5 Warga Jadi Tersangka Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan, Polisi: Jangan Main Hakim Sendiri
- Gambar ilustrasi AI
"Sebelumnya mereka diperiksa sebagai saksi. Namun setelah kami cek dengan bukti elektronik yang kami miliki dan dikuatkan oleh keterangan saksi lainnya, maka ditetapkan sebagai tersangka," jelas Teddy.
Polisi juga membuka kemungkinan adanya tersangka baru apabila ditemukan alat bukti tambahan selama proses penyidikan berlangsung.
Polisi Masih Dalami Pembakaran Motor dan Rangkaian Peristiwa
Selain kasus pengeroyokan, polisi juga masih menyelidiki aksi pembakaran sepeda motor milik korban yang terjadi setelah KD diamankan warga.
Penyidik kini mengumpulkan barang bukti serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam pembakaran kendaraan tersebut.
Polres Tabanan menegaskan seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur hukum. Aparat berkomitmen mengusut seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari dugaan pencurian hingga aksi kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Sebelumnya, KD diduga tertangkap tangan mencuri dua ekor ayam milik warga. Kemarahan warga yang telah lama resah akibat maraknya pencurian ternak memicu aksi pengeroyokan hingga korban meninggal sebelum petugas tiba di lokasi.
DPR Minta Negara Pulihkan Trauma Anak Korban
Sorotan terhadap kasus ini juga datang dari Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka. Ia menilai negara tidak hanya berkewajiban menegakkan hukum terhadap para pelaku pengeroyokan, tetapi juga harus hadir memberikan perlindungan kepada keluarga korban.
"Praduga tak bersalah, hak hidup dan perlindungan anak adalah harga mati. Negara wajib hadir memulihkan trauma anak dan menjamin kehidupan keluarga korban," kata Rieke.
Ia menegaskan tidak boleh ada ruang bagi aksi main hakim sendiri. Menurutnya, seluruh pelaku pengeroyokan harus diproses secara transparan agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga.
"Mari kita buktikan hukum berlaku untuk semua. Kepada Polri tegakkan hukum dan pulihkan kepercayaan publik," ujarnya.
Rieke juga meminta kepolisian membentuk tim khusus untuk mengusut secara menyeluruh penyebab kematian korban, pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan seluruh proses berjalan secara akuntabel.
Selain itu, ia mengajak pemerintah daerah menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Bali, seperti Tri Hita Karana, dengan memperkuat peran desa adat, pecalang, dan tokoh masyarakat sebagai mediator penyelesaian konflik sehingga masyarakat tidak lagi memilih jalan kekerasan.
Load more