Bukan Sekadar Bazar, Pemerintah Mulai Dorong UMKM Masuk Pasar Digital
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Bagi pelaku UMKM, kehadiran di media sosial tidak lagi sebatas membangun popularitas produk. Platform digital dapat digunakan untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan konsumen, menerima pesanan, hingga membuka peluang menjangkau pembeli di luar wilayah tempat usaha berada.
Karena itu, workshop dalam rangkaian 1001 Pasar Rakyat tidak hanya diarahkan pada aktivitas jualan langsung. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai optimalisasi media sosial dengan melibatkan narasumber dari Kementerian UMKM, pelatih bersertifikat platform digital, serta pelaku usaha lokal.
Pendekatan tersebut memperlihatkan perubahan cara pandang terhadap pemberdayaan. Pelatihan menjadi tahap awal, sedangkan akses pasar menjadi bagian yang harus dibangun setelahnya.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengatakan proses kurasi diperlukan agar pelaku usaha yang mengikuti program memiliki kesiapan untuk memperluas pasar.
“Panggungnya sudah disiapkan RRI. Yang kami bawa adalah isinya: pelaku usaha yang sudah dikurasi dan didampingi. Jadi kita tidak sekadar membuat bazar, tetapi menjahit ekosistem agar pelaku usaha punya akses pasar,” kata Leontinus.
Dengan model tersebut, bazar ditempatkan sebagai salah satu pintu masuk, bukan tujuan akhir.
Dari Bazar ke Ekosistem Pasar
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar menilai kegiatan yang melibatkan pemerintah dan media perlu menghasilkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Kita ingin panggung yang sudah dimiliki media menjadi ruang bertemunya produk masyarakat dengan pasar. Jadi bukan hanya ramai acaranya, tetapi ada manfaat ekonomi yang dirasakan pelaku usaha,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan bazar seharusnya menjadi bagian dari rangkaian yang lebih panjang, mulai dari pelatihan, pendampingan, produksi hingga pemasaran.
“Bazar itu muara dari pemberdayaan. Setelah masyarakat dilatih dan didampingi, kita harus memastikan produknya punya pasar. Di situlah pemberdayaan menghasilkan kemandirian ekonomi,” katanya.
RRI dinilai memiliki modal berupa jaringan yang tersebar di berbagai daerah. Jaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan produk lokal dengan calon konsumen sekaligus membuka peluang agar pola pemberdayaan serupa diterapkan di daerah lain.
Load more