News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Tengah Perubahan Zaman, Bisakah Generasi Muda Menjaga Warisan Budaya Nusantara Tetap Hidup?

Warisan budaya tidak selalu hilang karena ditinggalkan. Di tengah perubahan zaman, bagaimana festival budaya menjaga tradisi dan mengenalkan warisan Nusantara kepada generasi muda?
Minggu, 27 September 2026 - 23:40 WIB
Ilustrasi Di Tengah Perubahan Zaman, Bisakah Generasi Muda Menjaga Warisan Budaya Nusantara Tetap Hidup?
Sumber :
  • ist

tvOnenews.com - Warisan budaya tidak selalu hilang karena ditinggalkan. Sebagian tradisi perlahan terlupakan ketika generasi penerus tidak lagi mengenal makna, sejarah, atau cara mempraktikkannya. Tarian daerah mungkin masih ditampilkan pada acara tertentu, sementara bahasa lokal, musik tradisional, hingga kebiasaan masyarakat yang menyertainya menghadapi tantangan untuk terus diwariskan.

Di tengah perubahan gaya hidup dan derasnya arus budaya global, mengenalkan tradisi kepada generasi muda membutuhkan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Budaya tidak cukup hanya disimpan dalam arsip atau diperkenalkan melalui buku pelajaran.Ā 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengalaman menyaksikan pertunjukan, berinteraksi dengan pelaku seni, dan memahami cerita di balik sebuah tradisi dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan ketertarikan terhadap identitas daerah.

Lantas, bisakah festival budaya menjadi salah satu cara untuk menjaga warisan Nusantara tetap hidup? Pertanyaan ini relevan ketika kekayaan Indonesia begitu luas, tetapi tidak semua masyarakat memiliki kesempatan menyaksikan beragam ekspresi budaya dari berbagai daerah secara langsung.Ā 

Mempertemukan tradisi dalam satu ruang dapat menjadi langkah awal, selama kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai tontonan dan diikuti upaya pewarisan yang berkelanjutan.

Keragaman Budaya Indonesia Tampil dalam Satu Panggung

Festival budaya dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal tradisi di luar lingkungan tempat tinggalnya. Ketika kesenian dari berbagai daerah ditampilkan bersama, pengunjung tidak hanya menyaksikan perbedaan busana dan gerak tari, tetapi juga berkesempatan memahami luasnya identitas budaya Indonesia.

Suasana tersebut terlihat dalam pembukaan Festival Negeri Kami (FNK) 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 25 Oktober 2026. Festival yang digagas dan diselenggarakan International Creatives Exchange (ICE) dengan dukungan Kementerian Kebudayaan RI itu menghadirkan perwakilan dari seluruh 38 provinsi Indonesia dalam satu panggung.

Pembukaan festival berlangsung melalui pawai budaya yang menampilkan kontingen dari berbagai daerah. Para peserta mengenakan busana tradisional masing-masing, diiringi marching band, musik Tanjidor, serta Ondel-ondel yang menjadi ikon budaya Betawi. Setelah prosesi pembukaan, panggung FNK menampilkan tarian daerah dari 38 provinsi secara bergantian.

Acara tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (FORKAPPSI). Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, membuka kegiatan itu mewakili Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Mahendra menilai pertemuan seluruh provinsi dalam satu acara menjadi terobosan karena penyelenggaraan festival budaya biasanya hanya melibatkan sebagian daerah.

ā€œBiasanya hanya sebagian provinsi yang tampil. Sekarang 38 provinsi hadir bersama. Pawai seperti ini juga mendidik, karena membiasakan masyarakat menyaksikan keragaman Indonesia,ā€ ujarnya.

Pernyataan tersebut menyoroti salah satu fungsi festival budaya, yakni memperluas pengalaman masyarakat dalam mengenali keberagaman.Ā 

Bagi generasi muda, perjumpaan langsung dengan kesenian daerah dapat menjadi pengalaman belajar di luar ruang kelas, terutama ketika pertunjukan disertai penjelasan mengenai sejarah, filosofi, dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Tantangan Pelestarian Budaya di Tengah Perubahan Zaman

Mengenalkan budaya kepada masyarakat merupakan langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengetahuan dan keterampilan tersebut terus diwariskan ketika pola kehidupan berubah dan generasi muda memiliki beragam pilihan hiburan serta sumber informasi.

Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, pemerintah daerah, hingga para pelaku seni. Festival dapat menjadi ruang pertemuan, tetapi keberlanjutan tradisi juga bergantung pada kesempatan bagi generasi muda untuk belajar langsung dari seniman, maestro, perajin, dan masyarakat pemilik tradisi.

Gagasan FNK muncul dari keinginannya untuk berterima kasih kepada Indonesia. Ia mengaku berasal dari Pakistan dan telah tinggal di Indonesia selama 18 tahun bersama keluarganya.

ā€œSaya berasal dari Pakistan, tetapi sudah 18 tahun tinggal di Indonesia. Saya dan keluarga merasa berutang budi kepada negeri ini. Itulah alasan kami menggagas Festival Negeri Kami,ā€ ujar Pendiri sekaligus Global Head International Creatives Exchange, Atta Ul Karim.

Menurutnya, gagasan festival tersebut berawal dari diskusi bersama tim sekitar delapan bulan sebelum penyelenggaraan. Luasnya kekayaan budaya Indonesia sempat menjadi tantangan dalam menentukan konsep kegiatan.

ā€œBudaya Indonesia sangat banyak, sampai kami sempat bingung harus membuat acara seperti apa. Akhirnya saya memutuskan: saya ingin mengumpulkan 38 provinsi Indonesia di satu tempat. Hari ini, alhamdulillah, cita-cita itu tercapai,ā€ tuturnya.

Atta juga menekankan bahwa penyelenggaraan kegiatan budaya perlu berangkat dari komitmen untuk menghidupkan kebudayaan, bukan semata-mata kepentingan pribadi atau lembaga.

ā€œMembuat acara budaya harus dimulai dengan jiwa budaya. Di banyak bidang, orang berbicara tentang kepentingan pribadi atau kepentingan lembaga. Di budaya, manfaatnya relatif hanya satu: menghidupkan budaya Indonesia,ā€ tegasnya.

Semangat tersebut menjadi relevan ketika festival diharapkan berkembang melampaui kegiatan tahunan. Agar generasi muda tidak sekadar menjadi penonton, acara budaya dapat dilengkapi dengan lokakarya, ruang belajar bersama seniman, pengenalan bahasa daerah, hingga dokumentasi digital yang membuat pengetahuan tradisional lebih mudah diakses.

Kekayaan Budaya Bukan Hanya Identitas, tetapi Juga Potensi Ekonomi

Pelestarian budaya juga berkaitan dengan keberlangsungan hidup orang-orang yang menjaganya. Seniman tradisional, perajin, pelaku pertunjukan, dan komunitas lokal membutuhkan ruang untuk berkarya serta kesempatan memperoleh penghidupan dari keahlian mereka.

Dalam sambutannya, Ahmad Mahendra menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan memiliki landasan hukum melalui Pasal 32 UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Ia menyampaikan data mengenai kekayaan budaya Indonesia, yang mencakup 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, 29.304 objek pemajuan kebudayaan, serta 3.277 warisan budaya takbenda yang telah ditetapkan. Angka-angka tersebut disampaikan dalam sambutannya pada pembukaan FNK 2026.

ā€œBahasa daerah kita mewakili sekitar 10 persen bahasa di dunia. Dengan kekayaan sebesar ini, Indonesia bukan lagi diversity, melainkan mega diversity,ā€ kata Mahendra.

Ia juga menyinggung lukisan cadas di Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, yang menurutnya berusia sekitar 67.800 tahun. ā€œKita bukan bangsa yang lahir kemarin. Peradaban kita termasuk yang tertua di dunia,ā€ ujarnya.

Mahendra menambahkan bahwa kebudayaan dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik. ā€œKekayaan budaya adalah aset ekonomi. Seni dan adat istiadat yang dikelola dan dikembangkan dengan baik akan menghasilkan kesejahteraan,ā€ pungkasnya.

Pandangan tersebut membuka ruang bagi pengembangan kegiatan budaya yang melibatkan pelaku lokal secara nyata. Pertunjukan dapat terhubung dengan produk kerajinan, kuliner tradisional, wisata budaya, dan usaha kreatif masyarakat.Ā 

Namun, manfaat ekonomi perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai tradisi serta kepentingan komunitas pemiliknya.

