News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Studi: Pasien DBD Tetap Keluar Biaya Jutaan Meski Terdaftar JKN

Studi terbaru memperkirakan total beban ekonomi akibat DBD di Indonesia sepanjang 2024 mencapai sekitar USD550,9 juta atau hampir Rp9 triliun.
Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:52 WIB
Ilustrasi Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD).
Sumber :
  • Sri Gustina

Jakarta, tvOnenews.com - Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan di Indonesia. Selain menyebabkan tingginya angka kesakitan, penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini juga menimbulkan dampak ekonomi yang tidak sedikit bagi negara maupun masyarakat.

Studi terbaru dari Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkirakan total beban ekonomi akibat dengue di Indonesia sepanjang 2024 mencapai sekitar USD550,9 juta atau hampir Rp9 triliun. Pada periode yang sama, jumlah rawat inap akibat penyakit tersebut diperkirakan menembus lebih dari 2 juta kasus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peneliti dari FK-KMK UGM, Dr. Diah Ayu Puspandari, M.Kes, MBA, Apt., mengatakan kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) belum sepenuhnya menghilangkan beban finansial yang harus ditanggung pasien.

“Studi terbaru kami pada 2024 menunjukkan bahwa kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) belum sepenuhnya membebaskan pasien dari beban biaya. Pasien JKN masih harus mengeluarkan biaya mandiri (out-of-pocket) rata-rata Rp1,1–1,3 juta saat menghadapi sebuah periode sakit akibat dengue untuk kebutuhan nonmedis seperti transportasi dan akomodasi pendamping, di luar hilangnya produktivitas (termasuk kehilangan pendapatan). Sementara bagi pasien yang tidak memiliki asuransi, biayanya melonjak drastis hingga Rp4,3–5,6 juta karena seluruh biaya perawatan medis harus ditanggung sendiri," ujar Dr Diah dalam keterangannya, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Menurut hasil penelitian tersebut, beban ekonomi paling berat dirasakan kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Selain biaya pengobatan, keluarga juga harus menghadapi pengeluaran tambahan untuk transportasi, akomodasi pendamping pasien, hingga kehilangan pendapatan akibat tidak dapat bekerja selama masa perawatan.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), menilai dampak dengue tidak hanya terlihat dari biaya rumah sakit, tetapi juga hilangnya produktivitas keluarga.

“Pada saat salah satu anak terserang infeksi dengue dan perlu perawatan di rumah sakit, maka orang tua harus mendampingi sehingga kehilangan waktu untuk bekerja dan mengurangi produktivitas. Demikian pula jika orang tua yang sakit, keluarga harus merawat dan dapat mengganggu suasana dan ekonomi keluarga. Maka dapat dikatakan bahwa selain biaya perawatan dan pengobatan yang harus dikeluarkan, dampak lain yang tidak tampak adalah terganggunya produktivitas; apalagi untuk pemulihan dari infeksi dengue perlu waktu yang cukup lama sekitar 1-2 minggu,” urai Prof. Sri.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ribuan Anak Peragakan Tari Kolosal Saat Pembukaan Festival Ciomas Ngabring 2026

Ribuan Anak Peragakan Tari Kolosal Saat Pembukaan Festival Ciomas Ngabring 2026

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten menggelar Festival Ciomas Ngabring 2026 di Kecamatan Ciomas.
Milad ke-27, PBB Tekankan Dukung Program Prioritas Era Prabowo

Milad ke-27, PBB Tekankan Dukung Program Prioritas Era Prabowo

Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB) resmi menutup kegiatan Rakernas dan Bimtek bagi anggota DPRD se-Indonesia.
Studi Ungkap Semaglutide Bantu Perbaiki Gangguan Metabolik pada Pasien Skizofrenia, Tanpa Perburuk Kondisi Mental

Studi Ungkap Semaglutide Bantu Perbaiki Gangguan Metabolik pada Pasien Skizofrenia, Tanpa Perburuk Kondisi Mental

Sebuah uji klinis acak menunjukkan bahwa penggunaan semaglutide pada pasien skizofrenia dengan prediabetes dan obesitas mampu memperbaiki berbagai indikator metabolik.
Dorong Kesejahteraan Petani Sawit, PKSPI Sodorkan Usulan ke Pemerintah

