Pekrembangan Teknologi AI Mengubah Cara Berkarya, Bukan Menggantikan Kreativitas Manusia: Dari Ide hingga Layar Lebar
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Sementara itu, sineas Mouly Surya melihat manfaat AI dari sisi pengembangan produksi. Menurutnya, teknologi dapat membantu tim mengeksplorasi ide sebelum memasuki proses produksi.
“Teknologi bisa membantu kita mengeksplorasi ide lebih awal, mencari referensi, memvisualisasikan sebuah konsep, hingga mencoba berbagai arah kreatif sebelum masuk ke produksi. Ketika sejumlah proses dapat dilakukan dengan lebih efisien, tim punya lebih banyak waktu untuk fokus pada visi besar karya dan keputusan-keputusan kreatif yang menentukan hasil akhirnya,” tambah Mouly.
Kreativitas Manusia Tetap Menjadi Penentu
Meski AI mampu membantu mempercepat berbagai pekerjaan, penggunaan teknologi tersebut tetap membutuhkan arah kreatif manusia. Algoritma dapat membantu menghasilkan alternatif, tetapi keputusan mengenai cerita, pesan, karakter, rasa, dan konteks sebuah karya tetap bergantung pada kreatornya.
Gustav Anandhita melihat AI sebagai sarana untuk memperluas kemungkinan tersebut. Teknologi memungkinkan kreator melakukan percobaan lebih cepat sehingga lebih banyak ide dapat diuji.
“AI memberi kreator lebih banyak ruang untuk bereksperimen—mulai dari mengembangkan ide, mencoba berbagai pendekatan visual, hingga melakukan iterasi dengan lebih cepat. Efisiensi ini memungkinkan kita untuk mengeksplorasi lebih banyak kemungkinan dan membawa sebuah ide lebih jauh, tanpa kehilangan arah kreatif yang ingin kita bangun,” tutup Gustav.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara AI dan kreativitas tidak harus ditempatkan sebagai persaingan antara manusia dan mesin. Dalam praktiknya, AI lebih tepat dipahami sebagai perangkat pendukung yang dapat membantu pekerjaan tertentu, sementara manusia tetap menentukan tujuan dan karakter karya.
Penggunaan AI juga membawa kebutuhan baru mengenai transparansi dan tanggung jawab. Ketika teknologi generatif semakin mudah digunakan, kreator perlu memahami bagaimana sebuah karya dibuat, termasuk penggunaan materi dan teknologi yang menyertainya.
Karena itu, literasi AI menjadi semakin penting bagi pekerja kreatif. Kemampuan menggunakan teknologi tidak cukup hanya pada aspek teknis, tetapi juga mencakup pemahaman mengenai etika, orisinalitas, hak cipta, serta keputusan kreatif.
AI Content Fest 2026 Tampilkan 10 Karya di Layar Lebar
Perubahan cara berkarya tersebut kemudian terlihat dalam AI Content Fest 2026 yang digelar CapCut. Festival dan kompetisi film pendek berskala nasional ini mengusung tema “Small Stories. Big Screen. One Nation” dan menampilkan 10 karya kreator dari berbagai daerah Indonesia di layar lebar CGV Grand Indonesia (ScreenX), Jakarta.
Load more