News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bisakah Media Sosial Menjadi Arsip Digital bagi Warisan Budaya Nusantara?

Pelestarian budaya di era digital menghadapi tantangan baru. Media sosial perlahan mengubah cara masyarakat mengenal sejarah. Cerita yang dahulu hanya
Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:10 WIB
Ilustrasi Bisakah Media Sosial Menjadi Arsip Digital bagi Warisan Budaya Nusantara?
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Media sosial perlahan mengubah cara masyarakat mengenal sejarah. Cerita yang dahulu hanya disampaikan melalui percakapan keluarga, upacara adat, atau penuturan tetua kini dapat direkam dan dibagikan dalam bentuk video. 

Perubahan ini membuka kesempatan untuk memperkenalkan warisan budaya kepada generasi yang tumbuh dengan teknologi digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, membuat tradisi dikenal di internet tidak otomatis menjamin kelestariannya. Video yang banyak ditonton belum tentu memberikan pemahaman mendalam mengenai sejarah, nilai, dan konteks suatu adat. 

Dokumentasi budaya juga membutuhkan keterangan yang jelas, narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan, serta penghormatan terhadap aturan komunitas pemilik tradisi.

Karena itu, teknologi sebaiknya dipandang sebagai pintu masuk untuk belajar, bukan pengganti pewarisan budaya secara langsung. 

Rekaman digital dapat membantu menyimpan ingatan kolektif, sedangkan pertemuan antargenerasi, penelitian sejarah, dan pemeliharaan situs tetap dibutuhkan agar pengetahuan tersebut tidak berhenti sebagai tontonan.

Media Sosial Bisa Menjadi Arsip Budaya, tetapi Perlu Konteks

Penggunaan platform seperti TikTok memberi peluang bagi komunitas untuk memperkenalkan tradisi melalui gambar, suara, dan cerita yang mudah diakses. 

Rekaman wawancara dengan tetua adat, dokumentasi upacara, hingga penjelasan mengenai asal-usul suatu tempat dapat menjadi bahan pembelajaran bagi orang yang tinggal jauh dari kampung halaman.

Format video singkat juga memungkinkan informasi disajikan secara bertahap. Sebuah video dapat memperkenalkan lokasi bersejarah, sementara konten berikutnya menjelaskan tokoh, silsilah, atau makna ritual yang berkaitan dengannya. 

Dengan cara itu, dokumentasi tidak sekadar menampilkan kegiatan, tetapi membantu audiens memahami alasan tradisi tersebut dijalankan.

Meski demikian, ada hal yang perlu diperhatikan. Informasi dari media sosial idealnya dilengkapi nama narasumber, lokasi, waktu dokumentasi, serta penjelasan mengenai makna kegiatan. Perbedaan versi cerita juga perlu disampaikan secara hati-hati, bukan disederhanakan menjadi satu klaim yang dianggap mutlak. 

Persetujuan orang yang direkam dan penghormatan terhadap bagian ritual yang tidak boleh dipublikasikan sama pentingnya.

Pendekatan tersebut membuat teknologi berfungsi sebagai alat pelestarian yang lebih bertanggung jawab. Keberhasilan tidak semata-mata diukur melalui jumlah penonton, tetapi juga dari apakah dokumentasi membantu masyarakat memahami sejarah dan mendorong generasi muda terlibat dalam perawatannya.

Mata Air, Silsilah, dan Ingatan Kolektif

Dalam tradisi masyarakat Batak, tarombo atau silsilah memiliki peran penting untuk menjelaskan hubungan kekerabatan dan asal-usul keturunan. 

Pengetahuan semacam ini diwariskan melalui keluarga dan komunitas. Ketika hubungan dengan kampung halaman semakin jauh, dokumentasi sejarah dapat membantu menjaga kesinambungan cerita tersebut.

Salah satu situs yang dipandang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi keturunan Toga Sinaga adalah Mual Toga Sinaga di Desa Urat II, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. 

Menurut penuturan tokoh dan komunitas setempat, mata air ini berkaitan dengan sejarah leluhur serta menjadi bagian dari identitas kolektif keturunannya.

Hasudungan Sinaga menyebut mata air tersebut sebagai pangurason, yang berkaitan dengan makna penyucian. Mual itu juga disebut memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat setempat. Ia merangkum nilai yang diyakini komunitas melalui pernyataan, “Menjaga mual berarti menjaga berkah leluhur.”

Parluhutan Sinaga, yang menyatakan telah menghibahkan tanah lokasi tersebut kepada keturunan Toga Sinaga, menilai keberadaan situs penting untuk mempertahankan ingatan mengenai leluhur.

