News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ray Rangkuti soal G30S: Perbedaan Pendapat Jangan Diselesaikan dengan Senjata, tapi Dialog

Ray Rangkuti mengingatkan peringatan G30S harus menjadi pelajaran demokrasi: perbedaan pendapat tidak diselesaikan dengan senjata, tetapi melalui dialog dan
Rabu, 30 September 2026 - 17:07 WIB
Direktur Lingkar Madani (LIMA) sekaligus pengamat politik Ray Rangkuti
Sumber :
  • Rizki Amana

tvOnenews.com - Memasuki momentum peringatan G30S, pembahasan mengenai peristiwa 1965 kembali muncul di tengah masyarakat. Lebih dari enam dekade berlalu, peristiwa tersebut masih menjadi bagian penting sekaligus sensitif dalam sejarah Indonesia karena tidak hanya berkaitan dengan konflik politik dan ideologi, tetapi juga menimbulkan dampak kemanusiaan yang panjang.

Bagi Direktur Lingkar Madani (LIMA) sekaligus pengamat politik Ray Rangkuti, memperingati G30S semestinya tidak berhenti pada mengingat kembali siapa yang terlibat atau bagaimana sebuah peristiwa terjadi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada pelajaran yang menurutnya relevan untuk kehidupan demokrasi saat ini, yakni bagaimana perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan tanpa kekerasan.

“Peristiwa G30S/PKI itu satu sejarah kelam dalam perjalanan bangsa kita yang memakan begitu banyak sekali... apa namanya, nyawa manusia, ya,” kata Ray pada tvOnenews.com, Rabu (30/09/26).

Dari pengalaman sejarah tersebut, Ray menekankan pentingnya demokrasi sebagai ruang untuk mengelola perbedaan. Menurutnya, ketika masyarakat memiliki pandangan politik, ideologi, maupun kepentingan yang berbeda, penyelesaiannya tidak boleh bergeser menjadi kekerasan.

“Pertama, menurut saya yang mungkin paling relevan sekarang kita ingatkan itu adalah betapa urusan ideologi ini meminta banyak sekali korban manusia, ya,” ujar Ray.

Ray Rangkuti: Perbedaan Pendapat Jangan Diselesaikan dengan Senjata

Ray melihat G30S sebagai salah satu bagian kelam perjalanan bangsa yang perlu terus dipelajari. Namun, pesan yang ingin ia tekankan bukan semata-mata mengulang perdebatan mengenai masa lalu, melainkan mengambil pelajaran mengenai bagaimana sebuah bangsa menghadapi perbedaan.

Menurut Ray, demokrasi menyediakan mekanisme agar perbedaan pendapat tidak berubah menjadi konflik bersenjata. Dialog menjadi salah satu instrumen penting untuk mempertemukan berbagai pandangan yang berseberangan.

“Nah, itu yang pertama. Oleh karena itu bagi saya, peristiwa ini mestinya memperkuat komitmen kita betapa penting satu ya, demokrasi dijaga,” kata Ray.

Ia kemudian menegaskan prinsip yang menurutnya penting dalam membaca kembali pengalaman sejarah tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dengan demokrasi, ya semua perbedaan pendapat tidak diselesaikan melalui senjata, tapi diselesaikan melalui dialog.”

Pernyataan tersebut menempatkan dialog sebagai bagian penting dalam kehidupan demokratis. Perbedaan tidak selalu harus berakhir dengan kesepakatan, tetapi dapat dikelola melalui ruang pembicaraan, perdebatan, dan mekanisme politik yang tersedia.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gelombang Boikot Konser Israel Houghton di Jakarta, Chiki Fawzi hingga Wanda Hamidah Bongkar Jejak Pro-Zionis​​​​​​​​​​​​​​

Gelombang Boikot Konser Israel Houghton di Jakarta, Chiki Fawzi hingga Wanda Hamidah Bongkar Jejak Pro-Zionis​​​​​​​​​​​​​​

Konser musik rohani penyanyi asal Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed yang dijadwalkan mentas di Jakarta mendadak dihantam gelombang
Marc Marquez Potensi Cetak Rekor Kemenangan di MotoGP Jepang 2026 Akhir Pekan Ini

Marc Marquez Potensi Cetak Rekor Kemenangan di MotoGP Jepang 2026 Akhir Pekan Ini

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez mengincar kemenangan demi mencatatkan rekor impresif di MotoGP Jepang 2026 pada akhir pekan ini.
Hari Kesaktian Pancasila, Ray Rangkuti Singgung Korupsi hingga Penangkapan yang Sembrono: ‘Kita Senang dengan Slogan’

Hari Kesaktian Pancasila, Ray Rangkuti Singgung Korupsi hingga Penangkapan yang Sembrono: ‘Kita Senang dengan Slogan’

Ray Rangkuti menyoroti Hari Kesaktian Pancasila dan mengkritik penggunaan slogan tanpa penerapan nyata, dari persoalan korupsi, HAM, penangkapan, demokrasi
Kasus Dugaan Penipuan, Kubu Korban Pertanyakan Keleluasaan Pelaku Gunakan Fasilitas Kantor

Kasus Dugaan Penipuan, Kubu Korban Pertanyakan Keleluasaan Pelaku Gunakan Fasilitas Kantor

Polda Metro Jaya menetapkan perempuan berinisial DM sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan atau penggelapan pemesanan voucher dan telepon seluler dengan nilai transaksi sekitar Rp18,02 miliar.
Dokter Ungkap Penyebab Tewasnya Sutrimo dari Hasil Ekshumasi: Akibat Penyakit Jantung Iskemik

Dokter Ungkap Penyebab Tewasnya Sutrimo dari Hasil Ekshumasi: Akibat Penyakit Jantung Iskemik

Ketua Tim Ekshumasi, Ahmad Yudianto mengungkap penyebab kematian Karumga Eks Jampidsus, Febrie Adriansyah, yakni Sutrimo, yang ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berdasarkan hasil ekshumasi.
Bungkam Tuan Rumah Jepang, Tim Sepak Takraw Kuadran Putra Indonesia Kantongi Kemenangan kedua di Asian Games 2026

Bungkam Tuan Rumah Jepang, Tim Sepak Takraw Kuadran Putra Indonesia Kantongi Kemenangan kedua di Asian Games 2026

Tim Sepak Takraw Kuadran Putra Indonesia berhasil memetik kemenangan kedua mereka di fase grup Asian Games 2026.

Trending

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Rabu (30/9/2026) pukul 04.00 WIB. Tim Indonesia masih tertahan meski berhasil meraih satu medali emas dari cabor bulu tangkis.
Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Miarni Oktari Yanti(27), ibu dari M. Khalifah Siddiq(9), mengajukan Surat Pengaduan Masyarakat (DUMAS) karena mempertanyakan perkembangan perkara yang dilaporkannya sejak April 2026. Kasus tersebut bermula dari dugaan penganiayaan terhadap korban pada 19 April 2026 di SD Swasta IT Tahfiidzul Qur’an Al Umm Smart Centre.
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

Berikut ini enam zodiak yang diprediksi bakal paling beruntung soal karier pekerjaan besok, 1 Oktober 2026, cek adakah zodiak milikmu.
Selengkapnya

Viral