News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Karhutla Kerap Berulang, Presiden Prabowo Diminta Kaji Status Bencana Nasional

Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP HIMA Persis) meminta Presiden Prabowo Subianto agar mengkaji secara mendalam opsi penetapan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 
Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:48 WIB
Petugas berjibaku memadamkan titik karhutla di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP HIMA Persis) meminta Presiden Prabowo Subianto agar mengkaji secara mendalam opsi penetapan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Permintaan tersebut disampaikan menyusul maraknya kembali peristiwa kebakaran di berbagai kawasan yang dinilai membutuhkan penanganan terpadu, terpadu lintas sektor, dan berkesinambungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Bidang Lingkungan Hidup PP HIMA Persis, Rizal Asad, mengkritisi pola penanganan selama ini yang dinilai kerap memandang karhutla sekadar sebagai bencana musiman yang baru ditanggapi serius saat titik api sudah tak terkendali. 

Menurutnya, siklus kebakaran yang terjadi secara berulang semestinya dijadikan momentum guna mengevaluasi regulasi, pemantauan kawasan hutan, proteksi lahan gambut, hingga konsistensi penegakan hukum bagi para pelaku perusakan.

“Karhutla terus berulang dan masyarakat kembali menghadapi dampaknya. Pemerintah tidak cukup hanya hadir melalui operasi pemadaman. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap penyebab kebakaran, efektivitas pencegahan, pengawasan pemanfaatan lahan, dan penegakan hukum. Jika persoalan yang sama terus terjadi, pemerintah perlu berani membenahi kebijakan dan memastikan setiap pejabat menjalankan tanggung jawabnya,” kata Rizal, kepada wartawan, Rabu (14/10).

Berdasarkan data Sekretariat Negara per 12 Oktober 2026, operasi penanggulangan karhutla saat ini masih difokuskan pada enam provinsi prioritas, meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Selatan. 

Catatan tersebut membuktikan bahwa ancaman karhutla masih menjadi beban berat yang menuntut koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pasokan sarana-prasarana yang memadai, serta langkah preventif yang terukur.

Atas dasar itu, HIMA Persis memandang Presiden perlu menilai kembali apakah mekanisme mitigasi yang saat ini berjalan sudah sebanding dengan luasan area yang terbakar serta dampak buruknya bagi ekologi dan keselamatan publik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan peningkatan status menjadi bencana nasional mesti dipertimbangkan sesuai indikator hukum yang berlaku, dengan memprioritaskan keselamatan warga, kecukupan kapasitas penanganan, dan sinkronisasi antara instansi pusat dengan pemerintah daerah.

“Kami mendesak Presiden Prabowo agar secara serius mempertimbangkan penetapan status bencana nasional apabila indikator dan kondisi di lapangan memenuhi ketentuan yang berlaku. Jangan sampai penanganan karhutla berjalan secara terpisah-pisah ketika dampaknya membutuhkan koordinasi dan dukungan sumber daya dalam skala yang lebih besar. Keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas,” tegas Rizal.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cari Solusi Atasi Beban TPA, Wali Kota Tangerang Lirik Teknologi Mesin Pengubah Sampah Jadi Kompos dalam Delapan Jam

Cari Solusi Atasi Beban TPA, Wali Kota Tangerang Lirik Teknologi Mesin Pengubah Sampah Jadi Kompos dalam Delapan Jam

Wali Kota Tangerang, Sachrudin Lirik Teknologi Mesin Pengubah Sampah Jadi Kompos dalam Delapan Jam guna atasi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
UMKM Juga Punya Peluang Pasok Kebutuhan Pemerintah, LKPP Perkenalkan Peluangnya

UMKM Juga Punya Peluang Pasok Kebutuhan Pemerintah, LKPP Perkenalkan Peluangnya

LKPP mempertemukan 16 kementerian/lembaga dengan pelaku usaha melalui Business Matching 2026. Simak peluang UMKM memasok kebutuhan pemerintah dengan potensi
Nicolo Zaniolo Bantah Ingin Gabung AC Milan, Tegaskan Sejak Awal Hanya Mau Bertahan di Udinese

Nicolo Zaniolo Bantah Ingin Gabung AC Milan, Tegaskan Sejak Awal Hanya Mau Bertahan di Udinese

