News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tren Estetika Makin Ramai, Dokter Ingatkan Jangan Pilih Perawatan Hanya karena Viral di Sosmed atau Rekomendasi Influencer

Maraknya klinik kecantikan, produk estetika, hingga promosi melalui media sosial membuat masyarakat kini semakin mudah mendapatkan informasi mengenai berbagai prosedur perawatan wajah.
Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:47 WIB
Konferensi pers Nordberg Medical di Jakarta.
Sumber :
  • Nordberg Medical.

Jakarta, tvOnenews.com — Maraknya klinik kecantikan, produk estetika, hingga promosi melalui media sosial membuat masyarakat kini semakin mudah mendapatkan informasi mengenai berbagai prosedur perawatan wajah dan kulit.

Di sisi lain, derasnya informasi tersebut dinilai turut mengubah pola pengambilan keputusan pasien. Perawatan yang semestinya berangkat dari pertimbangan medis dan rekomendasi dokter berpotensi bergeser menjadi consumer driven model, ketika tren dan preferensi pasar ikut menentukan tindakan estetika yang dipilih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi itu menjadi perhatian dalam perkembangan industri estetika di Indonesia. Pertumbuhan bisnis memang membuka peluang ekonomi, tetapi dari perspektif medis muncul sejumlah persoalan, mulai dari estetika yang diperlakukan sebagai komoditas, konflik kepentingan, layanan yang tidak berbasis evidence-based medicine, hingga munculnya penyedia layanan yang tidak memiliki kompetensi sebagai dokter.

Dokter kulit, kelamin, dan estetika sekaligus founder BMDERMA Clinic, dr. Deasy Lius Sp.DVE, mengingatkan pasien agar tidak menjadikan tren atau rekomendasi influencer sebagai dasar utama dalam menentukan prosedur medis.

"Evidence-based medicine merupakan suatu dasar pemilihan terapi atau prosedur estetika dengan memerhatikan bukti ilmiah dari penelitian, keahlian dokter dan preferensi serta kebutuhan pasien. Informasi dari influencer maupun brand ambassador dapat menjadi bagian dari pengalaman pribadi, namun bukan pengganti pertimbangan medis," ujar dr Deasy saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

"Pemilihan perawatan medis tentunya bukan didasarkan oleh tren semata atau berdasarkan klaim pemasaran tanpa bukti jurnal. Pasien tetap harus bisa memilah trend estetika yang ditawarkan oleh klinik maupun social media, mana yang perlu dan tidak perlu diikuti. Klaim berlebihan dari suatu produk, teknik suntik yang tidak teruji, dan penggunaan produk tanpa dasar ilmiah yang tidak teruji tidak akan memberikan hasil perawatan yang mumpuni dan risiko dari perawatan berada di tangan pasien. Sejatinya, estetika medis tetaplah ranah medis yang membutuhkan penanganan dokter resmi dengan keilmuan secara bertanggung jawab dan dapat dipertanggung jawabkan," sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasien Didorong Lebih Kritis

Menurut Deasy, perkembangan media sosial membuat pasien berhadapan dengan semakin banyak pilihan prosedur. Persoalannya, tidak semua informasi yang beredar memiliki bobot ilmiah yang sama.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

ChatGPT vs Claude: Mana yang Terbaik untuk Editing Penulisan?

ChatGPT vs Claude: Mana yang Terbaik untuk Editing Penulisan?

Untuk membantu proses editing penulisan, lebih bagus yang mana antara kedua platform AI ChatGPT atau Claude? Berikut penjabaran selengkapnya pada artikel ini.
Viral Wisatawan Asal Korea Selatan Hilang di Gili Trawangan Lombok, Ada Imbalan Rp50 Juta bagi yang Menemukan

Viral Wisatawan Asal Korea Selatan Hilang di Gili Trawangan Lombok, Ada Imbalan Rp50 Juta bagi yang Menemukan

Berdasarkan perincian data pada poster pencarian, perkiraan waktu hilangnya Cheon Yuri terjadi terjadi pada rentang waktu antara pukul 12.30 hingga 14.00 WITA.
Gara-gara Satu Kabel Bermasalah, Ford Tarik 30 Ribu Lebih Unit Truk F-Series di Amerika

Gara-gara Satu Kabel Bermasalah, Ford Tarik 30 Ribu Lebih Unit Truk F-Series di Amerika

Ford kembali melakukan penarikan kendaraan atau recall dalam jumlah besar. Kali ini, sebanyak 30.123 unit truk F-Series terdampak masalah pada kabel pintu.
BREAKING
NEWS
Reaksi Komisi III DPR RI soal Penetapan Tiga Tersangka Dugaan Penyandapan Presiden

Reaksi Komisi III DPR RI soal Penetapan Tiga Tersangka Dugaan Penyandapan Presiden

Polri menetapkan tiga jenderal aktifnya sebagai tersangka kasus penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman turut ..
BREAKING
NEWS
Tiga Orang Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Irwasum Polri: Murni Oknum, Bukan Kebijakan Polri

Tiga Orang Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Irwasum Polri: Murni Oknum, Bukan Kebijakan Polri

Tiga orang berinisial LSP, ASN, dan EH ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access terhadap Presiden RI, Prabowo Subianto. 
Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Peti kemas Januari-September 2026 mencapai 10,31 juta TEUs, atau tumbuh 5,80% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral