6 Orang Simpatisan KKB Menyatakan Kembali ke NKRI
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com- Sebanyak 6 orang anggota atau simpatisan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kabar keenam KKB tersebut disampaikan Kepala Penerangan Satgas Koops TNI Habema Letnan Kolonel Infanteri Wirya Artadiguna. Menyebutkan pembacaan ikrar kesetiaan pada NKRI dilakukan di dua lokasi berbeda.
Dari keenam simpatisan KKB, untuk lima simpatisan KKB dilaksanakan pada Minggu (6/9) di Sugapa, Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya dengan didampingi personel Satgas Yonif 744/SYB.
Sementara Erison Murib alias Buton Murib, anggota KKB/OPM Kodap XXXIV/Beoga pimpinan Arodi Kulla, menyatakan kembali ke NKRI pada Senin (7/9) di lapangan Koramil 1717-03/Beoga, Kabupaten Puncak.
Dalam ketarangannya, ia mengatakan kembalinya enam anggota dan simpatisan KKB Kodap VIII/Intan Jaya dan Kodap XXXIV/Beoga, Kabupaten Puncak, terjadi setelah prajurit TNI melakukan pendekatan humanis dan pembinaan teritorial di kedua wilayah itu.
- Antara
"Enam orang yang menyatakan kembali ke NKRI, yaitu Erison Murib alias Buton Murib (22) anggota KKB Kodap XXXIV/Beoga dan lima simpatisan KKB Kodap VIII/Intan Jaya, yaitu JJ, PB, RS, NS, dan MS. Mereka menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ditandai dengan mencium Bendera Merah Putih," kata Wirya Artadiguna dalam keterangannya di Jayapura, dikutip dari Antara.
Sehubungan dengan kabar KKB, sebanyak 3 orang aparatur sipil negara (ASN) meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Wamena, Papua pada 9 September 2026.
Kemudian ketiga orang ASN itu tergabung dalam 11 orang. Willy Mboik bersama rombongan dalam perjalanan dinas untuk membagikan bantuan pangan (bibit dan anakan babi) dihadang kelompok kriminal bersenjata atau KKB.
Rombongan tersebut juga sekalian meninjau kegiatan cetak sawah bagi masyarakat setempat. Pilu karena ada salah satu korban baru lolos CPNS dan menjadi ASN selama 2 bulan lebih lalu dikabarkan jadi korban kekejamqn KKB.
Kabarnya, saat rombongan berada di Distrik Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena, mereka dihadang dan tiga ASN menjadi korban penembakan.
Dengan diketahui, identitasnya, ketiga korban adalah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willy Mboik.
Load more