Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru, Kementerian PU Lakukan Inventarisasi Dampak
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com – Banjir lahar dingin Gunung Semeru menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Senin (2/11).
Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melakukan identifikasi, dan inventarisasi dampak banjir lahar dingin itu.
Berdasarkan laporan BBWS Brantas, curah hujan tercatat mencapai 134,6 mm dalam akumulasi pengamatan pukul 00.00–06.30 WIB.
“Kementerian PU berkomitmen untuk menangani dampak bencana dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Keselamatan dan pemulihan warga terdampak menjadi prioritas utama kami,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo, Jakarta, Selasa (3/11).
Dody menjelaskan, hasil identifikasi awal menunjukkan sejumlah infrastruktur sumber daya air terdampak material banjir lahar diantaranya tanggul beton pengendali banjir dan lahar yang tertimbun material vulkanik (proyek VDRRSL S4 KD 3), serta tiga bangunan sabo dam dan tanggul sungai di bawah jembatan gantung yang mengalami pengikisan (scouring).
Di sisi lain, Kepala BBWS Branta, Muhammad Noor mengatakan, pihaknya telah melakukan evakuasi personel dan peralatan proyek dari lokasi terdampak.
"BBWS Brantas juga menyiagakan bahan banjiran dan alat berat yang dibutuhkan untuk mendukung penanganan darurat apabila kondisi di lapangan telah dinyatakan aman," kata Muhammad Noor.
Muhammad Noro memaparkan pihaknya juga melakukan pengamatan dan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Pos Pengamatan Gunung Api Semeru.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi perkembangan aktivitas vulkanik, kondisi cuaca, dan potensi peningkatan debit sungai, sehingga langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi terkini di lapangan.
Ia menekankan inventarisasi lebih lanjut terus dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan pada masing-masing lokasi.
"BBWS Brantas segera memobilisasi alat berat, termasuk kesiapan personel tanggap darurat dan material penanganan setelah kondisi dinyatakan aman," jelasnya.
Sementara itu, ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.
"Kementerian PU mengimbau masyarakat untuk mematuhi rekomendasi PVMBG dan arahan petugas di lapangan, serta tidak mendekati kawasan aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kementerian PU melalui BBWS Brantas akan terus memantau perkembangan kondisi sungai dan infrastruktur terdampak, serta menyiapkan langkah penanganan sesuai hasil evaluasi lapangan dan perkembangan situasi kebencanaan," pungkasnya. (raa/dpi)
Load more