Rakernas Gema Keadilan 2026: Fokus Pendidikan, Ekonomi, Lingkungan hingga Pembelaan Palestina
- istimewa
“Aktivisme tidak cukup hanya dengan semangat dan suara yang lantang. Aktivisme harus melahirkan kepemimpinan, karya, dan kebermanfaatan. Kami ingin anak-anak muda Gema Keadilan hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi,” lanjutnya.
Dalam Rakernas tersebut, Gema Keadilan juga menyampaikan keprihatinan terhadap bencana yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Rahmat mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas dan membantu masyarakat terdampak atas dasar kemanusiaan.
“Duka masyarakat NTT adalah duka kita bersama. Dalam situasi bencana, yang harus dikedepankan adalah kemanusiaan. Solidaritas tidak boleh mengenal sekat kelompok, daerah, ataupun latar belakang. Kepedulian adalah kekuatan besar bangsa Indonesia,” ujar Rahmat.
Selain itu, Gema Keadilan menyoroti kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya Kalimantan. Gema Keadilan mendorong pemerintah menjadikan kesehatan masyarakat, keselamatan satwa, dan perlindungan ekosistem sebagai prioritas utama dalam penanganan karhutla.
“Karhutla bukan hanya persoalan hutan yang terbakar. Ada masyarakat yang menghirup udara tercemar, ada satwa yang kehilangan habitat, dan ada ekosistem yang kerusakannya dapat berdampak panjang. Karena itu penanganannya harus cepat, serius, dan menyeluruh. Hukum harus ditegakkan terhadap pelaku,” kata Rahmat.
Rahmat menambahkan, Gema Keadilan siap membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa. Menurutnya, tantangan Indonesia tidak mungkin diselesaikan oleh satu organisasi atau kelompok saja.
“Kami membuka diri untuk bergerak bersama komunitas pemuda, mahasiswa, organisasi masyarakat, akademisi, pelaku usaha, tokoh agama, dan seluruh elemen bangsa. Indonesia membutuhkan lebih banyak kolaborasi dan lebih sedikit sekat,” ujarnya.
Rakernas 2026, kata Rahmat, menjadi titik awal untuk memastikan seluruh gagasan dan program Gema Keadilan diterjemahkan menjadi kerja nyata di berbagai daerah.
“Rakernas bukan akhir dari sebuah agenda, tetapi awal dari gerakan yang lebih besar. Rakernas Gema Keadilan ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk melakukan transformasi Gema Keadilan dari sekadar organisasi kepemudaan menjadi gerakan kepemudaan yang memiliki struktur kuat, SDM unggul, gerakan nyata, jaringan luas, dan orientasi kepemimpinan masa depan,” pungkas Rahmat Saleh. (aag)
Load more