“Mual adalah bukti fisik bahwa leluhur kita pernah ada, hidup dan meninggalkan nilai. Jika warisan fisik dan spiritual ini hilang, maka hilang pula jati diri kita sebagai Pomparan Toga Sinaga. Kami tidak ingin generasi mendatang menjadi generasi yang kehilangan akar,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian situs bukan hanya soal mempertahankan bangunan atau lokasi, tetapi juga menjaga cerita dan nilai yang menyertainya. Klaim sejarah dan makna spiritual tetap perlu didokumentasikan dengan melibatkan pemilik tradisi serta sumber yang memahami konteksnya.

Bawa Sejarah Mual Toga Sinaga ke TikTok

Tantangan menjaga pengetahuan leluhur itulah yang mendorong Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boru (PPTSB) Sedunia memanfaatkan TikTok melalui akun resmi @pptsbpusatofficial. Organisasi ini berupaya memperkenalkan kembali Mual Toga Sinaga kepada keturunan yang tinggal di berbagai daerah, terutama generasi muda di perantauan.

Sairon Sinaga, Wakil Ketua Umum PPTSB sekaligus penasehat pembangunan, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap minimnya pengetahuan sebagian generasi muda tentang tarombo dan sejarah leluhur mereka.

Kegiatan yang dipublikasikan mencakup napak tilas, ritual pembersihan mata air secara adat, serta penuturan sejarah oleh orang-orang yang mengenal situs tersebut. Gerakan ini diperkuat dengan kegiatan adat dan peletakan batu pertama yang diintensifkan sejak 9 Oktober 2026. 

Sejumlah penggerak dari berbagai daerah turut terlibat, termasuk Hasudungan Sinaga dari Labura, Adi Bernhard Sinaga dari Bogor, Herwin Hamonangan Sinaga dari Semarang, dan Nasib Maslinton Sinaga dari Cilacap.

Ilustrasi Bisakah Media Sosial Menjadi Arsip Digital bagi Warisan Budaya Nusantara
Ilustrasi Bisakah Media Sosial Menjadi Arsip Digital bagi Warisan Budaya Nusantara
Sumber :
  • Tangkapan layar tiktok

PPTSB menyebut jumlah keturunan yang terdata mencapai sekitar 1,05 juta jiwa. Sementara itu, Oppung Gilbert Sinaga, penjaga Mual Toga Sinaga, berharap dokumentasi digital membantu kisah tersebut dikenal oleh keturunan yang belum pernah berkunjung.

“Apa yang dilakukan oleh PPTSB SEDUNIA melalui TikTok ini telah membuka mata dunia dan seluruh Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dan Boru. Kini anak cucu kami yang di perantauan bisa melihat langsung Mual leluhurnya, mereka bisa merasakan kerinduan untuk pulang,” ungkapnya.

Raja Bius Kaliamar Sinaga juga menilai TikTok dapat berfungsi seperti museum digital dan perpustakaan adat. Dukungan turut disampaikan Renhard Sinaga bersama warga Desa Urat II.

PPTSB berencana membawa gerakan ini dalam Musyawarah Besar XVI PPTSB Sedunia di Hotel Aryaduta Medan pada 29 Oktober–1 November 2026, yang dijadwalkan disiarkan melalui akun TikTok resminya. Organisasi tersebut juga menargetkan pengajuan Mual Toga Sinaga untuk memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional. Target ini masih memerlukan proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Inisiatif tersebut menunjukkan bagaimana media sosial dapat membantu memperluas akses terhadap sejarah leluhur. Namun, kelestarian budaya tetap bergantung pada ketepatan dokumentasi, keterlibatan komunitas, dan tindakan nyata untuk menjaga situs serta meneruskan pengetahuan kepada generasi berikutnya. (udn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kereta Ini Menembus Perjalanan dari China ke Rusia, Intip Catatan Perdagangannya yang Fantastis

Kereta Ini Menembus Perjalanan dari China ke Rusia, Intip Catatan Perdagangannya yang Fantastis

Layanan kereta kargo China-Eropa mencatatkan tonggak sejarah baru yang masif dalam peta logistik global. Keberangkatan kereta kargo tujuan Moskow dari Stasiun -
Krisis Pangan di Gaza Makin Parah, PBB: Dibutuhkan Rp8,1 Triliun untuk 6 Bulan ke Depan

Krisis Pangan di Gaza Makin Parah, PBB: Dibutuhkan Rp8,1 Triliun untuk 6 Bulan ke Depan

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak para negara donor internasional untuk segera mengucurkan dana bantuan kemanusiaan
AI Bukan Cuma untuk Perusahaan Besar, UMKM Bisa Memakainya untuk Mengembangkan Bisnis

AI Bukan Cuma untuk Perusahaan Besar, UMKM Bisa Memakainya untuk Mengembangkan Bisnis