Ketua pelaksana FNK, Rifai Akif, mengakui bahwa menghadirkan 38 provinsi dalam satu panggung bukan perkara mudah, terlebih setelah pemekaran wilayah di Papua menghasilkan enam provinsi.

ā€œTapi hari ini, impian itu terwujud, perwakilan 38 provinsi berkumpul untuk berparade dan menampilkan keseniannya di panggung FNK,ā€ tutupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Festival Negeri Kami 2026 pun menjadi contoh upaya mempertemukan keragaman budaya Indonesia dalam satu ruang. Digagas ICE dan didukung Kementerian Kebudayaan, penyelenggaraan ini diharapkan berkembang menjadi agenda berkelanjutan yang memperkuat kebanggaan publik terhadap warisan Nusantara.Ā 

Pada akhirnya, keberhasilan festival budaya tidak hanya diukur dari banyaknya daerah yang tampil, tetapi juga dari sejauh mana tradisi yang diperkenalkan terus dipelajari, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Dalami Aliran Permintaan Uang Bupati Pemalang Non Aktif Anom Widiyanto

KPK Dalami Aliran Permintaan Uang Bupati Pemalang Non Aktif Anom Widiyanto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait dugaan korupsi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang, Jawa -
Pengamat Senior Ini Tiba-tiba Prediksi Marc Marquez Bisa Pensiun dari MotoGP Lebih Cepat Gara-gara Hal Ini

Pengamat Senior Ini Tiba-tiba Prediksi Marc Marquez Bisa Pensiun dari MotoGP Lebih Cepat Gara-gara Hal Ini

Pengamat senior MotoGP, Carlo Pernat, melontarkan prediksi mengejutkan mengenai masa depan dari juara bertahan musim ini, Marc Marquez.
Panggung AMI Awards 2026 Bertabur Musisi, dari Opick hingga SMASH Meriahkan Arena Tren Musik di Indonesia

Panggung AMI Awards 2026 Bertabur Musisi, dari Opick hingga SMASH Meriahkan Arena Tren Musik di Indonesia

Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 tidak hanya menjadi momentum pengumuman para pemenang, tapi juga menggelar rangkaian pertunjukan musik, termasuk sejumlah kolaborasi yang melibatkan musisi lintas generasi.
Hasil Melbourne Victory Vs Persib di Babak Pertama: Skor 0-0, Tendangan Balsa Sekulic Hantam Mistar Gawang

Hasil Melbourne Victory Vs Persib di Babak Pertama: Skor 0-0, Tendangan Balsa Sekulic Hantam Mistar Gawang

Persib Bandung dominan saat menghadapi Melbourne Victory, tetapi peluang Balsa Sekulic dan Eliano Reijnders belum mengubah skor 0-0 sampai akhir babak pertama.
Nusron Wahid Rampung Diperiksa KPK, Bungkam Soal Materi Dugaan Suap Lahan HGB

Nusron Wahid Rampung Diperiksa KPK, Bungkam Soal Materi Dugaan Suap Lahan HGB

Menteri ATR/BPNĀ Nusron Wahid rampung menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (4/11/2026). Nusron keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekira ...
Drama Charles Leclerc dan Lewis Hamilton di F1 GP Meksiko Terus jadi Sorotan, Legenda Formula 1 Sampai Bilang Begini

Drama Charles Leclerc dan Lewis Hamilton di F1 GP Meksiko Terus jadi Sorotan, Legenda Formula 1 Sampai Bilang Begini

Perseteruan Lewis Hamilton dan Charles Leclerc saat F1 GP Meksiko masih menjadi perbincangan hingga mendapatkan komentar dari salah satu legenda Formula 1.

Trending

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Dadang Sastrapraja, Direktur Kompetisi Askot PSSI Kota Bandung tutup usia saat menjadi Koordinator Panpel Cabang Olahraga Gulat PORPROV XV Jawa Barat 2026.
Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengungkapkan biang kerok anak asuhnya bisa menelan kekalahan di laga perdana mereka di Liga Voli Korea 2026-2027. Ia juga turut menyoroti performa sejumlah pemain terutama Megawati Hangestri.
Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar bin Smith buka suara soal aksi unjuk rasa penolakan konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam. Habib Bahar mengatakan penolakan konser ada sebab dan alasannya.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Konten kreator Herri Pras menuai kecaman karena konten-kontennya ada yang menghina tokoh agama atau pihak tertentu.
Selengkapnya

Viral