News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Rudapaksa Perempuan Disabilitas Gegerkan Jaksel, Korban Melahirkan, Polisi Terus Buru Pelaku

Polisi masih memburu pelaku dugaan rudapaksa terhadap perempuan disabilitas di Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang menyebabkan korban hamil hingga melahirkan seorang bayi.
Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIB
ilustrasi Kasus Rudapaksa Perempuan Disabilitas Gegerkan Jaksel, Korban Melahirkan, Polisi Terus Buru Pelaku
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap perempuan penyandang disabilitas kembali menyita perhatian publik. Seorang perempuan berinisial DH (25) yang memiliki keterbatasan komunikasi diduga menjadi korban rudapaksa di kawasan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

Peristiwa tersebut baru terungkap setelah korban diketahui hamil hingga akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkara ini menjadi sorotan karena korban merupakan penyandang disabilitas yang tidak mampu menjelaskan secara rinci kronologi kejadian maupun identitas pelaku. 

Kondisi tersebut membuat proses penyelidikan menjadi lebih kompleks, sementara keluarga mengaku sama sekali tidak mengetahui korban tengah mengandung hingga menjelang persalinan.

Kepolisian kini terus mengusut kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi, menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV), serta berkoordinasi dengan perangkat lingkungan setempat. 

Hingga saat ini, identitas pelaku masih belum diketahui dan aparat masih melakukan pengejaran untuk mengungkap pelaku serta mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Polisi Telusuri CCTV, Pelaku Masih Dalam Pengejaran

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi memastikan penyidik masih memburu pria yang diduga melakukan rudapaksa terhadap korban.

"Pelakunya kita cari, ya. Jadi yang bertopi, ya ada di situ kita cari," kata Nurma Dewi melansir dari Antara.

Menurut Nurma, penyidik telah memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Namun hingga kini, identitas pria yang terekam kamera belum berhasil dipastikan.

Ia menjelaskan, aparat juga telah berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat. Meski demikian, warga sekitar mengaku tidak mengenali pria yang diduga sebagai pelaku.

Proses penyelidikan semakin sulit karena korban merupakan penyandang tuna wicara sekaligus memiliki keterbatasan intelektual sehingga tidak dapat memberikan keterangan secara utuh mengenai pelaku, waktu kejadian, maupun lokasi pasti terjadinya tindak pidana.

Kasus ini menjadi perhatian luas setelah beredar di media sosial melalui akun Instagram @jagakarsa_update, yang mengunggah informasi mengenai dugaan rudapaksa terhadap perempuan penyandang disabilitas hingga menyebabkan korban hamil.

Kasus Terungkap Setelah Korban Melahirkan

Berdasarkan keterangan keluarga, mereka baru mengetahui dugaan kekerasan seksual setelah DH menjalani proses persalinan. Karena korban tidak memahami kondisi kehamilannya dan memiliki keterbatasan komunikasi, keluarga juga tidak menyadari bahwa korban telah mengandung selama beberapa bulan.

Korban diketahui melahirkan seorang bayi laki-laki di Rumah Sakit Aulia Jagakarsa pada 2 Juni 2026. Dalam perkembangan terbaru, polisi menyebut bayi tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial karena keluarga merasa tidak mampu memberikan perawatan yang memadai.

"Saya dapat informasi langsung dari bapak korban, bahwa memang bayi tersebut sudah ditaruh di atau diserahkan ke Dinas Sosial. Ya, kemarin setelah dia melahirkan," ujar Nurma.

Ayah korban diketahui bekerja sebagai pengemudi ojek daring. Dengan keterbatasan kondisi ekonomi dan situasi keluarga, bayi akhirnya diserahkan kepada pemerintah agar memperoleh perlindungan dan perawatan yang layak.

Sebelumnya, keluarga sempat melaporkan dugaan tindak pidana tersebut kepada kepolisian pada 30 Maret 2026. Namun, proses penanganan awal sempat terkendala biaya pemeriksaan visum. Laporan kemudian kembali diajukan pada 5 April 2026 sehingga penyelidikan dapat dilanjutkan.

Saat ini penyidik masih memeriksa keluarga korban, mengumpulkan alat bukti, serta mencari petunjuk lain untuk mengidentifikasi pelaku.

Pelaku Terancam UU TPKS dan KUHP

Kasus dugaan rudapaksa terhadap penyandang disabilitas merupakan tindak pidana serius yang diatur dalam berbagai ketentuan hukum di Indonesia. Apabila terbukti, pelaku dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), khususnya ketentuan mengenai kekerasan seksual terhadap korban yang berada dalam kondisi rentan, termasuk penyandang disabilitas.

Selain itu, penyidik juga dapat menerapkan Pasal 6 UU TPKS apabila unsur persetubuhan secara melawan hukum terbukti, dengan ancaman pidana penjara yang berat sesuai ketentuan perundang-undangan.

Di samping UU TPKS, penyidik dapat mempertimbangkan penerapan Pasal 285 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) apabila terbukti terdapat unsur pemerkosaan, atau ketentuan dalam KUHP Nasional (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023) yang mengatur tindak pidana kekerasan seksual, bergantung pada waktu terjadinya peristiwa dan hasil pembuktian selama proses penyidikan.

Korban penyandang disabilitas juga memperoleh perlindungan khusus berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin hak setiap penyandang disabilitas untuk bebas dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, pelecehan, dan diskriminasi.

Hingga kini, Polsek Jagakarsa masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri rekaman CCTV, serta memperluas pencarian terhadap pria yang diduga sebagai pelaku. 

Polisi berharap masyarakat yang memiliki informasi mengenai identitas pelaku segera melapor agar kasus ini dapat segera diungkap dan pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kenapa Haaland Bawa Pulang Rakun dari Piala Dunia 2026? Ternyata Harganya Selangit

Kenapa Haaland Bawa Pulang Rakun dari Piala Dunia 2026? Ternyata Harganya Selangit

Erling Haaland bikin heboh usai Piala Dunia 2026 dengan membawa pulang rakun awetan yang harganya fantastis. Simak cerita unik di balik suvenir tersebut.
Persib Butuh Spesialis Pressing, Igor Tolic Puas dengan Pilihannya Rekrut Gakuto Notsuda

Persib Butuh Spesialis Pressing, Igor Tolic Puas dengan Pilihannya Rekrut Gakuto Notsuda

Persib resmi merekrut Gakuto Notsuda untuk mengisi pos gelandang, Igor Tolic menyebut pemain asal Jepang ini jadi spesialis pressing untuk menekan lini belakang lawan. 
Tiga Kampus Milik Muhammadiyah di Yogyakarta Tersandung Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Haedar Nashir: Tindak Tegas Tanpa Kompromi

Tiga Kampus Milik Muhammadiyah di Yogyakarta Tersandung Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Haedar Nashir: Tindak Tegas Tanpa Kompromi

Tiga perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah tersandung kasus dugaan pelecehan seksual. 
Rumah Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi Digeledah KPK, Ada Apa?

Rumah Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi Digeledah KPK, Ada Apa?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terhadsp rumah anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bobby Adhityo Rizaldi. 
Ruben Onsu Tak Kuat Lagi, Tegur Keras Giorgio Antonio yang Dinilai Ambil Peran Ayah bagi Anak-anaknya

Ruben Onsu Tak Kuat Lagi, Tegur Keras Giorgio Antonio yang Dinilai Ambil Peran Ayah bagi Anak-anaknya

Ruben Onsu menegur keras Giorgio Antonio yang dinilai mengambil peran ayah bagi anak-anaknya di tengah sengketa hak asuh dengan Sarwendah.
Satgas PRR Genjot Pemulihan Pascabencana di Sumut, Letjen Richard Tampubolon Pastikan Penyintas Segera Punya Huntap

Satgas PRR Genjot Pemulihan Pascabencana di Sumut, Letjen Richard Tampubolon Pastikan Penyintas Segera Punya Huntap

Satgas PRR mempercepat pembangunan Huntap di Padang Sidimpuan dan Tapanuli Selatan, Sumut. Sebanyak 1.133 rumah ditargetkan dibangun untuk mempercepat pemulihan.

Trending

Terkuak Motif Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Tak Percaya

Terkuak Motif Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Tak Percaya

Pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya tidak lantas percaya begitu saja dengan pengakuan pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 
Begini Penjelasan Koh Dondy Tan di Tengah Isu Keyakinan Komedian Temon Diduga Mualaf tapi Dikuburkan secara Nasrani

Begini Penjelasan Koh Dondy Tan di Tengah Isu Keyakinan Komedian Temon Diduga Mualaf tapi Dikuburkan secara Nasrani

Kabar tutup usia komedian Temon Templar menjadi duka bersama, terutama di dunia hiburan Indonesia. Sebab ia salah satu komedian dan artis yang menghibur
Prediksi Skor Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Mbappe vs Yamal, Siapa yang Layak Lolos ke FInal?

Prediksi Skor Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Mbappe vs Yamal, Siapa yang Layak Lolos ke FInal?

Prediksi skor Prancis vs Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026. Simak prediksi susunan pemain, rekor pertemuan, analisis kekuatan, dan peluang lolos ke final.
Terinspirasi Program Makan Bergizi Gratis, Ibu di Wonosobo Ini Namai Bayinya "Muhammad MBG Subianto"

Terinspirasi Program Makan Bergizi Gratis, Ibu di Wonosobo Ini Namai Bayinya "Muhammad MBG Subianto"

Pasangan suami istri asal Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, memilih nama yang tidak biasa untuk putra ketiga mereka, yaitu Muhammad MBG Subianto.
LHI Riau Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Access Point Rp2,3 Miliar di UIN Suska, Polda Mulai Selidiki

LHI Riau Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Access Point Rp2,3 Miliar di UIN Suska, Polda Mulai Selidiki

Laporan tersebut secara resmi disampaikan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau pada Selasa (14/7/2026). Pengaduan ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Ketua DPD LHI Riau, Muhajirin Siringo Ringo, dengan melampirkan dokumen hasil investigasi setebal 21 halaman.
Nama Gus Miftah Terseret dalam Kasus DJKA, KPK Dalami soal Penerimaan Uang Rp100 Juta

Nama Gus Miftah Terseret dalam Kasus DJKA, KPK Dalami soal Penerimaan Uang Rp100 Juta

Nama Gus Miftah kembali mencuat di tengah-tengah publik bahkan jadi perbincangan publik, usai namanya disebut dalam persidangan kasus proyek pembangunan jalur
3 Shio yang Mendadak Dapat Rezeki Nomplok pada 15 Juli 2026, Siapa Saja?

3 Shio yang Mendadak Dapat Rezeki Nomplok pada 15 Juli 2026, Siapa Saja?

3 shio yang mendadak dapat rezeki nomplok pada 15 Juli 2026 terungkap! Cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio Rabu besok, siapa yang paling beruntung ?
Selengkapnya

Viral