Nicolo Zaniolo buka suara soal rumor kepindahannya ke AC Milan pada musim panas lalu. Ia menegaskan sejak awal ingin bertahan di Udinese.
Ledakan Dahsyat Guncang Ciputat: Dua Tewas dan 11 Orang Terluka, Polisi Pastikan Bukan Aksi Bom

Ledakan Dahsyat Guncang Ciputat: Dua Tewas dan 11 Orang Terluka, Polisi Pastikan Bukan Aksi Bom

Ledakan dahsyat terjadi di ruko kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (14/10).
8.878 Unit Chery Omoda 5 Kena Recall, Begini Respons Chery Indonesia

8.878 Unit Chery Omoda 5 Kena Recall, Begini Respons Chery Indonesia

Chery Indonesia juga membuka kesempatan bagi pemilik Omoda 5 yang ingin memastikan kondisi kendaraannya.
Megawati Hangestri Gagal Bawa Hyundai Hillstate Menang, Kang Sung-hyung Ungkap Fakta Mencengangkan soal Megatron

Megawati Hangestri Gagal Bawa Hyundai Hillstate Menang, Kang Sung-hyung Ungkap Fakta Mencengangkan soal Megatron

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, sempat mengungkapkan kondisi Megawati Hangestri yang belum pulih 100 persen setelah menjalani operasi usus buntu.

Trending

iPhone 18 Pro dan Pro Max Dibanderol Rp21 Jutaan, Berapa Kali Gaji UMR Jakarta 2026 untuk Membelinya?

iPhone 18 Pro dan Pro Max Dibanderol Rp21 Jutaan, Berapa Kali Gaji UMR Jakarta 2026 untuk Membelinya?

Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max diperkirakan mulai Rp21,5 juta. Simak perbandingan dengan UMP Jakarta 2026, spesifikasi kamera, baterai, dan chip A20 Pro
iPhone 18 Pro Max vs iPhone 17 Pro Max: Selisih Harga Jauh, Upgrade-nya Benar-Benar Worth It?

iPhone 18 Pro Max vs iPhone 17 Pro Max: Selisih Harga Jauh, Upgrade-nya Benar-Benar Worth It?

iPhone 18 Pro Max membawa chip A20 Pro, kamera variable aperture, dan baterai lebih awet. Simak perbandingannya dengan iPhone 17 Pro Max sebelum membeli.
Usai Sarang Narkoba Dihancurkan, Tiga Orang Jadi Korban Penembakan OTK di Kampung Ambon, Lapak Ikut Dibakar Misterius

Usai Sarang Narkoba Dihancurkan, Tiga Orang Jadi Korban Penembakan OTK di Kampung Ambon, Lapak Ikut Dibakar Misterius

Aksi kekerasan mencekam mengguncang kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (14/10) sore. 
Kata-kata Pelatih Viettel FC usai Takluk dari Persib Bandung, Bongkar Biang Kerok Kekalahan

Kata-kata Pelatih Viettel FC usai Takluk dari Persib Bandung, Bongkar Biang Kerok Kekalahan

Pelatih The Cong-Viettel FC, Velizar Popov, mengungkapkan penyebab timnya takluk 0-1 dari Persib Bandung pada laga kedua Grup E ACL 2 2026/2027. Ia menyoroti.
8.878 Unit Chery Omoda 5 Kena Recall, Begini Respons Chery Indonesia

8.878 Unit Chery Omoda 5 Kena Recall, Begini Respons Chery Indonesia

Chery Indonesia juga membuka kesempatan bagi pemilik Omoda 5 yang ingin memastikan kondisi kendaraannya.
Ekspor Nikel Melonjak dari USD3,3 Miliar Jadi USD40 Miliar, Menko Bahlil Bidik USD45 Miliar pada 2026

Ekspor Nikel Melonjak dari USD3,3 Miliar Jadi USD40 Miliar, Menko Bahlil Bidik USD45 Miliar pada 2026

Pemerintah membidik perolehan ekspor nikel nasional mampu menyentuh angka sedikitnya USD45 miliar pada 2026. 
Layanan Air Minum Terdampak Banjir Kota Padang, Kemen PU Percepat Penanganan Infrastuktur

Layanan Air Minum Terdampak Banjir Kota Padang, Kemen PU Percepat Penanganan Infrastuktur

Banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada pekan lalu turut berdampak terhadap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Selengkapnya

Viral