Pengurus IA ITB Jakarta Dilantik, David Hamka Dorong Inovasi Pangan Cegah Stunting
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pengurus Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Jakarta resmi dilantik dalam agenda yang digelar di Hotel Four Seasons Jakarta, Kamis, (3/9/2026). Mengusung tema “Simpul Talenta Kekuatan Bangsa”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat peran dan kontribusi alumni ITB bagi masyarakat dan bangsa.
Dalam pelantikan tersebut, Oki Earlyivan Sampoerno dipercaya sebagai Ketua Umum IA ITB Jakarta. Prosesi pelantikan turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Menko Pangan RI DR (H.C.) Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Rektor ITB, serta Agustin Peranginangin, Ketua Umum Pengurus Pusat IA-ITB.
Ketua Umum Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Indonesia, David Hamka, yang turut menghadiri kegiatan tersebut, menyampaikan ucapan selamat kepada Oki Earlyivan Sampoerno dan seluruh jajaran pengurus IA ITB Jakarta yang baru dilantik.
David berharap kepengurusan baru tersebut dapat menjalankan amanah sekaligus memperkuat kontribusi alumni ITB melalui keilmuan, teknologi, dan jejaring yang dimiliki.
“Selamat kepada Oki Earlyivan Sampoerno dan seluruh pengurus IA ITB Jakarta yang telah dilantik. Semoga amanah dan mampu membawa semangat serta talenta para alumni ITB untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” ujar David Hamka.
Menurut David, tema “Simpul Talenta Kekuatan Bangsa” relevan dengan kebutuhan untuk mempertemukan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam konteks pencegahan stunting, David menilai kekuatan keilmuan dan teknologi dapat diarahkan untuk mendorong inovasi di bidang pangan dan gizi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pemenuhan gizi masyarakat.
“Pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Selain edukasi dan intervensi yang sudah berjalan, kita juga perlu mendorong inovasi pangan dan gizi yang aman, bergizi, terjangkau, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
David mengatakan, pengembangan teknologi pangan dapat menjadi salah satu ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, tenaga ahli, dan organisasi masyarakat. Riset dan inovasi di bidang tersebut diharapkan dapat menghasilkan produk pangan bergizi yang memiliki manfaat nyata dan dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Load more