Ribuan Retaker Dokter Terlunta-lunta, PDMI Minta Presiden Prabowo Turun Tangan Soal Ijazah
- istimewa
Yogyakarta, tvOnenews.com - Ketua Pergerakan Dokter Muda Indonesia (PDMI) Mikawirdani meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan menyelesaikan persoalan yang dihadapi para retaker dokter.
Ia mengatakan masih ada ribuan lulusan pendidikan profesi dokter yang mengalami ketidakpastian terkait status pendidikan dan hak memperoleh ijazah.
Permintaan itu disampaikan Mikawirdani dalam diskusi publik bertema “Menata Kesempatan yang Adil bagi Retaker Indonesia: Tantangan dan Solusi ke Depan Mengejar Hak Asasi Manusia untuk Dokter Muda” di Ruang Literasi Kaliurang, Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026).
Dalam kesempatan itu, hadir sebagai Keynote speech Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya.
“Teruntuk Bapak Presiden Prabowo, tolong lihat, Pak. Kami ada ribuan dokter yang terluntang-lantung karena keadilan dan hak kami direnggut. Mohon berikan solusi yang terbaik. Tolong berikan hak ijazah kami, Pak, karena kami bukan dokter muda. Kami seharusnya sudah menjadi dokter,” ujar Mika.
Menurut Mika, persoalan yang mereka hadapi tidak semata-mata menyangkut kelulusan ujian kompetensi. Ia menilai harus ada pemisahan yang tegas antara ranah pendidikan profesi di perguruan tinggi dan proses pengujian kompetensi dokter sehingga penyelesaian terhadap retaker tidak justru melahirkan ketidakpastian baru.
Mika juga mempertanyakan kebijakan baru yang menurutnya belum menjawab persoalan utama para retaker. Ia menilai penyelesaian seharusnya berfokus pada kepastian status akademik, pengakuan terhadap proses pendidikan yang telah diselesaikan, serta pemberian hak-hak yang melekat setelah seseorang menyelesaikan pendidikan profesi dokter.
Dalam kasus yang tengah diperjuangkannya, Mika menegaskan akan tetap menempuh jalur hukum terkait keputusan yang dinilainya merugikan mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan profesi.
“Tidak ada pernyataan DO, tidak ada landasan hukumnya untuk men-DO-kan kami yang sudah menyelesaikan profesi dokter,” urainya.
Sementara itu, narasumber lainnya, Dokter pelayanan medis RS Sadewa Yogyakarta dr. Dinda Rizki Hutari mengatakan persoalan retaker perlu dilihat dalam konteks panjangnya pendidikan kedokteran. Pendidikan dokter, kata dia, tidak hanya terdiri atas pembelajaran akademik, tetapi juga pendidikan klinis di rumah sakit hingga ujian kompetensi sebelum seorang lulusan memperoleh kewenangan menjalankan praktik.
Load more