Viral Turis Asing Main Skateboard di Tengah Jalan Mandalika, Ternyata Begini Alasannya
- Tangkapan layar
tvOnenews.com - Jalan raya di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendadak menjadi pusat perhatian. Sejumlah warga negara asing (WNA) bersama komunitas skateboard terlihat bermain dan melakukan berbagai trik di tengah jalan hingga aktivitas tersebut viral di media sosial.
Pemandangan itu cukup berbeda dari aktivitas wisata yang biasanya terlihat di kawasan Mandalika. Ruas jalan yang menjadi tempat para skater beraksi bahkan sempat ditutup sementara ketika komunitas tersebut berkumpul.
Kehadiran para pemain lokal dan wisatawan asing membuat aksi itu menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Di balik video yang ramai beredar, aktivitas tersebut ternyata bukan kegiatan spontan yang hanya berlangsung sekali.
Berdasarkan sejumlah sumber, komunitas skateboard Lombok memang rutin menggelar pertemuan setiap Rabu sebagai wadah berkumpul, berlatih, sekaligus menyalurkan hobi. Namun, viralnya aktivitas di jalan raya membuat aspek keselamatan dan penataan lokasi kini menjadi perhatian pengelola kawasan.
Komunitas Skateboard Rutin Berkumpul di Mandalika
Aktivitas tersebut melibatkan komunitas Lombok Surf Skate. Para pemain memanfaatkan area yang tersedia untuk berlatih sekaligus menunjukkan kemampuan melalui berbagai trik skateboard.
Menariknya, para skater tidak hanya berasal dari kalangan lokal. Wisatawan mancanegara juga ikut berbaur dalam kegiatan tersebut. Mereka bermain bersama tanpa membedakan asal maupun latar belakang, sementara pengunjung di sekitar lokasi tampak antusias menyaksikan aksi para pemain.
Salah seorang pengunjung, Syifaa (17), mengaku tertarik melihat kegiatan tersebut karena suasananya terasa berbeda.
“Saya tertarik datang ke sini karena suasananya bukan kayak di Lombok, tapi kayak di luar negeri,” ujar Syifaa, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, kehadiran pemain dari berbagai daerah dan wisatawan asing membuat kegiatan skateboard tersebut semakin menarik untuk disaksikan.
Eweh (29), salah seorang yang terlibat dalam kegiatan itu, mengatakan acara tersebut pada awalnya hanya dibuat sederhana untuk menyalurkan hobi.
“Awalnya cuma iseng-iseng bikin acara kayak gitu, tapi kok lama-lama jadi besar acaranya,” kata Eweh, Rabu (9/9/2026).
Pengelola Mandalika Soroti Keselamatan
Viralnya aktivitas tersebut kemudian mendapat perhatian dari pengelola kawasan. General Manager The Mandalika, I Made Pary Wijaya, mengaku telah menerima laporan mengenai kegiatan skateboard di sejumlah ruas jalan.
Pary mengatakan pihaknya tidak serta-merta ingin melarang keberadaan komunitas tersebut. Namun, ada sejumlah aspek yang harus diperhatikan sebelum aktivitas tersebut dapat dilakukan secara lebih teratur, terutama terkait keselamatan, keamanan, legalitas, serta kesesuaiannya dengan master plan kawasan.
“Dari kami memperhatikan dulu dari sisi aspek safety, keamanan, legalitas, terus bagaimana tempat yang proper di sana ke depan. Itu yang akan ditata nanti,” kata Pary, Rabu (9/9/2026).
Menurut Pary, komunitas skateboard tetap dapat diakomodasi selama aktivitasnya ditempatkan di lokasi yang tepat dan tidak mengganggu arus kendaraan maupun kegiatan wisata lainnya.
“Tentu itu perlu diaplikasikan, ditempatkan, disesuaikan pada tempat yang tepat, sehingga sesuai dengan peraturan master plan. Kami juga sedang membahas hal tersebut,” ujar Pary.
Kuta Beach Park Jadi Salah Satu Opsi
Dari identifikasi sementara, kegiatan skateboard tersebut tidak berlangsung setiap hari. Komunitas biasanya berkumpul pada Rabu sore dan memanfaatkan beberapa ruas jalan di kawasan Mandalika.
Pengelola kini berkoordinasi dengan tim keamanan untuk memastikan aktivitas komunitas tidak mengganggu lalu lintas.
“Kami sinkronkan dengan tim sekuriti, bagaimana tidak mengganggu traffic dan tepat pada lokasinya,” kata Pary.
Salah satu tempat yang tengah dipertimbangkan untuk menjadi lokasi aktivitas skateboard adalah Kuta Beach Park. Namun, opsi tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama komunitas.
“Komunitasnya ada, tapi kami masih mengkaji juga. Baru pertama kali ketemu dan sedang dilakukan pembahasan,” kata Pary.
Pengelola The Mandalika juga membuka peluang kerja sama agar aktivitas skateboard dapat berlangsung lebih tertata. Dengan begitu, kegiatan yang awalnya hanya menjadi ruang menyalurkan hobi dapat berkembang menjadi aktivitas komunitas dan hiburan bagi wisatawan tanpa mengorbankan aspek keselamatan.
“Kami sedang menjajaki hal tersebut. Tim kami juga sedang mendiskusikan. Saat ini kami sedang melihat di mana pasnya,” ujar dia.
Jika nantinya mendapat lokasi yang sesuai, komunitas skateboard tidak hanya memiliki ruang beraktivitas, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari pengalaman wisata baru di kawasan Mandalika. (udn)
Load more