Detik-detik Menegangkan DJBC Gagalkan Penyelundupan Ekspor Rotan Ilegal
- istimewa
Nilai impor tertinggi terjadi pada tahun 2025 sebesar USD 873.079,83, sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2022 sebesar USD 210.542,00. Secara umum, impor rotan menunjukkan tren peningkatan yang cukup kuat sejak tahun 2023, total akumulasi impor selama lima tahun tersebut mencapai sekitar USD 2,26 juta, dengan asumsi kurs Rp16.000/USD maka total impor tersebut setara dengan Rp36,1 Miliar.
"Berkurangnya ketersediaan rotan alam dalam negeri menyebabkan matinya industri mebel terutama UMKM dalam negeri dan dapat membuka ruang yang lebih besar bagi masuknya produk substitusi berupa rotan sintetis dan furnitur berbahan imitasi dari luar negeri."
"Negara pesaing seperti Tiongkok telah memanfaatkan rotan sintetis dengan harga yang relatif lebih rendah dan mampu memproduksi furnitur dalam skala besar dan menjadi tantangan serius bagi industri rotan alam Indonesia," ucapnya.
Di sisi lain, ia katakan, tantangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari adanya sejumlah persoalan struktural dalam tata kelola industri rotan nasional.
Di antaranya adalah belum maksimalnya tata kelola rantai pasok logistik rotan dari sentra produksi ke sentra industri, belum terintegrasinya sistem pengawasan distribusi bahan baku, perlunya penguatan dan sinkronasi regulasi lintas kementerian / Lembaga di bidang perdagangan, perkebunan, hasil hutan, dan fiskal.
"Bersama-sama kita perkuat bidang pengawasan antar apparat penegak hukum untuk menjamin dari kepatuhan pelaku usaha," ucapnya.
Di sisi pengawasan, ucapnya, tantangan yang dihadapi pemerintah juga tidak ringan. Luasnya wilayah perairan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara lain membuka banyak potensi jalur penyelundupan dari jalur-jalur tikus.
Distribusi rotan yang memanfaatkan berbagai moda transportasi, mulai dari jalur darat, sungai, laut, hingga pergudangan antarpulau, semakin meningkatkan kompleksitas pengawasan.
"Kondisi tersebut diperberat oleh keterbatasan sarana operasi dan kebutuhan penguatan pengawasan yang berbasis teknologi modern," jelasnya.
Oleh karena itu, keberhasilan penindakan ini perlu diikuti langkah-langkah strategis yang lebih komprehensif.
Pertama, perbaikan tata kelola industri rotan nasional untuk memastikan petani rotan memperoleh harga yang layak sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan dan UMKM dalam negeri.
Load more