Waspada, Dampak Kekerasan pada Anak Bisa Seumur Hidup! Kenali Bentuk, Tanda, dan Cara Mencegahnya
- Ilustrasi AI
tvOnenews.com - Anak merupakan aset paling berharga bagi masa depan bangsa. Kualitas generasi mendatang sangat ditentukan oleh bagaimana lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat memberikan perlindungan selama masa tumbuh kembang mereka.Â
Sayangnya, di tengah berbagai upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, kasus kekerasan masih menjadi persoalan serius yang terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kekerasan terhadap anak tidak selalu terlihat dalam bentuk luka fisik. Banyak kasus terjadi secara tersembunyi melalui hinaan, ancaman, penelantaran, hingga eksploitasi yang meninggalkan dampak psikologis jangka panjang.Â
Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, perlindungan anak masih menjadi isu utama karena tingginya laporan kasus kekerasan dan pengabaian terhadap anak.
Data terbaru dari World Health Organization (WHO) menyebutkan hampir satu miliar anak berusia 2–17 tahun di dunia pernah mengalami kekerasan fisik, emosional, seksual, atau penelantaran setiap tahunnya.Â
Sementara di Indonesia, data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) menunjukkan ribuan kasus kekerasan terhadap anak masih dilaporkan setiap tahun, dengan kekerasan seksual dan kekerasan psikis menjadi jenis yang paling dominan.
Menurut WHO, kekerasan terhadap anak adalah segala bentuk perlakuan salah yang dapat berupa kekerasan fisik, emosional, seksual, penelantaran, maupun eksploitasi yang berpotensi membahayakan kesehatan, martabat, perkembangan, atau kelangsungan hidup anak.
Di Indonesia, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyebutkan bahwa anak adalah setiap orang yang belum berusia 18 tahun, termasuk yang masih berada dalam kandungan.
Oleh karena itu, setiap bentuk kekerasan terhadap anak merupakan pelanggaran hak asasi yang harus dicegah dan ditangani secara serius.
Mengenal Berbagai Bentuk Kekerasan pada Anak
Kekerasan terhadap anak atau child abuse tidak hanya terjadi pada keluarga dengan kondisi ekonomi rendah atau lingkungan yang bermasalah. Faktanya, kasus serupa juga ditemukan pada keluarga yang tampak harmonis dan berkecukupan.
1. Kekerasan Fisik
Kekerasan fisik merupakan tindakan yang menyebabkan cedera atau rasa sakit pada tubuh anak. Bentuknya bisa berupa memukul, menampar, menendang, mencubit, menjambak, mencekik, membenturkan kepala, menyundut rokok, hingga menyiram dengan air panas.
Load more