News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nyaris Jual Rumah untuk Berobat, Sudarno Bersyukur Adanya JKN

Sudarno (49) warga Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, menceritakan bagaimana manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat harus menjalani pengobatan.
Rabu, 22 Juli 2026 - 18:27 WIB
Sudarno (49) warga Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, merasakan dampak program JKN.
Sumber :
  • BPJS Kesehatan

Jakarta, tvOnenews.com - Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan sakit akan datang. Biaya pengobatan yang tinggi sering kali menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat, terlebih ketika harus menjalani perawatan dalam waktu yang lama dan berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Namun, kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan rasa aman bagi peserta karena dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya pengobatan.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Sudarno (49), warga Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Pria yang telah menjadi peserta JKN selama lebih dari 20 tahun tersebut saat ini terdaftar sebagai anggota keluarga dari peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) melalui kepesertaan istrinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sudarno mengaku telah merasakan manfaat besar dari Program JKN sejak pertama kali menjadi peserta. Namun pengalaman yang paling membekas baginya terjadi saat dirinya harus menjalani pengobatan akibat penyakit batu empedu yang sempat membuatnya khawatir akan masa depan keluarganya.

"Dari awal menjadi peserta BPJS Kesehatan saya sangat terbantu sekali. Besar sekali manfaat yang saya rasakan. Saat kondisi saya sedang menurun, saya sempat sedih dan memikirkan biaya pengobatan. Saya bahkan sudah mempersiapkan rumah dan kendaraan untuk dijual agar pengobatan saya bisa berjalan lancar. Tetapi alhamdulillah semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan," tuturnya.

Perjalanan pengobatannya dimulai dari pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebelum akhirnya mendapatkan rujukan ke rumah sakit. Karena keterbatasan alat kesehatan di Sukabumi saat itu, ia kemudian dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit di luar kota.

"Dari puskesmas saya dirujuk ke rumah sakit di Sukabumi, kemudian dirujuk lagi ke rumah sakit di luar kota karena keterbatasan alat. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, saya didiagnosis mengalami batu empedu," katanya.

Awalnya dokter mempertimbangkan tindakan operasi untuk menangani penyakit yang dideritanya. Namun setelah menjalani serangkaian pengobatan dan terapi, kondisinya perlahan membaik sehingga tindakan operasi tidak perlu dilakukan.

"Alhamdulillah saya tidak sampai menjalani operasi karena pengobatan dan obat-obatan yang diberikan memberikan hasil yang baik sampai akhirnya kondisi saya membaik," ujarnya.

Selama menjalani pengobatan, Sudarno harus berpindah-pindah rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medisnya. Ia pernah menjalani rawat inap selama 17 hari di salah satu rumah sakit di Sukabumi, kemudian dirawat selama dua minggu di rumah sakit lainnya, hingga akhirnya menjalani perawatan selama 27 hari di rumah sakit di Bandung.

"Setelah menjalani perawatan tersebut, dokter meminta saya untuk menjalani istirahat total selama satu tahun. Hingga saat ini saya juga masih rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter," jelasnya.

Meski harus menjalani perawatan dalam waktu yang panjang, Sudarno mengaku tidak mengeluarkan biaya sedikit pun selama proses pengobatan berlangsung. Tidak hanya dari sisi pembiayaan, Sudarno juga mengapresiasi pelayanan yang diterimanya selama menjalani pengobatan di berbagai rumah sakit.

"Selama menjalani perawatan, alhamdulillah tidak sepeser pun saya mengeluarkan uang. Semua biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Perawat dan dokternya sangat baik, ramah, dan profesional. Saya merasa mendapatkan pelayanan yang terbaik selama menjalani pengobatan," katanya.

Selain pelayanan kesehatan, Sudarno juga mengaku terbantu dengan berbagai layanan administrasi yang disediakan BPJS Kesehatan. Ia mengatakan kerap mendapatkan bantuan dari Kader JKN ketika membutuhkan layanan administrasi sehingga tidak perlu datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
"Saya juga sering dibantu oleh Kader JKN ketika membutuhkan pelayanan administrasi. Jadi saya tidak perlu datang jauh-jauh ke kantor cabang BPJS Kesehatan," ujarnya.

Sudarno berharap BPJS Kesehatan dapat terus memperluas jangkauan pelayanannya kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai inovasi seperti layanan BPJS Keliling dan keberadaan Kader JKN telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

"Harapan saya pelayanan BPJS Kesehatan semakin luas lagi. Saat ini sudah sangat baik dengan adanya BPJS Keliling dan Kader JKN. BPJS Kesehatan sangat penting bagi semua kalangan masyarakat, karena kita tidak pernah tahu kapan sakit datang dan saat sakit kita tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatan," pungkasnya. (rpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kabar Duka, Prof. Yasir Nasution Mantan Rektor IAIN Sumatera Utara Meninggal Dunia

Kabar Duka, Prof. Yasir Nasution Mantan Rektor IAIN Sumatera Utara Meninggal Dunia

Prof. Dr. H.M. Yasir Nasution, mantan Rektor IAIN Sumatera Utara, meninggal dunia pada 2 November 2026.
Laporan ANW Naik Penyidikan, Begini Reaksi Pihak Betrand Peto

Laporan ANW Naik Penyidikan, Begini Reaksi Pihak Betrand Peto

Laporan ANW terhadap Betrand Peto naik ke tahap penyidikan. Kuasa hukum Timothy Reza menyambut baik perkembangan ini dan menyiapkan saksi meringankan
Gebrakan Rusia dan Ukraina: Lakukan Langkah Tak Terduga setelah Aplikasi Peringatan Darurat Kena Serangan Siber

Gebrakan Rusia dan Ukraina: Lakukan Langkah Tak Terduga setelah Aplikasi Peringatan Darurat Kena Serangan Siber

Rusia dan Ukraina sama-sama melaporkan adanya serangan siber menyasar aplikasi seluler peringatan darurat milik masing-masing negara pada Senin (2/11/2026).
Hafalkan Doa Rasulullah Ini Kata Ustaz Khalid Basalamah untuk Memohon Pertolongan Allah saat Kesulitan

Hafalkan Doa Rasulullah Ini Kata Ustaz Khalid Basalamah untuk Memohon Pertolongan Allah saat Kesulitan

Hafalkan doa Rasulullah ini kata Ustaz Khalid Basalamah, doa untuk memohon pertolongan Allah saat menghadapi kesulitan.
Jangan Sampai Ketinggalan Kereta, Berikut Jadwal KRL Rute Bogor-Jakarta Kota Hari Ini 3 November 2026

Jangan Sampai Ketinggalan Kereta, Berikut Jadwal KRL Rute Bogor-Jakarta Kota Hari Ini 3 November 2026

Pengguna KRL Red Line bisa mengecek jadwal KRL hari ini 3 November 2026 rute Bogor-Jakarta Kota agar tidak ketinggalan kereta. Melansir C-Access, berikut adalah jadwal KRL rute Bogor-Jakarta Kota hari ini.
Ibu Hamil Bisa Dapat Bansos PKH Rp3 Juta, Ini Syarat dan Cara Cek Penerimanya

Ibu Hamil Bisa Dapat Bansos PKH Rp3 Juta, Ini Syarat dan Cara Cek Penerimanya

Ibu hamil berpeluang menerima bansos PKH Rp750 ribu per tahap. Simak syarat, nominal bantuan, dan cara cek penerima menggunakan NIK KTP.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
Selengkapnya

Viral