Menguasai Bahasa Thailand Bisa Buka Peluang Kerja di Berbagai Bidang, Salah Satunya Sutradara
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Kemampuan menguasai bahasa asing semakin dapat menjadi modal tambahan dalam membangun karier. Tidak hanya bahasa Inggris atau bahasa yang umum digunakan dalam dunia bisnis internasional, bahasa Thailand juga dapat membuka peluang profesional di berbagai sektor, terutama ketika seseorang memiliki keterampilan lain yang dapat dikombinasikan dengan kemampuan berbahasa.
Bahasa Thailand dapat digunakan untuk menunjang pekerjaan di bidang pariwisata, perdagangan, pendidikan, penerjemahan, layanan pelanggan, hingga industri kreatif.
Kemampuan berkomunikasi langsung dengan masyarakat dan pelaku industri lokal juga dapat membantu seseorang beradaptasi ketika bekerja di Thailand maupun menangani proyek yang melibatkan mitra dari negara tersebut.
Contoh bagaimana kemampuan tersebut dapat berkembang menjadi peluang kerja datang dari industri film. Aktor, penulis, sutradara, sekaligus produser asal Indonesia, Gandhi Fernando, mempelajari bahasa Thailand selama hampir empat tahun.
Pada awalnya, ia tidak mengetahui apakah kemampuan tersebut akan membawanya bekerja di Thailand. Namun, ketekunan mempelajari bahasa itu akhirnya mempertemukannya dengan kesempatan untuk menulis dan menyutradarai series berbahasa Thai.
Berawal dari Menonton Film Thailand
Ketertarikan terhadap bahasa Thailand tidak bermula dari tuntutan pekerjaan. Ia terlebih dahulu tertarik dengan film dan series produksi Negeri Gajah Putih tersebut. Dari kebiasaan menonton, ketertarikannya kemudian berkembang pada bahasa, budaya, dan industri hiburan Thailand.
“Waktu mulai belajar bahasa Thai, sebenarnya aku belum yakin tujuanku mencapai industri hiburan di Thailand akan tercapai apa enggak. Aku cuma simply merasa tertarik dengan Thailand dan industri hiburannya. Kali aja beruntung bisa tembus pasar sana, nothing to lose lah,” ujar Gandhi.
Ia kemudian mempelajari bahasa tersebut secara bertahap selama hampir empat tahun, sambil tetap menjalankan aktivitasnya di industri film Indonesia.
Proses belajar itu sekaligus menjadi bentuk persiapan. Ia menyadari bahwa jika ingin mencoba masuk ke industri hiburan Thailand, kemampuan bahasa akan menjadi salah satu bekal penting untuk berkomunikasi dan membangun relasi profesional.
“Aku dari awal nggak pernah tahu apakah belajar bahasa Thai ini nantinya benar-benar akan membawa aku ke industri hiburan Thailand atau enggak. Tapi aku pikir, kalau memang mau mencoba masuk ke sana, setidaknya aku harus mempersiapkan diri. Jadi aku jalanin aja pelan-pelan, belajar bahasanya, kenal lebih banyak orang, dan mulai cari peluang. Ternyata setelah hampir empat tahun, jalannya mulai terbuka satu per satu,” ungkapnya.
Ketika Bahasa Menjadi Bagian dari Pekerjaan
Kesempatan tersebut akhirnya datang ketika Gandhi mulai mengembangkan proyek series di Thailand. Kemampuan bahasa yang sebelumnya dipelajari karena ketertarikan pribadi kemudian harus digunakan dalam situasi kerja yang sebenarnya.
Sebagai sutradara, ia tidak cukup hanya memahami percakapan sehari-hari. Ia perlu menjelaskan emosi karakter, blocking, tempo dialog, serta berbagai detail adegan kepada aktor dan kru.
“Kalau ngobrol sehari-hari mungkin masih bisa santai. Tapi ketika directing, aku harus bisa menjelaskan emosi karakter, blocking, tempo dialog, sampai detail adegan kepada aktor dan kru. Di situ aku baru benar-benar merasa bahwa semua waktu yang aku habiskan untuk belajar bahasa Thai ternyata ada gunanya,” katanya.
Kemampuan bahasa Thailand-nya masih terus berkembang. Meski begitu, ia memilih berkomunikasi langsung dengan tim lokal selama produksi. “Aku masih terus belajar sampai sekarang. Masih banyak yang belum aku kuasai. Tapi justru menyenangkan ketika sesuatu yang dulu aku pelajari karena suka, sekarang menjadi bagian dari pekerjaan aku,” lanjutnya.
Badminton Boys Jadi Bukti Peluang Lintas Negara
Kemampuan bahasa tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari perjalanan menggarap Badminton Boys กัปตันครับ ผมจะจีบพี่. Series ini mengambil latar kehidupan mahasiswa dan olahraga badminton. Ceritanya mengikuti pertemuan dua mahasiswa yang kemudian berkembang menjadi rivalitas di lapangan badminton.
Dalam proyek tersebut, Gandhi bekerja bersama aktor dan kru Thailand. Pengalaman ini sekaligus membuatnya harus beradaptasi dengan sistem produksi dan budaya kerja yang berbeda dari industri film Indonesia.
“Walaupun aku sudah cukup lama bekerja di industri film Indonesia, ketika masuk ke industri Thailand rasanya aku kembali menjadi seorang pemula. Banyak hal yang harus aku pelajari dan adaptasikan lagi. Tapi justru itu yang membuat pengalaman ini menarik buat aku,” jelasnya.
Pengalaman tersebut bukan tujuan akhir. Ia masih ingin mengerjakan proyek di Indonesia sembari membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri dari negara lain.
- ist
“Aku percaya kita nggak selalu harus tahu hasil akhirnya ketika mulai belajar sesuatu. Kadang kita mulai karena memang suka dan konsisten menjalaninya. Beberapa tahun kemudian, ternyata hal itu bisa membawa kita ke tempat yang sebelumnya nggak pernah kita bayangkan,” ujarnya.
Badminton Boys, yang ditulis dan disutradarai Gandhi Fernando, dijadwalkan tayang mulai 10 Oktober 2026 melalui iQIY dan dirilis secara serentak di 190 negara. Kisah ini menunjukkan bahwa mempelajari bahasa asing tidak selalu harus dimulai dengan mengetahui hasil akhirnya.
Ketertarikan terhadap film Thailand mendorong proses belajar hampir empat tahun, sebelum kemampuan tersebut akhirnya digunakan dalam pekerjaan profesional. (udn)
Load more