Ketika AI Bisa Mengerjakan Semua Tugas, tetapi Bisakah Menggantikan Kemampuan Berpikir Kritis?
- Gambar ilustrasi AI
Tantangan tersebut turut menjadi perhatian Center for Education and Learning in Economics and Business (CELEB) FEB UI. Bersama alumni, lembaga ini menyelenggarakan workshop pemanfaatan Generative AI dan perancangan asesmen adaptif bagi 40 dosen dari Departemen Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi di Kampus FEB UI, Depok.
Pelatihan tersebut didasarkan pada survei CELEB FEB UI. Sebanyak 88,5 persen dosen responden mengkhawatirkan menurunnya orisinalitas karya akademik mahasiswa, sedangkan 83,6 persen menilai penggunaan AI secara bebas berpotensi meningkatkan risiko plagiarisme.
Selain itu, 49,2 persen responden membutuhkan panduan untuk merancang tugas yang tidak dapat diselesaikan secara instan menggunakan AI.
Kebutuhan peningkatan kompetensi juga terlihat dari 75,4 persen dosen yang menginginkan pelatihan Prompt Engineering dan 85,2 persen yang membutuhkan dukungan dalam membuat bahan ajar berbasis AI. Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan dosen dalam menjaga kualitas pembelajaran.
“Perkembangan Generative AI menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan nyata bagi dunia akademik. Melalui pelatihan ini, CELEB FEB UI ingin memastikan para dosen di Departemen Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi tidak hanya mampu memanfaatkan AI secara teknis untuk efisiensi, tetapi juga mampu mengarahkannya secara pedagogis agar kualitas pembelajaran dan nilai-nilai kejujuran akademik tetap terjaga secara berkelanjutan,” ujar Kepala CELEB FEB UI, Dr. Dwi Nastiti Danarsari.
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah AI-Resistant Assessment. Metode ini menggeser penilaian dari sekadar melihat hasil pekerjaan menjadi evaluasi terhadap proses berpikir, analisis kasus kontekstual, refleksi, serta kemampuan mahasiswa menjelaskan pemahamannya secara langsung.
Instruktur workshop sekaligus pakar AI dan strategi digital, Dr. Achmad Istamar, menjelaskan bahwa penggunaan AI membutuhkan instruksi yang tepat dan dukungan sumber informasi tepercaya.
“Kunci utama pemanfaatan Generative AI dalam dunia pendidikan terletak pada formulasi instruksi (structured prompting) dan kemampuan mengaitkan AI dengan sumber informasi yang valid (grounded data). Dengan merancang asesmen yang berfokus pada penalaran kritis, refleksi, dan penerapan konsep, kita dapat memanfaatkan kekuatan AI untuk memperkaya pembelajaran tanpa mengorbankan kedalaman berpikir logis mahasiswa,” jelas Dr. Achmad Istamar.
Load more