Jauh Sebelum Dimutilasi Dwi Bagus Martono, Dini Hardiyanti Sempat Kekeh Mau Pulang Kampung ke Bogor karena ini
- Kolase Istimewa & tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan hingga mutilasi istri siri dan anak di Madiun terus mencuri perhatian. Kali ini sejumlah fakta terbaru terungkap, salah satunya teka-teki pemicu perselisihan tersangka yang juga suami korban, Dwi Bagus Martono dengan korban, Dini Hardiyanti (30).
Berdasarkan keterangan terbaru dari pihak kepolisian, persoalan ekonomi menjadi penyebab perselisihan berkepanjangan, meski sebelumnya Dwi Bagus Martono berdalih aksi pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti dilatarbelakangi rasa cemburu.
Adik kandung dari Dini Hardiyanti, Khanza kali ini muncul ke ruang publik untuk mengungkap sejumlah fakta terbaru, termasuk memperkuat pernyataan dari pihak kepolisian bahwa faktor ekonomi menjadi motif pembunuhan hingga mutilasi yang dilakukan oleh Dwi Bagus Martono.
Dalam podcast Denny Sumargo, Khanza mulanya menceritakan Dini Hardiyanti selalu berbagi kabar kepadanya. Dari awal bulan sebelum kejadian, adiknya sudah resah dan ingin pulang ke kampung halamannya di kawasan Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Dia kan setiap hari chat aku. Memang dari tanggal 4 September itu dia udah mau pulang ke Bogor," ujar Khanza dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Senin (9/11/2026).
- Tangkapan layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Dini Hardiyanti Mau Pulang karena Ekonomi
Lebih lanjut, Khanza kemudian menyampaikan alasan Dini Hardiyanti ingin pulang ke kampung halamannya. Korban mengaku telah mengalami kesulitan ekonomi.
"Alasannya gimana ya? Dia ngomong, 'Bagus ini udah susah'. Aku tanya, 'Susah gimana?', dia bilang, 'pokoknya enggak mau ah, enggak jelas. Pokoknya mau pulang aja ke Bogor'," tutur Khanza saat mengulas percakapan dengan kakaknya.
Khanza yang melihat Dini bersikeras ingin pulang ke Bogor pun berharap agar kakaknya bersabar menghadapi kondisi tersebut. Ia sendiri sedang mengupayakan untuk mencari ongkos pulang ke Bogor.
Lanjut Khanza, Dini Hardiyanti sempat berkeinginan untuk menjual motornya demi bisa pulang ke kampung halamannya. Selain itu, uang tersebut juga akan dipakai merayakan hari ulang tahun.
Dini dan anak sambung Bagus pun pulang ke Bogor. Meski demikian, keduanya kembali untuk merayakan ulang tahun anaknya di Madiun.
Dini Hardiyanti Ingin Merayakan Ulang Tahun
Khanza mengungkapkan bahwa Dini kembali menghubunginya pada 16 September 2026. Korban menceritakan bahwa anaknya sebentar lagi akan ulang tahun sehingga ingin memberikan kesan terbaik untuk buah hatinya.
Khanza semakin mencurigai hubungan antara Dini dan Bagus. Sebagai adik kandung, ia mempertanyakan keberadaan dan peran suami siri kakak kandungnya.
"Aku bilang, terus Bagusnya ke mana? Emang enggak nganter?', 'Enggak. Gua sama tetangga aja'. Si tetangga itu mbak-mbak tetangga dekatnya kakak aku di Ponorogo," terangnya.
Keinginan tersebut akhirnya terpenuhi lantaran Dini membeli kue ulang tahun, nasi tumpeng hingga bingkisan untuk dibagikan kepada tetangganya.
Korban Diturunkan Dwi Bagus Martono di Hotel
Alih-alih di kamar indekosnya, kata Khanza, Dini justru merayakan ulang tahun di sebuah hotel di Kota Madiun, tepatnya Hotel Mataram Baru.
"Aku pikir dia ngerayain di kosannya bukan di mana-mana karena Bagus itu enggak ada kabar katanya. Di tanggal 19 September, aku video call pas sore, 'Lha kok lu di hotel'," jelasnya.
Saat itu Dini Hardiyanti mengungkapkan bahwa Bagus lebih dulu menjemput Martha Amalia Iflahah (34), istri sahnya di stasiun. Di momen inilah, korban mengaku dirinya dan suami sirinya telah mengalami perselisihan hebat.
"Dia ngomong, 'gua sempat ribut ketika perjalanan ke hotel. Gua sempat diturunin di tol lho, katanya alasannya bannya rusak'. Akhirnya diturunin lah ke hotel dan si Bagus lebih pilih pulang," paparnya.
Khanza dan ibunya, Harti mulai menunjukkan firasat tak enak terhadap situasi Dini. Pada 20 September 2026, komunikasi mereka terputus setelah Dini mengucapkan "Happy Birthday".
(hap)
Load more