News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Emak-Emak Berebut Uang dari Atap Rumah, Warga Rela Panas-panasan demi Dapat Saweran

Video emak-emak berebut uang dan sembako dari atap rumah viral di media sosial. Praktik serupa dikenal dalam tradisi udik-udikan, saweran, hingga awur-awur di sejumlah daerah.
Selasa, 3 November 2026 - 19:18 WIB
Viral Emak-Emak Berebut Uang dari Atap Rumah, Warga Rela Panas-panasan demi Dapat Saweran
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram paisal.isal.129

Contoh tersebut menunjukkan bahwa praktik membagikan sesuatu dengan cara dilemparkan dari atas bangunan memang ditemukan di sejumlah acara masyarakat. Namun, lokasi dan konteksnya berbeda dari video yang diunggah @paisal.isal.129.

Viral Emak-Emak Berebut Uang dari Atap Rumah, Warga Rela Panas-panasan demi Dapat Saweran
Viral Emak-Emak Berebut Uang dari Atap Rumah, Warga Rela Panas-panasan demi Dapat Saweran
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram paisal.isal.129

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari Pekalongan hingga Blora, Ada Tradisi Sebar Uang dan Hasil Bumi

Salah satu tradisi yang memiliki kemiripan dengan video viral tersebut adalah udik-udikan. Kebiasaan ini dikenal di sejumlah wilayah Jawa, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Udik-udikan merupakan kegiatan membagikan atau menyebarkan uang kepada masyarakat. Tradisi ini biasanya dilakukan ketika seseorang atau keluarga sedang mengadakan hajatan, seperti pernikahan, khitanan, selesai membangun rumah, maupun setelah menunaikan ibadah haji.

Di Kabupaten Pekalongan, tradisi tersebut pernah menjadi perhatian setelah video warga berebut uang beredar di media sosial pada 2022. Peristiwa itu berlangsung di Desa Pakumbulan, Kecamatan Buaran, ketika seorang warga menggelar prosesi munggah molo, yakni menaikkan bagian atap rumah baru.

Dalam pemberitaan detikJateng, pemerhati budaya Pekalongan Muhammad Edi Yuliantoni menjelaskan bahwa udik-udikan merupakan bentuk saweran atau berbagi rezeki. Meski begitu, ia juga menyebut asal-usul tradisi tersebut belum memiliki penelitian yang memastikan sejarah kemunculannya.

Praktik serupa juga ditemukan di Jawa Timur. Bisnis.com mencatat udik-udikan masih dilakukan sebagian masyarakat ketika memiliki hajat tertentu. Dalam beberapa pelaksanaannya, uang pecahan disebarkan agar warga sekitar dapat ikut memperoleh bagian.

Sementara itu, istilah awur-awur juga memiliki rujukan tradisi lain di Desa Gedangdowo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di daerah tersebut, awur-awur menjadi bagian dari ritual sedekah bumi yang digelar sebagai ungkapan syukur atas hasil panen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir tvOne, warga membawa makanan dan hasil bumi untuk dikumpulkan sebelum prosesi saling melempar nasi atau sawuran dilakukan. Tradisi tersebut menjadi simbol kemurahan pangan dan harapan agar hasil bumi masyarakat tetap melimpah.

Perbedaan ini penting dicatat. Awur-awur di Blora berkaitan dengan sedekah bumi dan hasil panen, sedangkan udik-udikan lebih dekat dengan kebiasaan menyebarkan uang ketika seseorang mengadakan hajatan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BREAKING
NEWS
Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Nomor Telepon Presiden Prabowo: Inisial LSP, ASN, dan EH

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Nomor Telepon Presiden Prabowo: Inisial LSP, ASN, dan EH

Polri tetapkan tiga tersangka kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access terhadap Presiden RI Prabowo Subianto.
Sukses Juara Liga 2, Garudayaksa FC Ingin Ulangi Prestasi di I.League Cup 2026-2027

Sukses Juara Liga 2, Garudayaksa FC Ingin Ulangi Prestasi di I.League Cup 2026-2027

Garudayaksa FC tak sekadar ingin meramaikan I.League Cup 2026/27. Klub tersebut memasang target tinggi dengan membidik gelar juara.
Viral! Kronologi Dua WNI Tewas Terseret Ombak saat Memancing di Jepang, Sempat Diselamatkan Peselancar

Viral! Kronologi Dua WNI Tewas Terseret Ombak saat Memancing di Jepang, Sempat Diselamatkan Peselancar

Berikut fakta-fakta soal kisah 4 WNI yang terseret ombak saat memancing di Jepang. Dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia usai dilakukan pencarian.
Menteri Rosan Laporkan Progres Proyek Kampung Haji Indonesia di Mekkah ke Presiden Prabowo: Siap Groundbreaking Desember 2026

Menteri Rosan Laporkan Progres Proyek Kampung Haji Indonesia di Mekkah ke Presiden Prabowo: Siap Groundbreaking Desember 2026

Proyek strategis pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah, Arab Saudi, dipastikan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Desember 2026
Viral Nota Pembelian Mie Gacoan Ikut Ditaruh di Atas Piring Berisi Mi, Netizen: This is Disgusting

Viral Nota Pembelian Mie Gacoan Ikut Ditaruh di Atas Piring Berisi Mi, Netizen: This is Disgusting

Pemilih akun @allwinshihombing mengunggah postingan tentang kekecewaannya terhadap outlet Mie Gacoan yang ikut menaruh nota pembelian di atas piring berisi mi.
Menunggu Kejelasan MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini, Pedro Acosta Pilih Berlibur ke Indonesia usai Grand Prix Malaysia

Menunggu Kejelasan MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini, Pedro Acosta Pilih Berlibur ke Indonesia usai Grand Prix Malaysia

Pedro Acosta memilih menghabiskan waktu di Indonesia setelah menyelesaikan MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral