Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada
- Alvintedjo
tvOnenews.com - Kemenangan dalam pemilihan kepala daerah di Kanada membawa nama Alvin Tedjo menjadi sorotan. Politikus keturunan Indonesia-Tionghoa itu berhasil mengungguli dua pesaing berpengalaman dalam pemilihan Wali Kota Mississauga, Ontario, pada Senin (26/10/2026) waktu setempat.
Hasil sementara menunjukkan Tedjo memperoleh dukungan lebih besar dibandingkan wali kota petahana maupun mantan pemimpin kota tersebut.
Berdasarkan hasil penghitungan sementara yang diumumkan Pemerintah Kota Mississauga, Tedjo meraih 74.479 suara hingga Senin pukul 23.30 waktu setempat.
Sementara itu, petahana Carolyn Parrish memperoleh 51.853 suara, sedangkan Bonnie Crombie, mantan wali kota Mississauga sekaligus pemimpin Partai Liberal Ontario, mengumpulkan 43.191 suara. Hasil tersebut masih menunggu pengesahan resmi dari pejabat kota.
Kemenangan ini menjadi babak baru bagi Tedjo, yang bukan pendatang baru dalam politik lokal. Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Kota Mississauga sejak terpilih pada 2022.
Kota tersebut juga memiliki arti personal karena menjadi tempat keluarganya menetap setelah berimigrasi ke Kanada, sekaligus lokasi ia tumbuh, membangun keluarga, dan memulai karier politik.
Profil Alvin Tedjo, Anak Keluarga Perantau asal Indonesia
Alvin Tedjo berasal dari keluarga keturunan Tionghoa-Indonesia. Orang tuanya pindah ke Kanada pada sekitar 1970-an dan menetap di Mississauga ketika ia masih berusia empat tahun. Ayahnya, dr. Anto Tedjo, berasal dari Padang, Sumatera Barat.
Kehidupan keluarganya di Kanada dibangun melalui proses panjang. Setelah tiba di negara tersebut, sang ayah menjalani sejumlah pekerjaan, termasuk sebagai pencuci piring dan pengantar makanan, demi membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.
Dalam situs resminya, Tedjo menggambarkan perpindahan keluarganya sebagai bagian penting dari perjalanan hidupnya.
"Kisah hidup saya di Mississauga dimulai ketika saya berusia empat tahun. Orang tua saya berimigrasi ke sini dari belahan dunia lain demi mencari kehidupan yang lebih baik dan masa depan yang lebih cerah bagi keluarga kami," kata Alvin.
Ia kemudian tumbuh dan membangun kedekatan dengan komunitas setempat. Bersama istrinya, Rebecca, Tedjo memilih menetap di Mississauga dan membangun keluarga. Dalam profil biografinya, ia disebut memiliki tiga anak.
"Saya dan istri saya, Rebecca, memilih untuk melakukan hal yang sama dengan menetap dan membangun keluarga kami di Mississauga," ucapnya.
Kedekatan dengan kota tersebut menjadi salah satu landasan keterlibatannya dalam politik. Tedjo menyebut pencalonannya didorong oleh rasa memiliki dan kepedulian terhadap masa depan komunitas tempat ia tumbuh.
"Pencalonan saya didorong oleh rasa kepemilikan dan kepedulian saya terhadap komunitas ini, sebuah semangat yang saya tahu juga dimiliki oleh begitu banyak warga lainnya: melihat Mississauga terus tumbuh dan berkembang menjadi tempat yang dapat kita banggakan sebagai rumah kita," katanya.
Dari Aktivis Siswa hingga Terjun ke Dunia Politik
Ketertarikan Tedjo pada kepemimpinan telah terlihat sejak masa sekolah menengah. Dikutip dari *The Toronto Star*, ia pernah menjadi ketua OSIS dan bergabung dengan komite penasihat pemuda untuk wali kota.
Pada pertengahan 1990-an, Tedjo bertemu dengan Hazel McCallion, wali kota Mississauga saat itu, setelah menerima penghargaan Young Citizen of the Year. Pertemuan tersebut disebut turut mendorong minatnya untuk terjun ke dunia politik.
Tedjo kemudian melanjutkan pendidikan di Queen’s University, Ontario, dengan mengambil ilmu politik. Ia memperoleh gelar Bachelor of Arts pada 2007 dan aktif dalam organisasi mahasiswa. Ia juga pernah mengikuti program studi internasional di Bader International Study Centre di Inggris.
Pendidikan berikutnya ditempuh melalui Harvard Extension School. Pada 2015–2017, ia mengikuti program sertifikat pascasarjana bidang Learning Design and Technology, kemudian melanjutkan studi Master of Liberal Arts dengan spesialisasi *Digital Media Design* pada 2017–2020.
Karier profesional Tedjo juga mencakup bidang komunikasi, kebijakan publik, dan pendidikan tinggi. Setelah lulus dari Queen’s University, ia bekerja di Ontario Undergraduate Student Alliance sebagai direktur komunikasi dan hubungan masyarakat pada 2009–2012.
Ia kemudian memiliki pengalaman sebagai penasihat dan staf politik di lingkungan pemerintahan Ontario, serta bekerja di Sheridan College dan Toronto Metropolitan University.
Pada 2022, Tedjo terpilih menjadi anggota Dewan Kota Mississauga. Selama menjabat, ia menyebut sejumlah capaian, antara lain mendorong transportasi umum gratis bagi anak-anak, mempermudah pembangunan hunian, memperluas ruang terbuka hijau dan jalur pejalan kaki, serta mendukung bank pangan dan penampungan tunawisma.
Ia juga menyatakan pernah dua kali memberikan suara untuk menurunkan pajak. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum kembali maju dalam pemilihan wali kota.
Kalahkan Dua Pesaing Berpengalaman, Ini Prioritas Alvin Tedjo
Sebelum meraih kemenangan pada 2026, Tedjo pernah mengikuti pemilihan wali kota pada 2024, tetapi belum berhasil mengalahkan Carolyn Parrish. Dalam pemilihan berikutnya, ia kembali maju dan berhasil mengungguli Parrish serta Bonnie Crombie, dua tokoh yang memiliki pengalaman panjang dalam politik lokal.
“Mississauga telah memilih perubahan,” ujar Tedjo dalam pidato kemenangannya, dikutip dari pemberitaan media Kanada pada Selasa (27/10/2026).
Ia menyebut kemenangan tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Tedjo berjanji membawa gagasan baru untuk menjawab persoalan yang dinilai paling penting bagi warga kota.
Dalam situs resminya, ia menyatakan akan memprioritaskan keterjangkauan biaya hidup dan keamanan masyarakat, sekaligus menjadikan Mississauga tempat tinggal yang semakin baik bagi semua orang.
"Saya akan berfokus pada keterjangkauan biaya hidup dan keamanan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa Mississauga menjadi tempat tinggal yang semakin baik bagi semua orang," paparnya.
Kemenangan Tedjo menandai perubahan kepemimpinan di Mississauga, salah satu kota besar di Provinsi Ontario. Namun, hasil pemilihan ini juga membawa tantangan baru: mewujudkan janji kampanye menjadi kebijakan yang dapat dirasakan masyarakat.
Bagi Tedjo, perjalanan dari anak keluarga perantau menjadi pemimpin kota yang membesarkannya merupakan kisah tentang keterikatan dengan komunitas.
Kini, perhatian akan tertuju pada bagaimana ia menerjemahkan pengalaman politik, pendidikan, dan janji kampanyenya ke dalam pemerintahan kota setelah hasil pemilihan disahkan secara resmi. (udn)
Load more