News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Maraknya Korupsi di Indonesia, MA dan KPK Gelar Peningkatan Integritas

Mahkamah Agung (MA) RI bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar acara "Peningkatan Integritas".
Kamis, 23 Juli 2026 - 14:56 WIB
Mahkamah Agung (MA) RI bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar acara "Peningkatan Integritas".
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Mahkamah Agung (MA) RI bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar acara "Peningkatan Integritas" pada Rabu (22/7). Kegiatan yang pesertanya para Ketua Pengadilan se-Indonesia ini menghadirkan DR. Patrialis Akbar, S.H., M.H. sebagai salah satu pemateri dengan tema “Sebuah Refleksi Nilai Anti Korupsi (True Story)”.

Dalam pemaparannya, Patrialis menyoroti maraknya kasus korupsi yang saat ini terjadi secara terbuka dan dinilainya telah melampaui nalar sehat. "Korupsi saat ini sangat luar biasa. Masyarakat Indonesia sedang terperangah menonton peristiwa korupsi dengan nilai yang luar biasa dan yang diduga dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) yang terpercaya dan merupakan harapan rakyat," jelas Patrialis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menilai proses penanganan kasus oleh APH juga sangat memprihatinkan. Menurutnya, pertentangan yang terjadi antar APH dalam menangani kasus tersebut dipertontonkan secara terbuka hingga menjadi sorotan dunia. 

"Hal ini sangat memalukan sebab dunia pun mengikutinya," ujar Patrialis menambahkan.

Soal Integritas APH, Patrialis Dorong KPK Ambil Alih

Patrialis menegaskan persoalan utama dari seluruh rangkaian peristiwa itu adalah integritas. Bukan hanya integritas hakim, tetapi juga integritas seluruh lembaga dan pelaksana penegak hukum.

"Rakyat Indonesia saat ini dalam keadaan berduka dengan peristiwa ini," tandasnya.

Patrialis menyarankan agar KPK tampil mengambil alih penegakan hukum apabila kasus yang menyangkut APH tidak kunjung jelas. Sebab, menurut Patrialis KPK masih merupakan lembaga yang dipercaya memiliki integritas.

Ia juga menyinggung keprihatinan masyarakat hingga ke tingkat pedesaan. "Kok begini amat negara kita ya," jelas Patrialis menirukan komentar warga yang setiap hari disuguhi hiruk pikuk kasus korupsi besar kelas kakap.

Patrialis berharap Mahkamah Agung tidak hanya bekerja sama dengan KPK, tetapi juga dengan Kejaksaan dan Kepolisian untuk memastikan seluruh APH memiliki integritas.

Menjawab pertanyaan seorang hakim mengenai apakah Kejaksaan dan Kepolisian masih bisa dipercaya melakukan penyidikan perkara tipikor atau cukup diserahkan kepada KPK, Patrialis menyebut saat ini adalah momentum bagi kedua lembaga tersebut untuk menunjukkan profesionalitasnya. 

Apalagi publik saat ini sedang menyorot penanganan dugaan kasus yang menyeret mantan Jampidum, Febry Diansyah. "Apabila masalah ini masih tidak jelas dan berkepanjangan yang membawa pengaruh pada kepercayaan anak bangsa, maka saya menyarankan agar KPK dengan kewenangan supervisinya mengambil alih kasus ini. Semua pihak harus patuh dan tunduk," tegasnya.

Hakim dan Tanggung Jawab Akhirat

Dalam materinya, Patrialis juga mengingatkan kedudukan hakim disisi agama. Ia mengutip hadis bahwa dari tiga orang hakim, dua di neraka dan satu di surga. 

"Seorang hakim yang berijtihad dengan sungguh-sungguh lalu ternyata putusannya salah, tetap masuk surga. Sebaliknya, jika putusannya tidak didasari integritas, maka tempatnya pasti di neraka," jelas Patrialis.

Ia mengingatkan para hakim bahwa hidup di dunia hanya sementara. Tugas utama hakim adalah menegakkan keadilan. 

"Jika bapak/ibu hakim tidak adil, ingat, dimana bapak dan ibu harus minta maaf kepada orang yang diputus secara tidak adil itu. Jika belum minta maaf, maka bapak ibu tidak akan masuk surga karena zalim dalam putusannya," tegasnya.

Patrialis mengajak para hakim merenungi panjangnya perjalanan akhirat, mulai dari alam kubur, kiamat, padang mahsyar hingga jembatan Sirath. "Buat apa kita gila dunia ini yang pasti ditinggal, sementara amal ibadah yang akan menolong kita tidak kita siapkan saat masih hidup," katanya.

Pernyataan tegas itu disambut peserta dengan apresiasi. Sejumlah peserta mengamini harapan agar mereka termasuk "satu orang hakim" yang masuk surga.

Integritas : Modal Utama Hakim

Patrialis memaparkan bahwa integritas bagi hakim berarti utuh, konsisten, dan dapat dipercaya. Antara ucapan, tindakan, dan keyakinan harus sejalan, baik saat diawasi maupun tidak.

"Seorang hakim harus memegang 3 hal yakni tidak menjual putusan, tidak menuruti hawa nafsu dan tidak takut kepada siapa pun kecuali Allah SWT demi kebenaran dalam memutuskan hukum," ujarnya.

