INDEF Nilai Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Tak Terkait Langsung dengan Evaluasi MSCI
- ANTARA
Ia menjelaskan, kejelasan struktur kepemilikan dan jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan penting bagi pembentukan harga yang wajar. Tanpa informasi yang memadai, harga saham berpotensi tidak sepenuhnya merepresentasikan kondisi fundamental perusahaan.
Tauhid juga menyoroti dugaan coordinated trading behavior atau pola perdagangan yang terkoordinasi. Apabila praktik tersebut terbukti melanggar ketentuan, aktivitas itu berpotensi mengganggu mekanisme pembentukan harga dan meningkatkan risiko bagi investor.
Menurut dia, pergerakan saham yang tajam perlu dianalisis dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi fundamental perusahaan, likuiditas perdagangan, serta kemungkinan adanya aktivitas yang tidak sesuai dengan aturan.
Kejelasan faktor-faktor tersebut penting agar investor dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai. Pada akhirnya, kualitas informasi dan kewajaran pembentukan harga turut memengaruhi kepercayaan investor serta daya tarik pasar modal Indonesia.
Dorong Pengawasan Pasar Modal
Selain transparansi, Tauhid menilai efektivitas pengawasan dan penegakan aturan menjadi aspek penting dalam menjawab perhatian MSCI terhadap pasar saham Indonesia.
Menurutnya, berbagai langkah pembenahan yang telah dilakukan sejak awal 2026 perlu dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan perbaikan berjalan secara konsisten. Keterbukaan mengenai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner), kualitas free float, dan pengawasan transaksi menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian.
Tauhid berpandangan bahwa pengawasan idealnya dilakukan sejak indikasi persoalan mulai terdeteksi. Dengan demikian, regulator dan penyelenggara bursa dapat mengambil langkah yang diperlukan sebelum masalah berkembang dan berdampak lebih luas terhadap kepercayaan pasar.
“Udah ribut begini baru disanksi. Harusnya sudah jauh-jauh hari. Oh, ini sudah kelihatan nih. MSCI saja bisa mengidentifikasi, masa bursa efek enggak bisa? Harusnya bisa,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan dorongan agar pengawasan pasar modal dilakukan secara lebih proaktif. Meski demikian, penilaian terhadap efektivitas pengawasan tetap perlu mempertimbangkan kewenangan masing-masing lembaga, bukti yang tersedia, serta proses pemeriksaan yang berlaku.
Tauhid menegaskan bahwa agenda pembenahan tata kelola tidak seharusnya hanya berfokus pada satu pengusaha atau kelompok emiten. Menurutnya, penerapan aturan yang konsisten terhadap seluruh pelaku pasar menjadi bagian penting dalam membangun pasar modal yang transparan dan kredibel.
Load more