Wanara Alas Roban Jadi Magnet Baru Wisata Budaya di KEK Industropolis Batang, Ubah Stigma Kelam Jalur Pantura
- Istimewa
Kehadiran ruang-ruang tersebut turut membangun narasi baru bagi kawasan industri. KEK Industropolis Batang tidak hanya diposisikan sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai ruang kehidupan yang terbuka dan dapat diakses untuk berbagai aktivitas masyarakat.
Pengembangan tersebut sejalan dengan arah pembangunan KEK Industropolis Batang yang memperhatikan keterhubungan antara lingkungan, masyarakat, dan aktivitas di dalam kawasan.
Direktur Utama PT KITB, Marfan Trihartiko, mengatakan pengembangan kawasan perlu berjalan beriringan dengan penyediaan ruang untuk mengapresiasi seni dan kebudayaan.
“Kami tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga membangun peradaban kota yang tak lepas dari seni dan budaya. Ruang-ruang di sini didedikasikan sebagai panggung berekspresi bagi seniman Jawa Tengah dan Indonesia, yang ke depannya akan terus kami hidupkan,” ujarnya, dilansir Selasa (22/9/2026).
Pementasan Sendratari Wanara Alas Roban juga menjadi wadah kolaborasi bagi sejumlah komunitas budaya lokal. Di antaranya Sanggar Sekar Jangkep, Sanggar Sahitya, Sanggar Jagadhita, Sanggar Merti Desa, Komunitas Gandewa, Sanggar Putra Budaya, dan Sanggar Prastikasmara.
Kolaborasi tersebut memperkuat posisi Sendratari Wanara Alas Roban sebagai signature event yang membawa cerita Alas Roban ke dalam pengembangan destinasi wisata budaya baru di Jawa Tengah.
Melalui panggung seni dan lanskap kawasan, Batang kini menghadirkan pendekatan baru dalam menjaga warisan budaya. Pada saat yang sama, ruang publik di KEK Industropolis Batang diarahkan menjadi bagian dari ekosistem kehidupan yang dapat dinikmati dan dimanfaatkan masyarakat secara inklusif. (rpi)
Load more