Ia mengutip Hadis Riwayat Imam Ahmad dalam Kitab Musnad yang menyebutkan hakim ada tiga macam : 
1.  Memutus dengan benar dan berijtihad, maka ia berpahala dan masuk surga.
2.  Memutus tanpa ilmu, maka ia masuk neraka.
3.  Mengetahui yang benar tetapi memutuskan bertentangan, maka ia terancam masuk neraka.

"Kenapa integritas krusial buat hakim? Karena hakim tidak punya senjata, tidak punya uang, tidak punya massa. Satu-satunya modal adalah kepercayaan publik. Begitu integritas retak, seluruh sistem peradilan goyah," kata Patrialis.

Menurutnya, satu orang hakim yang korup bisa membuat 100 putusan adil lainnya diragukan. Integritas, lanjutnya, adalah pekerjaan 10 detik sebelum hakim menandatangani putusan dan 5 menit sebelum mengangkat telepon dari "orang dekat".

"Ketika palu diketuk, hati juga harus tenang. Itulah integritas," pungkas Patrialis.

Acara peningkatan integritas ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh jajaran peradilan untuk menjaga marwah lembaga peradilan di tengah sorotan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia.(chm)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bicara Nasib Buruh, Kapolri Sampaikan Pesan ke Pengusaha: Jangan Mereka Aset, Mitra dan Keluarga Perusahaan

Bicara Nasib Buruh, Kapolri Sampaikan Pesan ke Pengusaha: Jangan Mereka Aset, Mitra dan Keluarga Perusahaan

Kapolri ingatkan perusahaan agar membangun hubungan industrial yang sehat dengan pekerja. Sebab, keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan buruh bukan dua kepentingan yang harus dipertentangkan.
Jelang El Clasico di GBK, Persib Kalah Telak dari Persija dari Urusan Ini

Jelang El Clasico di GBK, Persib Kalah Telak dari Persija dari Urusan Ini

Persija Jakarta resmi menjadi klub dengan nilai pasar tertinggi di Super League 2026-2027, menggeser Persib Bandung setelah kedatangan Ivan Mamut.
Dulu Dikira Ribet, Ayyul Kini Urus Layanan JKN Cukup dari Ponsel

Dulu Dikira Ribet, Ayyul Kini Urus Layanan JKN Cukup dari Ponsel

Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Ayyul memanfaatkan layanan digital untuk memperoleh informasi kepesertaan
Prediksi Line Up Persib Bandung Kontra Persija, Ketum Viking Ungkap Pemain yang Berpotensi Jadi Starter

Prediksi Line Up Persib Bandung Kontra Persija, Ketum Viking Ungkap Pemain yang Berpotensi Jadi Starter

Ketum Viking Tobias Ginanjar memprediksi sejumlah pemain yang akan mengisi starting XI Persib Bandung saat menghadapi Persija Jakarta. Namun, komposisi lini.
Viral! Penumpang Emosi Gegara Gagal Terbang di Bandara Soetta saat Erupsi Anak Krakatau

Viral! Penumpang Emosi Gegara Gagal Terbang di Bandara Soetta saat Erupsi Anak Krakatau

Kasi Humas Polresta Bandara Soetta, Ipda Ade Mona Prihatna membenarkan video viral pria berbaju polo shirt emosi akibat pesawatnya batal terbang saat erupsi.
Jelang El Clasico, Igor Tolic Ungkap Kondisi Persib Jelang Hadapi Persija di SUGBK

Jelang El Clasico, Igor Tolic Ungkap Kondisi Persib Jelang Hadapi Persija di SUGBK

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengungkapkan kondisi terkini skuadnya jelang menghadapi Persija Jakarta di SUGBK pada pekan kedua Super League 2026-2027.

Trending

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Kolaborasi Polsek Bantan bersama Satresnarkoba Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkotika membuahkan hasil. Sebanyak 65 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu berhasil diamankan dalam operasi di wilayah hukum Polsek Bantan, Rabu(9/9/2026).
Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Tepat pada Kamis, 10 September 2026 seharusnya menjadi hari ulang tahun Fajar Sahrudin yang ke-31 tahun. Unggahan terbaru FS muncul dan mengundang perhatian
AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

Upaya diplomatik untuk mendesak sekutu-sekutu NATO agar membantu membubarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menarik diri dari Statuta Roma yang menjadi dasar pendiriannya, sedang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Doan Van Hau Bikin Ulah Lagi, Penghancur Karier Gelandang Timnas Indonesia Buat Pelanggaran Keras dan Rugikan Vietnam Jelang FIFA ASEAN Cup

Doan Van Hau Bikin Ulah Lagi, Penghancur Karier Gelandang Timnas Indonesia Buat Pelanggaran Keras dan Rugikan Vietnam Jelang FIFA ASEAN Cup

Doan Van Hau kembali menjadi sorotan setelah melakukan pelanggaran keras di V.League 26/27. Bek Vietnam itu menerima kartu merah usai bikin lawan cedera parah.
Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan penyidik masih mengusut kasus tersebut dan melakukan pencarian terhadap keempat pelaku.
Soal Jasad Fajar Sahrudin di GBK, Pengelola: Kita Kumpulkan Bukti Termasuk CCTV

Soal Jasad Fajar Sahrudin di GBK, Pengelola: Kita Kumpulkan Bukti Termasuk CCTV

Kematian Fajar Sahrudin di area Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, masih menjadi perhatian. Pengelola GBK kini mengumpulkan bukti dan rekaman CCTV.
Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang peneliti asal Inggris mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal AS, Anthropic.
Selengkapnya

Viral