News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Masih Misterius, Polisi Temukan Jejak ke Malaysia

Polisi mengungkap atlet golf Jesslyn Wijaya diduga meninggalkan Indonesia menuju Malaysia sehari setelah dilaporkan diculik di Jakarta Pusat. Motif masih didalami dan penyelidikan terus berlanjut.
Selasa, 21 Juli 2026 - 20:57 WIB
Kronologi Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Masih Misterius, Polisi Temukan Jejak ke Malaysia
Sumber :
  • Instagram

tvOnenews.com - Kasus dugaan penculikan atlet golf perempuan Jesslyn Wijaya memasuki babak baru. Setelah sempat dilaporkan menjadi korban penjemputan paksa di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, polisi mengungkap fakta bahwa perempuan berinisial J itu diduga telah meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia, hanya sehari setelah peristiwa tersebut terjadi.

Temuan itu membuat penyidik masih berhati-hati dalam menyimpulkan apakah peristiwa yang dilaporkan benar merupakan tindak pidana penculikan atau memiliki latar belakang lain. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski laporan dari pelapor telah dicabut, Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan hingga keselamatan korban dipastikan dan seluruh fakta berhasil diungkap.

Polisi Temukan Fakta Jesslyn Berangkat ke Malaysia

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, informasi mengenai keberangkatan Jesslyn diperoleh berdasarkan manifes penerbangan yang telah diterima penyidik.

"Kejadian tersebut tanggal 13, lalu tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes yang kami terima bersama dua orang lainnya yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengan J," kata Roby melansir dari Antara.

Menurut Roby, penyidik belum dapat memastikan apakah rangkaian kejadian tersebut merupakan tindak pidana.

"Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat masih melakukan serangkaian kegiatan untuk memastikan apakah peristiwa ini sebuah perbuatan pidana atau tidak," ujarnya.

Hasil penyelidikan sementara menguatkan adanya peristiwa seseorang membawa Jesslyn secara paksa ke dalam sebuah mobil.

"Memang benar ada kejadian sesuai yang dilaporkan, yaitu membawa korban atas nama J oleh empat atau lima orang ke mobil secara paksa," jelas Roby.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Namun, upaya memperoleh bukti visual terkendala karena tidak ditemukan kamera pengawas (CCTV) yang merekam langsung lokasi kejadian.

"Untuk CCTV di lokasi kebetulan tidak ditemukan CCTV yang mengarah ataupun merekam kejadian tersebut. Namun, keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi memang menyampaikan ada kejadian tersebut," katanya.

### Motif Masih Didalami, Belum Ada Permintaan Tebusan

Penyidik kini menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua anggota keluarga yang diketahui bepergian bersama Jesslyn ke Malaysia, termasuk ayah korban.

Polisi juga masih mendalami motif di balik dugaan penjemputan paksa tersebut. Hingga saat ini belum ditemukan indikasi bahwa pelaku meminta uang tebusan sebagaimana lazim terjadi dalam kasus penculikan.

"Untuk motif sendiri kami masih belum bisa pastikan. Masih ada beberapa motif yang kami pertimbangkan. Namun sampai saat ini belum ada informasi terkait permintaan uang tebusan," ujar Roby.

Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia Shinta mengatakan pihaknya turut melakukan pendalaman karena korban merupakan seorang perempuan.

"Kami dari Satres PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat berkoordinasi dengan Satreskrim untuk mengecek kondisi korban, termasuk kondisi psikologisnya. Yang kami lihat adalah memang dari korban itu tidak ada kekerasan," kata Rita.

Sementara itu, polisi memastikan penyelidikan tidak dihentikan meski pelapor berinisial NA telah mencabut laporannya secara tertulis.

"Kami dari Satreskrim dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak masih belum menghentikan penyelidikan sampai dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, serta memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana," tegas Roby.

Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Kejanggalan

Di sisi lain, kuasa hukum calon suami Jesslyn, Andi Darti, membenarkan bahwa kliennya memperoleh informasi Jesslyn kini berada di Malaysia. Namun, ia mempertanyakan alasan keberangkatan dilakukan melalui Semarang, bukan langsung dari Jakarta.

"Kalau memang dia akan diberangkatkan ke Malaysia atau Singapura, toh di Jakarta juga ada bandara kenapa harus melalui Semarang? Kenapa mesti diantarkotakan baru dilintasnegarakan?" ujarnya.

Andi juga mengaku menemukan sejumlah kejanggalan ketika memeriksa apartemen Jesslyn di kawasan Pluit, Jakarta Utara. 

Menurutnya, berbagai barang pribadi seperti pakaian, perlengkapan rias, hingga obat-obatan masih tertinggal di apartemen sehingga dinilai tidak menunjukkan adanya persiapan bepergian ke luar negeri.

Selain itu, pihaknya menyebut penyidik sempat mendatangi rumah keluarga Jesslyn di kawasan Ancol, Jakarta Utara, namun disebut tidak mendapat izin untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, calon suami Jesslyn, Evan, menyatakan akan terus mengawal proses hukum hingga keberadaan Jesslyn benar-benar dipastikan aman.

"Saya masih fokus berkomunikasi dengan kepolisian untuk mencari bukti-bukti dan cari petunjuk-petunjuk baru supaya Jesslyn bisa cepat ditemukan dan kembali untuk bisa menjalani kehidupannya yang normal sedia kala," katanya.

Pasal Hukum yang Berpotensi Diterapkan

Apabila penyelidikan nantinya membuktikan telah terjadi penculikan atau perampasan kemerdekaan seseorang, pelaku dapat dijerat dengan sejumlah ketentuan pidana, antara lain:

* Pasal 328 KUHP, yang mengatur tentang penculikan atau membawa seseorang secara melawan hukum dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.
* Pasal 333 KUHP, mengenai perampasan kemerdekaan seseorang secara melawan hukum dengan ancaman pidana penjara paling lama 8 tahun.
* Jika terbukti terdapat unsur kekerasan, ancaman, atau tindak pidana lain yang menyertai, penyidik dapat menerapkan pasal berlapis sesuai hasil penyidikan.

Namun hingga kini, kepolisian belum menetapkan adanya tindak pidana maupun tersangka. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta mengklarifikasi seluruh rangkaian peristiwa untuk memastikan apakah dugaan penculikan tersebut benar terjadi atau merupakan persoalan lain yang melibatkan pihak keluarga. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terungkap! Ini Peran Dua Tersangka TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia di Bogor, Satu Masih Buron

Terungkap! Ini Peran Dua Tersangka TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia di Bogor, Satu Masih Buron

Meskipun satu buron, Tim Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri mengungkap peran tersangka dalam kasus TPPO sebagai tentara bayaran Rusia di Bogor.
Modus Tersangka TPPO Tentara Bayaran Rusia, Korban Diiming-Imingi Gaji hingga Rp620 Juta

Modus Tersangka TPPO Tentara Bayaran Rusia, Korban Diiming-Imingi Gaji hingga Rp620 Juta

Adapun modus operandi yang dilakukan tersangka yaitu mempermudah korban untuk sampai ke Rusia menjadi tentara bayaran dan mengiming-imingi gaji yang besar.
Usai Sekian Purnama, Shayne Pattynama Resmi Masuk Skuad Persija saat Hadapi PSMS Medan di League Cup  ‎

Usai Sekian Purnama, Shayne Pattynama Resmi Masuk Skuad Persija saat Hadapi PSMS Medan di League Cup ‎

Shayne Pattynama secara resmi masuk dalam skuad dan dibawa Persija Jakarta untuk menghadapi PSMS Medan di laga perdana I League Cup 2026-2027.
Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Perjalanan Saat Rakor Persiapan Nataru

Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Perjalanan Saat Rakor Persiapan Nataru

Korlantas Polri bersama sejumlah stakeholder menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

Seorang mantan pegawai Amazon di Seattle, Amerika Serikat meninggal dunia diduga setelah ikuti saran medis yang diberikan ChatGPT. Pihak keluarga gugat OpenAI.
Istri Sah Dwi Bagus Martono Tak Tahu Suami Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Akui sedang Ngajar di Sekolah

Istri Sah Dwi Bagus Martono Tak Tahu Suami Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Akui sedang Ngajar di Sekolah

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40), tersangka kasus pembunuhan istri siri, Dini Hardiyanti (30), dan anak di Madiun mengaku tidak tahu peristiwa tersebut.

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Selengkapnya

Viral