Di Tengah Perubahan Zaman, Bisakah Generasi Muda Menjaga Warisan Budaya Nusantara Tetap Hidup?
- ist
“Membuat acara budaya harus dimulai dengan jiwa budaya. Di banyak bidang, orang berbicara tentang kepentingan pribadi atau kepentingan lembaga. Di budaya, manfaatnya relatif hanya satu: menghidupkan budaya Indonesia,” tegasnya.
Semangat tersebut menjadi relevan ketika festival diharapkan berkembang melampaui kegiatan tahunan. Agar generasi muda tidak sekadar menjadi penonton, acara budaya dapat dilengkapi dengan lokakarya, ruang belajar bersama seniman, pengenalan bahasa daerah, hingga dokumentasi digital yang membuat pengetahuan tradisional lebih mudah diakses.
Kekayaan Budaya Bukan Hanya Identitas, tetapi Juga Potensi Ekonomi
Pelestarian budaya juga berkaitan dengan keberlangsungan hidup orang-orang yang menjaganya. Seniman tradisional, perajin, pelaku pertunjukan, dan komunitas lokal membutuhkan ruang untuk berkarya serta kesempatan memperoleh penghidupan dari keahlian mereka.
Dalam sambutannya, Ahmad Mahendra menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan memiliki landasan hukum melalui Pasal 32 UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Ia menyampaikan data mengenai kekayaan budaya Indonesia, yang mencakup 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, 29.304 objek pemajuan kebudayaan, serta 3.277 warisan budaya takbenda yang telah ditetapkan. Angka-angka tersebut disampaikan dalam sambutannya pada pembukaan FNK 2026.
“Bahasa daerah kita mewakili sekitar 10 persen bahasa di dunia. Dengan kekayaan sebesar ini, Indonesia bukan lagi diversity, melainkan mega diversity,” kata Mahendra.
Ia juga menyinggung lukisan cadas di Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, yang menurutnya berusia sekitar 67.800 tahun. “Kita bukan bangsa yang lahir kemarin. Peradaban kita termasuk yang tertua di dunia,” ujarnya.
Mahendra menambahkan bahwa kebudayaan dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik. “Kekayaan budaya adalah aset ekonomi. Seni dan adat istiadat yang dikelola dan dikembangkan dengan baik akan menghasilkan kesejahteraan,” pungkasnya.
Pandangan tersebut membuka ruang bagi pengembangan kegiatan budaya yang melibatkan pelaku lokal secara nyata. Pertunjukan dapat terhubung dengan produk kerajinan, kuliner tradisional, wisata budaya, dan usaha kreatif masyarakat.
Namun, manfaat ekonomi perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai tradisi serta kepentingan komunitas pemiliknya.
Ketua pelaksana FNK, Rifai Akif, mengakui bahwa menghadirkan 38 provinsi dalam satu panggung bukan perkara mudah, terlebih setelah pemekaran wilayah di Papua menghasilkan enam provinsi.
Load more