Profil Trisno Pas Band Meninggal Dunia, Bassist Legendaris yang Mengubah Peta Musik Rock Indonesia
- Instagram @tris_noize
Jakarta, tvOnenews.com - Dunia musik Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok penting dari era 1990-an. Bassist Pas Band, Bambang Sutrisno atau yang akrab disapa Trisno, dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat penyakit gagal ginjal yang dideritanya.
Kabar duka tersebut pertama kali menyebar melalui unggahan drummer NTRL, Eno, di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, Eno mengenang Trisno sebagai musisi legendaris sekaligus pribadi yang rendah hati selama mengenalnya.
"Selamat jalan sahabat, teman, kang bro ku @tris_noize legendari bassist @passband.id and a humble person that I know..kita semua berharap kesembuhan kang bro tapi Allah punya rencana yg beda untukmu..yang tenang disana ya kang bro..kebaikan, canda tawa dan karya2 kang bro akan selalu dikenang selamanya..," tulis Eno sembari mengunggah foto penampilan Trisno saat masih aktif tampil bersama Pas Band, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Sebelum kabar wafatnya diumumkan, Eno sempat meminta doa dari rekan-rekan musisi dan para penggemar untuk kesembuhan Trisno. Ia mengungkap bahwa sang bassist sedang menjalani perawatan dan berjuang melawan penyakit yang menyerangnya.
Dalam unggahan sebelumnya, Eno juga memperlihatkan tangkapan layar panggilan video dengan Trisno. Musisi tersebut tampak terbaring di ranjang rumah sakit dan menggunakan alat bantu pernapasan.
Kondisi kesehatan Trisno memang telah menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir. Drummer Pas Band, Sandy, sebelumnya mengungkap bahwa rekan satu bandnya itu mengalami penurunan kondisi fisik yang cukup signifikan selama beberapa tahun terakhir.
Menurut Sandy, gejala seperti kaki yang membengkak dan tubuh yang semakin kurus sebenarnya sudah terlihat sejak lama. Namun, Trisno disebut enggan menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh.
Beberapa bulan sebelum kondisinya memburuk, Trisno akhirnya memutuskan memeriksakan diri ke dokter. Saat itu ia didiagnosis mengalami gangguan liver dan tekanan darah tinggi. Situasi semakin serius ketika pada pertengahan Juli 2026 ia tiba-tiba ambruk dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Pemeriksaan lanjutan menunjukkan adanya penyumbatan di kepala yang mengharuskannya menjalani operasi. Setelah itu, dokter menemukan bahwa fungsi ginjal Trisno sudah berada pada kondisi yang sangat kritis.
"Baru minggu lalu akhirnya benar-benar kita bawa ke rumah sakit karena sudah lemah di rumah. Akhirnya ketahuan terjadi gagal ginjal dan kira-kira fungsinya tinggal 5 persen, dan harus cuci darah," kata Sandy.
Kepergian Trisno menjadi kehilangan besar bagi perjalanan musik rock Indonesia. Bersama Yukie (vokal), Bengbeng (gitar), dan Richard Mutter (drum), Trisno merupakan bagian dari formasi yang membawa Pas Band mencapai puncak popularitas pada dekade 1990-an.
Pas Band dikenal sebagai salah satu kelompok musik yang berani mengambil langkah berbeda pada masanya. Mereka sempat membuat gebrakan dengan merekam dan mendistribusikan album secara mandiri, sebuah keputusan yang terbilang berani ketika sebagian besar musisi masih bergantung pada label rekaman besar untuk mengedarkan karya mereka.
Sejak debut melalui album Four Through the Sap pada 1993, Pas Band telah melahirkan sedikitnya 10 album studio, termasuk Unscripted Experience yang dirilis pada 2020. Karya-karya mereka menjadi bagian penting dari perkembangan musik alternatif dan rock Indonesia.
Bagi banyak penggemar, Trisno bukan hanya dikenal sebagai bassist dengan karakter permainan yang kuat, tetapi juga sebagai salah satu sosok yang ikut membentuk identitas Pas Band selama lebih dari tiga dekade. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun karya, canda tawa, dan kontribusinya bagi dunia musik Indonesia akan terus dikenang oleh generasi penggemar maupun para musisi yang pernah berjalan bersamanya. (cmi)
Load more