Pendidikan Inklusif dan Pencegahan Kekerasan Jadi Sorotan pada Hari Anak Nasional 2026
- Istimewa
Fankar mengatakan kegiatan yang diselenggarakan pada Hari Anak Nasional 2026 turut mencakup sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak.
Data pemerintah menunjukkan persoalan tersebut masih jauh dari kata selesai. Kementerian PPPA melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) mencatat sepanjang 2025 terdapat 35.025 perempuan dan anak menjadi korban kekerasan.
Pemerintah menegaskan angka tersebut hanyalah fenomena gunung es karena masih banyak korban yang memilih tidak melapor. Sementara itu, data SIMFONI PPA per Juli 2025 menunjukkan terdapat 15.615 kasus kekerasan yang telah tercatat.
Dari jumlah tersebut, kekerasan seksual menjadi bentuk kekerasan yang paling dominan dengan 6.999 kasus. Mayoritas korban merupakan anak berusia 13 hingga 17 tahun, sedangkan lokasi kejadian paling banyak berada di lingkungan rumah tangga, yakni mencapai 9.956 kasus.
Tidak hanya edukasi mengenai sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, ada juga edukasi deteksi keterlambatan bicara pada anak usia dini, serta kegiatan parenting bagi orang tua sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Load more