungi masyarakat dari dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan yang ditimbulkan oleh peredaran narkotika.
Load more