News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Emak-Emak Berebut Uang dari Atap Rumah, Warga Rela Panas-panasan demi Dapat Saweran

Video emak-emak berebut uang dan sembako dari atap rumah viral di media sosial. Praktik serupa dikenal dalam tradisi udik-udikan, saweran, hingga awur-awur di sejumlah daerah.
Selasa, 3 November 2026 - 19:18 WIB
Viral Emak-Emak Berebut Uang dari Atap Rumah, Warga Rela Panas-panasan demi Dapat Saweran
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram paisal.isal.129

tvOnenews.com - Sebuah video yang memperlihatkan warga berebut uang dan sembako dari atas atap rumah menjadi perhatian pengguna media sosial. Kerumunan orang terlihat berkumpul di halaman rumah, sementara sejumlah orang di bagian atas bangunan melemparkan uang kertas dan bahan kebutuhan pokok ke arah warga.

Pemandangan tersebut mengundang beragam reaksi. Sebagian warganet menganggapnya sebagai cara berbagi rezeki yang unik dan menghibur. Namun, ada pula yang menyoroti kerumunan warga yang saling berebut untuk mendapatkan uang maupun barang yang dibagikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di balik video tersebut, muncul pertanyaan mengenai tradisi apa yang sebenarnya sedang berlangsung. Praktik membagikan uang dengan cara dilemparkan bukan hal yang sepenuhnya asing di Indonesia. 

Sejumlah daerah memiliki kebiasaan serupa, meskipun nama, waktu pelaksanaan, benda yang dibagikan, serta makna budayanya berbeda-beda.

Video Viral Disebut Tradisi Awur-Awur, tetapi Lokasinya Belum Terverifikasi

Video tersebut diunggah melalui akun Instagram @paisal.isal.129. Dalam rekaman yang beredar, sejumlah orang tampak berada di atas dak beton rumah sambil melemparkan uang dan sembako kepada warga yang berkumpul di bawahnya.

Warga yang datang membawa berbagai wadah untuk menampung barang yang dibagikan. Ada yang menggunakan baskom plastik, tampah bambu, hingga kain sarung. Begitu uang dan barang mulai dilemparkan, suasana di halaman rumah semakin ramai.

Unggahan itu kemudian dikaitkan dengan istilah awur-awur atau saweran. Meski demikian, informasi yang menyertai video belum memberikan keterangan mengenai nama desa, kecamatan, maupun kabupaten tempat peristiwa tersebut berlangsung.

Karena itu, belum dapat dipastikan apakah kegiatan dalam rekaman tersebut merupakan tradisi awur-awur dari daerah tertentu atau bentuk saweran yang dilakukan dalam sebuah hajatan keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu praktik yang memiliki kemiripan pernah diberitakan di Brebes Selatan, Jawa Tengah. Pada 5 Oktober 2026, sebuah keluarga di Desa Sindangwangi, Kecamatan Bantarkawung, menggelar saweran dalam rangkaian pernikahan dengan adat Sunda.

Dilansir Wolipop, keluarga pengantin naik ke atap rumah untuk membagikan berbagai barang kepada warga dan tamu. Isi saweran tidak hanya uang, tetapi juga permen dan detergen. Prosesi tersebut merupakan bagian dari rangkaian pernikahan yang berlangsung selama dua hari.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Strategi Pemprov Jawa Tengah Kurangi Limbah Minyak: Libatkan ASN hingga Kader Posyandu

Strategi Pemprov Jawa Tengah Kurangi Limbah Minyak: Libatkan ASN hingga Kader Posyandu

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 
Peringati HUT Ke-75 Humas Polri, Kadivhumas Irjen Isir Anugerahi 5 Wartawan: Tegaskan Komitmen 'Polisi Bersama Masyarakat'

Peringati HUT Ke-75 Humas Polri, Kadivhumas Irjen Isir Anugerahi 5 Wartawan: Tegaskan Komitmen 'Polisi Bersama Masyarakat'

Divisi Humas Polri menggelar acara syukuran peringatan Hari Jadi ke-75 di Aula Lantai 9 Gedung Bareskrim Polri, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026)
Muncul Daratan Baru di Perairan Maluku Pasca Gempa, PVMBG Minta Warga Tidak Jadikan Tempat Tinggal

Muncul Daratan Baru di Perairan Maluku Pasca Gempa, PVMBG Minta Warga Tidak Jadikan Tempat Tinggal

Munculnya daratan baru yang mendadak di perairan Desa Yamru, Kota Tual, Maluku, belakangan ini memicu perhatian publik. 
Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Melalui Green Impact, PNM Peduli menanam 5.850 bibit pohon endemik di tujuh wilayah sebagai upaya penghijauan serta pelestarian vegetasi lokal dan ekosistem.
Jay Idzes Bongkar Situasi Ruang Ganti Sassuolo Usai Dekati Zona Degradasi Liga Italia: Semua Terdiam Tanpa Banyak Bicara

Jay Idzes Bongkar Situasi Ruang Ganti Sassuolo Usai Dekati Zona Degradasi Liga Italia: Semua Terdiam Tanpa Banyak Bicara

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mulai rasakan beratnya perjuangan Sassuolo di Liga Italia. Kekalahan beruntun membuat ruang ganti I Neroverdi terasa sunyi.
Top Skor Liga Voli Korea, Selasa 3 November: Megawati Hangestri Belum Mampu Tembus Top 10, Viktoriia Danchak Melesat ke Papan Atas

Top Skor Liga Voli Korea, Selasa 3 November: Megawati Hangestri Belum Mampu Tembus Top 10, Viktoriia Danchak Melesat ke Papan Atas

Top skor Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Megawati Hangestri belum mampu bertengger di papan atas usai Hyundai Hillstate tumbang dari IBK Altos.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Selengkapnya

Viral