Dorong Kesejahteraan Petani Sawit, PKSPI Sodorkan Usulan ke Pemerintah

Petani Kelapa Sawit Produktif Indonesia (PKSPI) menyampaikan sejumlah usulan terkait upaya membantu pemerintah untuk melakukan pembinaan kepada petani kelapa sawit khususnya bagi petani swadaya.
Pemerintah Belgia Larang Impor Produk Israel dari Palestina

Pemerintah Belgia Larang Impor Produk Israel dari Palestina

Pemerintah Belgia telah memberikan pengumuman larangan impor produk yang berasal dari wilayah Palestina yang dijajah oleh Israel.
Iran Terus Luncurkan Rudal dan Drone ke Pangkalan AS

Iran Terus Luncurkan Rudal dan Drone ke Pangkalan AS

IRGC mengumumkan bahwa Angkatan Udara telah melakukan serangan besar dan berturut-turut dengan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak (drone) kepada hanggar pesawat tempur dan landasan pacu pangkalan udara Amerika Serikat di Al Azraq, Yordania, dan pangkalan di Kuwait.

Trending

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI, Akui Bangga: Hari Ini Saya Bahagia

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI, Akui Bangga: Hari Ini Saya Bahagia

Presiden RI Prabowo Subianto mengaku sangat bahagia dan bangga dengan para petani dan nelayan di Indonesia dan menyebut mereka sebagai pahlawan sebenarnya.
Kasus Febrie Adriansyah Semakin Jadi Sorotan, Eks Kabareskrim sebut Kejagung Tak Akan Pertaruhkan Reputasinya

Kasus Febrie Adriansyah Semakin Jadi Sorotan, Eks Kabareskrim sebut Kejagung Tak Akan Pertaruhkan Reputasinya

Usai Don Ritto resmi diserahkan dari penyidik Kortastipidkor kepada Kejagung dan langsung ditahan di Rutan C7 Kejagung. Namun, Eks Jampidsus Febrie Adiransyah
Pelaku Pembacokan Samurai di Lumajang Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan Ojol

Pelaku Pembacokan Samurai di Lumajang Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan Ojol

Pelaku penganiayaan yang membacok seorang pemuda menggunakan samurai di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi tersangka dalam kasus pemerkosaan terhadap pengemudi ojol
AKBP Yunar Hotma Pamit dari Bumi Serepat Serasan, Resmi Bertugas di Kabag Wasdik Dirkrimsus Polda Jatim

AKBP Yunar Hotma Pamit dari Bumi Serepat Serasan, Resmi Bertugas di Kabag Wasdik Dirkrimsus Polda Jatim

AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait resmi berpamitan dengan masyarakat Bumi Serepat Serasan. Ia mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Penukal Abab Lematang Ili
Hotman Sebut Febrie Tangan Kanan Prabowo yang Dikriminalisasi: Ia Kembalikan Uang Negara Rp430 Triliun

Hotman Sebut Febrie Tangan Kanan Prabowo yang Dikriminalisasi: Ia Kembalikan Uang Negara Rp430 Triliun

Hotman sebut Febrie merupakan tangan kanan Presiden Prabowo di Satgas Penertiban Kawasan Hutan yang telah menyetor uang ke negara Rp430 triliun dari penegakkan hukum. 
Putra Sulung Hotman Paris Kecewa Berat usai Ayahnya Jadi Pengacara Febrie Jampidsus: Halah Kebanyakan Pencitraan

Putra Sulung Hotman Paris Kecewa Berat usai Ayahnya Jadi Pengacara Febrie Jampidsus: Halah Kebanyakan Pencitraan

Lewat unggahan di Stories Instagram pribadi miliknya, Frank melontarkan kritik tajam dan menyebut bahwa aksi Hotman Paris hanyalah sekadar pencitraan belaka.
Wakil Ketua Komisi III DPR Ingatkan Hotman Tidak Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Eks Jampidsus

Wakil Ketua Komisi III DPR Ingatkan Hotman Tidak Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Eks Jampidsus

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea, tidak membawa-bawa nama Presiden Prabowo
Selengkapnya

Viral