Polda Metro Jaya Bongkar 6 Kasus Narkoba Paling Mencengangkan, Ada Pabrik Vape Etomidat hingga Gudang Pakan Ternak Berkedok Laboratorium Gelap
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Peredaran narkoba di Indonesia terus mengalami perkembangan dengan berbagai modus yang semakin sulit dideteksi aparat.Â
Para pelaku tak lagi mengandalkan transaksi konvensional, tetapi juga membangun laboratorium rahasia, memanfaatkan apartemen mewah, hingga menyamarkan lokasi produksi sebagai tempat usaha biasa agar lolos dari pengawasan.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa jaringan narkotika kini bekerja secara lebih terorganisasi dan melibatkan sindikat lintas daerah bahkan lintas negara.Â
Beragam jenis narkoba maupun obat terlarang diproduksi menggunakan fasilitas yang dirancang menyerupai industri rumahan sehingga keberadaannya tidak mudah dicurigai masyarakat.
Di tengah kompleksitas itu, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya berhasil membongkar sejumlah jaringan besar sepanjang semester pertama 2026.Â
Sedikitnya enam kasus paling menonjol berhasil diungkap, mulai dari laboratorium vape etomidat, pabrik pil koplo, industri rumahan ekstasi, hingga sindikat sabu dan ganja yang melibatkan jaringan internasional.
Polda Metro Jaya Ungkap Enam Kasus Narkoba Paling Menonjol
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mencatat enam pengungkapan kasus narkoba terbesar sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Kasus-kasus tersebut dinilai memiliki dampak besar terhadap peredaran narkotika di wilayah Indonesia sekaligus menjadi perhatian publik.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ahmad David, menjelaskan seluruh pengungkapan tersebut dalam konferensi pers di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
"Pertama, kasus **Clandestine Lab Vape Etomidat (Narkotika Golongan II)** yang dibongkar di tiga lokasi apartemen di Jakarta dengan mengamankan delapan tersangka," ujar David, dikutip dari Antara.
Menurutnya, para pelaku memanfaatkan unit apartemen sebagai tempat produksi agar aktivitas mereka tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar.
- ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/kye.
Dari penggerebekan itu, polisi menyita 2.807 cartridge vape, 3,2 kilogram serbuk etomidat, serta 27.730 mililiter cairan etomidat. Barang bukti tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 450.000 cartridge vape siap edar.
Kasus besar berikutnya adalah laboratorium gelap pembuat pil koplo yang beroperasi dengan kedok gudang pakan ternak di Semarang dan Jakarta.
"Empat tersangka yang berperan sebagai penyandang dana hingga peracik ditangkap beserta barang bukti 308.000 butir pil karisoprodol dan 2,587 ton prekursor. Para pelaku mengelabui warga sekitar dengan menyamarkan lokasi produksi sebagai gudang pakan ternak," kata David.
Load more