News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hari Anak Nasional dan Krisis Ruang Aman yang Belum Berakhir

Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang diperingati pada Kamis (23/7/2026) menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya menghadirkan ruang aman bagi setiap anak. 
Jumat, 24 Juli 2026 - 17:10 WIB
Ilustrasi Anak-anak
Sumber :
  • Unsplash/Yannis H

Berbagai kasus tersebut memperlihatkan pola yang sama, yakni pelaku bukan orang asing, melainkan sosok yang selama ini dipercaya anak.

Fenomena itu memperkuat kekhawatiran bahwa krisis perlindungan anak tidak lagi hanya berkaitan dengan ancaman dari luar rumah. Justru ruang yang seharusnya menjadi benteng pertama perlindungan kini dalam banyak kasus berubah menjadi lokasi terjadinya kekerasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena Gunung Es
Data pemerintah menunjukkan persoalan tersebut masih jauh dari kata selesai. Kementerian PPPA melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) mencatat sepanjang 2025 terdapat 35.025 perempuan dan anak menjadi korban kekerasan. 

Pemerintah menegaskan angka tersebut hanyalah fenomena gunung es karena masih banyak korban yang memilih tidak melapor.

Sementara itu, data SIMFONI PPA per Juli 2025 menunjukkan terdapat 15.615 kasus kekerasan yang telah tercatat. Dari jumlah tersebut, kekerasan seksual menjadi bentuk kekerasan yang paling dominan dengan 6.999 kasus. 

Mayoritas korban merupakan anak berusia 13 hingga 17 tahun, sedangkan lokasi kejadian paling banyak berada di lingkungan rumah tangga, yakni mencapai 9.956 kasus. 

Data tersebut memperlihatkan ironi bahwa rumah, yang semestinya menjadi tempat paling aman bagi anak, justru menjadi lokasi yang paling sering muncul dalam laporan kekerasan.

Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 menunjukkan sekitar satu dari dua anak Indonesia pernah mengalami sedikitnya satu bentuk kekerasan sepanjang hidupnya.

Sementarai Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 menemukan satu dari empat perempuan usia 15 hingga 64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual. 

Besarnya kesenjangan antara angka prevalensi dan angka pelaporan menunjukkan masih kuatnya fenomena underreporting, ketika korban memilih diam karena berbagai alasan.

Menurut KemenPPPA, korban sering kali tidak melapor karena takut kepada pelaku, merasa malu, khawatir tidak dipercaya, takut merusak nama baik keluarga, atau bergantung secara ekonomi maupun emosional kepada pelaku. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada anak-anak, situasinya bahkan lebih kompleks karena banyak yang belum memahami bahwa perlakuan yang mereka alami merupakan bentuk kekerasan.

Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Paling Aman
Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan ialah lokasi terjadinya kekerasan. Data SIMFONI PPA menunjukkan sebagian besar kasus terjadi di ranah domestik atau rumah tangga. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Selengkapnya

Viral