Laba Tembus Rp1,69 Triliun, Strategi Bisnis Adaptif Jadi Penopang Kinerja Askrindo
- Unsplash/Nicholas Cappello
Perusahaan juga mulai menerapkan PSAK 117, yaitu standar akuntansi baru yang mengatur pelaporan kontrak asuransi agar lebih transparan dan selaras dengan praktik internasional.
Standar tersebut menggantikan metode pencatatan sebelumnya sehingga laporan keuangan perusahaan asuransi diharapkan menjadi lebih akurat dan mudah dibandingkan.
Penguatan tata kelola tersebut diperkuat dengan opini audit Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari RSM Indonesia yang diterbitkan pada 19 Juni 2026.
Laba Lampaui Target Internal
Selain mencatat pertumbuhan laba, Askrindo menyebut realisasi laba setelah pajak sepanjang 2025 mencapai sekitar 328 persen dari target internal yang telah ditetapkan perusahaan.
Menurut Fankar, pencapaian tersebut bukan hanya mencerminkan keberhasilan dari sisi finansial, tetapi juga menunjukkan pentingnya tata kelola perusahaan yang konsisten dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
"Askrindo menegakkan tata kelola ini secara konsisten, termasuk melalui penerapan reward dan punishment yang tegas, karena disiplin dan akuntabilitas adalah syarat mutlak pertumbuhan yang berkelanjutan. Pertumbuhan berkualitas adalah hasil dari tata kelola yang kuat. Ini bukan hanya tentang angka laba, tapi bukti nyata bahwa governance yang solid dan transparansi adalah fondasi kepercayaan stakeholder serta kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional," kata Fankar.
Ke depan, Askrindo menyatakan akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas manajemen risiko, kolaborasi dengan sektor perbankan dan berbagai instansi, serta pengembangan layanan yang lebih cepat dan akurat.
Perusahaan juga akan memperluas perlindungan bagi pelaku UMKM melalui berbagai produk asuransi mikro serta meningkatkan kualitas proses penjaminan kredit dan penilaian risiko.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Load more