Pemanfaatan AI membantu UMKM mengembangkan pemasaran digital. Bagi UMKM dengan keterbatasan sumber daya, teknologi ini membuka peluang untuk mengerjakan
AC Milan Siapkan Perombakan Skuad, Markus Krosche Jadi Kunci Perburuan Bek Tengah hingga Striker Baru

AC Milan Siapkan Perombakan Skuad, Markus Krosche Jadi Kunci Perburuan Bek Tengah hingga Striker Baru

AC Milan belum puas dengan komposisi skuad yang dimiliki saat ini meski sudah mengeluarkan dana besar pada bursa transfer musim panas.
Peringatan Horor Bill Gates: Era AI Bakal Picu Pergolakan Ekonomi Global Selama 20 Tahun dan Amputasi Lapangan Kerja

Peringatan Horor Bill Gates: Era AI Bakal Picu Pergolakan Ekonomi Global Selama 20 Tahun dan Amputasi Lapangan Kerja

Salah satu pendiri Microsoft sekaligus filantropis dunia Bill Gates menyampaikan peringatan keras terkait ledakan perkembangan Kecerdasan Buatan (Artificial ...
Samsung W27 Segera Meluncur? HP Lipat Mewah Ini Dirumorkan Punya Kamera 200 MP dan Baterai 5.000 mAh

Samsung W27 Segera Meluncur? HP Lipat Mewah Ini Dirumorkan Punya Kamera 200 MP dan Baterai 5.000 mAh

Samsung W27 diperkirakan meluncur di China pada 29 Oktober 2026. Simak bocoran spesifikasi, desain premium, dan fitur Galaxy Z Fold8 Ultra yang menjadi acuannya.

Trending

Samsung W27 Segera Meluncur? HP Lipat Mewah Ini Dirumorkan Punya Kamera 200 MP dan Baterai 5.000 mAh

Samsung W27 Segera Meluncur? HP Lipat Mewah Ini Dirumorkan Punya Kamera 200 MP dan Baterai 5.000 mAh

Samsung W27 diperkirakan meluncur di China pada 29 Oktober 2026. Simak bocoran spesifikasi, desain premium, dan fitur Galaxy Z Fold8 Ultra yang menjadi acuannya.
Krisis Pangan di Gaza Makin Parah, PBB: Dibutuhkan Rp8,1 Triliun untuk 6 Bulan ke Depan

Krisis Pangan di Gaza Makin Parah, PBB: Dibutuhkan Rp8,1 Triliun untuk 6 Bulan ke Depan

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak para negara donor internasional untuk segera mengucurkan dana bantuan kemanusiaan
Kereta Ini Menembus Perjalanan dari China ke Rusia, Intip Catatan Perdagangannya yang Fantastis

Kereta Ini Menembus Perjalanan dari China ke Rusia, Intip Catatan Perdagangannya yang Fantastis

Layanan kereta kargo China-Eropa mencatatkan tonggak sejarah baru yang masif dalam peta logistik global. Keberangkatan kereta kargo tujuan Moskow dari Stasiun -
Peringatan Horor Bill Gates: Era AI Bakal Picu Pergolakan Ekonomi Global Selama 20 Tahun dan Amputasi Lapangan Kerja

Peringatan Horor Bill Gates: Era AI Bakal Picu Pergolakan Ekonomi Global Selama 20 Tahun dan Amputasi Lapangan Kerja

Salah satu pendiri Microsoft sekaligus filantropis dunia Bill Gates menyampaikan peringatan keras terkait ledakan perkembangan Kecerdasan Buatan (Artificial ...
AI Bukan Cuma untuk Perusahaan Besar, UMKM Bisa Memakainya untuk Mengembangkan Bisnis

AI Bukan Cuma untuk Perusahaan Besar, UMKM Bisa Memakainya untuk Mengembangkan Bisnis

Pemanfaatan AI membantu UMKM mengembangkan pemasaran digital. Bagi UMKM dengan keterbatasan sumber daya, teknologi ini membuka peluang untuk mengerjakan
Bisakah Media Sosial Menjadi Arsip Digital bagi Warisan Budaya Nusantara?

Bisakah Media Sosial Menjadi Arsip Digital bagi Warisan Budaya Nusantara?

Pelestarian budaya di era digital menghadapi tantangan baru. Media sosial perlahan mengubah cara masyarakat mengenal sejarah. Cerita yang dahulu hanya
AC Milan Siapkan Perombakan Skuad, Markus Krosche Jadi Kunci Perburuan Bek Tengah hingga Striker Baru

AC Milan Siapkan Perombakan Skuad, Markus Krosche Jadi Kunci Perburuan Bek Tengah hingga Striker Baru

AC Milan belum puas dengan komposisi skuad yang dimiliki saat ini meski sudah mengeluarkan dana besar pada bursa transfer musim panas.
Selengkapnya

Viral