Viral, Kok Bisa Rumah Ini Selamat dari Banjir Bandang Nepal? Ternyata Ini Rahasianya
- Tangkapan layar X @arcpresentation
tvOnenews.com - Banjir bandang biasanya tidak memberi banyak waktu bagi siapa pun untuk menyelamatkan diri. Air bercampur lumpur, batu, batang pohon, dan material lain dapat berubah menjadi dinding raksasa yang menghantam apa saja di jalurnya.Â
Namun, sebuah rumah berwarna hijau di Nepal justru memperlihatkan pemandangan yang berbeda Ketika bangunan-bangunan di sekitarnya dilanda kerusakan, rumah tersebut tetap berdiri.Â
Bahkan, sebuah keluarga terlihat bertahan di balkon bangunan ketika arus deras mengepung rumah dari berbagai sisi. Rekaman itu kemudian viral dan mengundang pertanyaan: bagaimana rumah tersebut bisa bertahan dari terjangan banjir bandang yang begitu kuat?
Video yang diunggah akun X @Deb_livnletliv memperlihatkan betapa ekstremnya kondisi di sekitar rumah. Air bah membawa lumpur, batu berukuran besar hingga pepohonan yang tumbang. Meski demikian, bangunan hijau tersebut tidak roboh dan keluarga yang berlindung di dalamnya berhasil selamat.
"Rumah Hijau yang berhasil bertahan meski menghadapi segala rintangan. Bahkan amukan alam yang dahsyat, yang menghancurkan segala sesuatu di jalannya, tak mampu menggoyahkan fondasinya," tulis akun tersebut di X, Jumat (28/8).
Bukan Sekadar Keberuntungan, Ada Rangka Beton Bertulang
Ketahanan rumah itu kemudian menjadi bahan pembahasan di media sosial. Sejumlah penjelasan mengenai struktur bangunan menunjukkan bahwa kemampuan rumah bertahan kemungkinan bukan hanya karena keberuntungan.
Akun X Architecture Presentation @arcpresentation, yang dikutip NDTV, menjelaskan bahwa banyak rumah di kawasan lembah Himalaya di Nepal menggunakan konstruksi pasangan batu tanpa rangka beton bertulang.Â
Model bangunan tersebut relatif kuat dalam menerima beban vertikal, tetapi memiliki kelemahan ketika menghadapi tekanan kuat dari arah samping.
Kondisinya berbeda dengan rumah hijau yang terekam dalam video. Bangunan tersebut dilaporkan menggunakan rangka beton bertulang yang menghubungkan kolom, balok, hingga fondasi menjadi satu kesatuan struktur.
"Rangka beton bertulang yang disambung secara berkesinambungan mengikat kolom, balok, dan pondasi menjadi satu rangka yang kokoh," kata akun tersebut dalam video penjelasannya.
Struktur semacam ini memungkinkan gaya dari luar bangunan disalurkan melalui kerangka hingga ke tanah. Ketika air dan lumpur menghantam rumah, tekanan lateral tidak sepenuhnya diterima oleh dinding, melainkan didistribusikan melalui sistem struktur.
Load more