Lebih dari 90 Persen Penderita Melasma Perempuan, Ini Faktor Penyebabnya
- Freepik/Magnific.
Menurut Stanley, diagnosis yang tepat dapat membantu dokter membedakan melasma dengan jenis hiperpigmentasi lain sehingga terapi dapat disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.
Sementara itu, dokter estetika dr. Ratna Yuliarviana menjelaskan bahwa penanganan melasma tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan kombinasi terapi medis serta kebiasaan melindungi kulit dari paparan sinar matahari agar hasilnya lebih optimal.
"Melasma memang bisa dikendalikan, tetapi membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Dalam praktik sehari-hari, saya mengombinasikan redermalisasi menggunakan Hyaluronic Acid dan Succinic Acid dengan Growth Factors untuk memperbaiki kualitas kulit dan mendukung regenerasi sel. Terapi ini perlu diimbangi dengan penggunaan sunscreen setiap hari agar hasilnya lebih optimal dan risiko kekambuhan dapat diminimalkan," ungkapnya.
Selain tindakan medis, para ahli juga mengingatkan pentingnya penggunaan tabir surya setiap hari dengan perlindungan spektrum luas dan SPF yang memadai. Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko munculnya kembali melasma, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah beriklim tropis. (cmi)
Load more