News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Indonesia Pede Ganyang Malaysia karena Dibantu Uni Soviyet tapi Ujung-ujungnya Kalah dalam Gerilya, Negeri Jiran Di-backup Inggris

Indonesia masih berumur 19 tahun saat Soekarno mendeklarasikan Ganyang Malaysia pada 3 Mei 1964. Tak tanggung-tanggung, kebijakan Dwikora (Dwi komando rakyat)
Senin, 27 Juni 2022 - 21:05 WIB
Soekarno dalam pidatonya Ganyang Malaysia.
Sumber :
  • Arsip Nasional RI

Jakarta - Indonesia masih berumur 19 tahun saat Soekarno mendeklarasikan Ganyang Malaysia pada 3 Mei 1964. Tak tanggung-tanggung, kebijakan Dwikora (Dwi komando rakyat) juga dikeluarkan bapak bangsa itu sebagai dasar serangan gerilya ke negeri jiran.

“Kita waktu itu pede (percaya diri) karena Soviyet memberikan pasokan banyak. Indonesia termasuk negara yang paling kuat di wilayah selatan-selatan. Mungkin di bawah Tiongkok ya,” ungkap Hendi Jo jurnalis sejarah dalam video wawancara bersama VDVC.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Uni Soviyet memberikan peralatan militer secara jor-joran kepada Indonesia mulai kapal selam, altereli, dan segala macam, bahkan mengerahkan ribuan instruktur hingga tentara bayaran untuk Indonesia,” imbuhnya.

Namun Indonesia hanya menjalankan operasi militer dalam intensitas rendah. Soekarno dalam ganyang Malaysia tidak melakukan penyerbuan atau invansi militer, hanya mendatang pasukan terbatas melakukan penyusupan dan sabotase seperti yang dilakukan Usman dan Harun di Singapura.

“Dan pada akhirnya harus diakui bahwa tingkat kemampuan militer kita, kalau dilihat dari jumlah korban lebih banyak dari kita. Mereka lebih terampil dan menguasai medan. Dwikora dinyatakan gagal karena Indonesia tidak berusaha meraih (red: simpati) rakyatnya,” ujar Hendi.

Penyusupan yang sifatnya perang gerilya itu tidak melibatkan operasi teritorial. Begitu banyaknya tentara Indonesia yang justru tertangkap dan diperlakukan dengan keji oleh tentara Inggris.

Alih-alih berhasil membubarkan, Malaysia justru kemudian masuk sebagai negara anggota tidak tetap dewan keamanan PBB. Soekarno semakin kebaran jenggot, ia menilai bahwa PBB telah gagal menjalankan fungsinya dan malah melegalkan neo kolonialisme (penjajahan model baru) oleh Inggris.

Soekarno akhirnya memutuskan Indonesia keluar dari PBB. “Indonesia waktu itu menjadi negara yang pertama keluar dari PBb. Walaupun kemudian masuk lagi,” kata Hendi.

Namun di balik kerasnya Soekarno menentang upaya Inggris mendirikan Malaysia, diam-diam ia juga gamang. Dalam senyap ia mencari jalan politik untuk berdamai dengan Malaysia karena sebetulnya Soekarno tidak sampai hati berseteru dengan bangsa melayu.

“Kenapa dia melakukan aksi ganyang Malaysia karena di belakangnya ada Inggris, tapi nggak mungkin juga kalau dia sebut ganyang Inggris,” terang Hendi.

“Malangnya adalah ketika apa yang dilakukan Soekarno ini (justru) ditangkap tidak nyambung oleh masyarakat Malaysia sendiri yang menganggap itu sebagai sikap permusuhan kepada mereka, sampai lambang garuda diinjak dan merah putih dibakar. Itu yang akhirnya menjadi blunder,” imbuhnya.

Sementara itu di internal orang-orang Indonesia sendiri tidak terjadi kekompakan untuk menghadapi Malaysia. “Angkatan darat sebenarnya tidak mau berhadapan dengan Malaysia yang notabene sesama bangsa melayu. Mereka merasa bahwa ini tidak strategis,” ucap Hendi.

Kelompok Soeharto dan Nasution diam-diam mebuka jalur untuk berhubungan dengan Malaysia agar konfrontasi ini berakhir. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Ketika Soekarno lengser, Soeharto naik sebagai presiden. Hubungan Indonesia-Malaysia pun berbalik menjadi harmonis pada era ini. (amr)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 4 April: Ada Duel Dua Tim Pesakitan! Megawati Hangestri Siap Beraksi Lagi Hari Ini

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 4 April: Ada Duel Dua Tim Pesakitan! Megawati Hangestri Siap Beraksi Lagi Hari Ini

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 4 April yang bisa menjadi kesempatan Megawati Hangestri bersama Jakarta Pertamina enduro untuk bangkit dari kekalahan.
Media Vietnam 'Girang' Pemain Timnas Indonesia Tersandung Masalah di Liga Belanda: Kabar Baik untuk Vietnam

Media Vietnam 'Girang' Pemain Timnas Indonesia Tersandung Masalah di Liga Belanda: Kabar Baik untuk Vietnam

Salah satu media Vietnam ikut menyoroti masalah administrasi yang menimpa pemain diaspora Timnas Indonesia. Hal itu disebut jadi kabar baik bagi Timnas Vietnam.
Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series memicu beragam reaksi dari media internasional. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Pengakuan Mengejutkan Andrie Yunus soal Kasus Penyiraman Air Keras

Pengakuan Mengejutkan Andrie Yunus soal Kasus Penyiraman Air Keras

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus jelaskan bahwa terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan yang diberikan untuk mengawal kasus penyiraman air keras
Ucapan Santai Thom Haye soal Kemungkinan Persib Juara di Liga Super

Ucapan Santai Thom Haye soal Kemungkinan Persib Juara di Liga Super

Persib Bandung kini semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar Liga Super 2025-2026. Hingga pekan ke-25, Maung Bandung masih ...
Polisi Beberkan Fakta Baru yang Mencengangkan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras di Bekasi

Polisi Beberkan Fakta Baru yang Mencengangkan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras di Bekasi

Polisi bocorkan fakta baru yang mencengangkan di balik peristiwa penyiraman air keras oleh tiga orang pelaku, ke seorang warga berinisial TW (54), di Jalan Bumi

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series memicu beragam reaksi dari media internasional. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) lontarkan jawaban menohok saat ditanya terkait perkembangan terbaru soal permohonan keadilan restoratif atau restorative
Meski Tanpa Penyerang Timnas Indonesia, Persija Jakarta Diguyur Angin Segar Jelang Lawan Bhayangkara FC

Meski Tanpa Penyerang Timnas Indonesia, Persija Jakarta Diguyur Angin Segar Jelang Lawan Bhayangkara FC

Persija Jakarta mendapat angin segar menjelang lawan Bhayangkara FC. Walau tidak ada penyerang Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, dua pemainnya beri kabar baik.
Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Respons cepat Dedi Mulyadi saat diajak Melanie Subono bahas nasib gajah Sumatera di Bandung Zoo menuai pujian. Fokus pada perbaikan kesejahteraan satwa.
Selengkapnya

Viral